Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Kesehatan

Latest Program: Hari Pertama Sekolah, Psikolog Anjurkan Dampingi Anak untuk Rasa Aman

Patricia Jackson - tajukpublik.com 3 mins read 9 views

Program Terbaru: Dampingi Anak di Hari Pertama Sekolah untuk Rasa Aman Latest Program - Dalam upaya memastikan anak-anak menghadapi hari pertama sekolah

Latest Program: Hari Pertama Sekolah, Psikolog Anjurkan Dampingi Anak untuk Rasa Aman

Program Terbaru: Dampingi Anak di Hari Pertama Sekolah untuk Rasa Aman

Latest Program – Dalam upaya memastikan anak-anak menghadapi hari pertama sekolah dengan rasa nyaman, pemerintah meluncurkan latest program baru yang mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk memanfaatkan fleksibilitas kerja. Kebijakan ini bertujuan menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih mendukung, mengingat kehadiran orang tua dianggap sangat krusial dalam proses adaptasi anak terhadap lingkungan baru. Psikolog Anak dan Keluarga, Arijani Lasmawati, menjelaskan bahwa perubahan rutinitas setelah libur panjang sering memicu kecemasan pada anak, sehingga pendampingan dari orang dewasa terpercaya diperlukan untuk membangun rasa aman.

Mengapa Kehadiran Orang Tua Penting

Menurut Arijani, anak-anak yang tidak mendapat dukungan dari orang tua pada hari pertama sekolah cenderung mengalami trauma atau rasa takut yang bisa berdampak pada kesehatan mental jangka panjang. “Kehadiran orang tua memberikan kepastian bahwa anak tidak sendirian, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah,” katanya dalam wawancara dengan PRO3 RRI pada Senin, 13 Juli 2026. Ia menekankan bahwa orang tua harus menjadi figur yang stabil, sehingga anak bisa lebih percaya diri menghadapi tantangan baru.

Strategi untuk Membantu Anak Adaptasi

Psikolog ini memberikan beberapa saran praktis kepada orang tua agar anak lebih siap menghadapi hari pertama sekolah. Pertama, orang tua disarankan untuk menggunakan fleksibilitas kerja agar bisa hadir saat anak mengalami perubahan rutinitas. Kedua, mereka dapat mengajak anak berlatih mengenalkan lingkungan sekolah sebelum hari pertama tiba, seperti mengunjungi sekolah atau bertemu dengan guru. Selain itu, orang tua juga perlu mengutamakan komunikasi terbuka dengan anak untuk mengurangi rasa takut atau keterasingan.

“Anak-anak tidak tumbuh dalam ruang hampa. Mereka membutuhkan dukungan dari berbagai sistem, mulai dari keluarga hingga lingkungan sekitar,” tutur Arijani. Ia menambahkan bahwa rasa aman pada anak tidak hanya berasal dari kehadiran orang tua, tetapi juga dari interaksi positif dengan teman sebaya dan pendidik. Dengan dukungan yang tepat, anak bisa lebih cepat menyesuaikan diri dan menghindari stres yang mungkin terjadi.

Kebijakan ini tidak hanya berfokus pada pendampingan orang tua, tetapi juga mendorong kolaborasi antara keluarga dan sekolah. Menteri PAN-RB, Rini Widyantini, menegaskan bahwa latest program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesehatan mental anak di tengah tantangan pandemi yang masih terasa. “Pendampingan orang tua selama hari pertama sekolah bisa menjadi langkah awal untuk membangun hubungan baik antara anak, guru, dan lingkungan sekolah,” ujarnya.

Program ini juga mencakup pelatihan bagi ASN untuk memahami cara mendukung anak secara psikologis. Selain itu, pihak sekolah diharapkan menyiapkan aktivitas sambutan yang menyenangkan, seperti ice-breaking dengan guru atau pertemuan keluarga. Arijani menyebutkan bahwa pendekatan yang tepat akan meminimalkan rasa takut anak dan menciptakan suasana belajar yang positif. “Pendampingan dari orang dewasa bisa menjadi faktor penentu dalam membangun kepercayaan anak terhadap lingkungan baru,” tambahnya.

Latest program ini diharapkan tidak hanya membantu anak-anak pada hari pertama sekolah, tetapi juga menjadi dasar untuk mengembangkan kemandirian dan kekuatan mental mereka di masa depan. Arijani menegaskan bahwa kehadiran orang tua di awal masa sekolah bisa mengurangi risiko anak mengalami masalah emosional. “Dengan rasa aman yang terjaga, anak akan lebih mudah beradaptasi dan tumbuh menjadi individu yang tangguh,” pungkasnya. Kebijakan ini juga mendapat dukungan dari organisasi Save The Children, yang menyoroti pentingnya pengawasan orangtua terhadap penggunaan gawai anak-anak di luar jam sekolah.

Gabung diskusi