Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Kesehatan

Kebakaran TPA Jatiwaringin – Kemenkes Distribusikan Logistik Medis

Karen Garcia - tajukpublik.com 2 mins read 11 views

Kebakaran TPA Jatiwaringin, Kemenkes Distribusikan Logistik Medis Kebakaran TPA Jatiwaringin - Pada hari Minggu, 5 Juli 2026, Kementerian Kesehatan (Kemenkes)

Kebakaran TPA Jatiwaringin – Kemenkes Distribusikan Logistik Medis

Kebakaran TPA Jatiwaringin, Kemenkes Distribusikan Logistik Medis

Kebakaran TPA Jatiwaringin – Pada hari Minggu, 5 Juli 2026, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Pusat Krisis Kesehatan mengambil langkah darurat dengan menyalurkan bantuan logistik medis dan mengaktifkan layanan kesehatan darurat. Tindakan ini ditujukan untuk mengatasi dampak kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, yang menyebabkan asap tebal menyebar ke wilayah sekitar.

“Logistik kesehatan diistribusikan untuk meningkatkan layanan kesehatan di daerah terdampak,” kata Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin.

Logistik Medis dan Posko Darurat

Agus menambahkan, bantuan tersebut juga bertujuan mengantisipasi peningkatan kebutuhan layanan kesehatan akibat paparan asap. Peralatan yang disiagkan meliputi 15 unit alat pengumpul oksigen, enam unit alat pengukur kadar oksigen, tiga unit purifier udara, 11.500 lembar masker bedah, serta 5.000 pasang sarung tangan medis. Selain itu, dua tenda rumah sakit lapangan telah didirikan di lokasi, lengkap dengan 10 unit tempat tidur darurat.

Posko medis ditempatkan di titik-titik kritis yang jauh dari rumah sakit tetapi terpapar asap paling berat. Kemenkes bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang untuk mengklasterkan pelayanan secara strategis di beberapa area Puskesmas. “Warga yang terkena ISPA sudah mencapai ratusan, sehingga penjagaan medis perlu diperkuat,” terang Agus.

Kondisi Terkini Kebakaran TPA Jatiwaringin

Pada hari ke-lima kebakaran, api di TPA Jatiwaringin hanya berhasil dipadamkan 40 persen. Namun, jumlah warga yang mengungsi terus meningkat hingga mencapai 102 orang. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa pengungsian dilakukan untuk menghindari bahaya asap material sampah yang menyebabkan gangguan pernapasan.

“Petugas gabungan terus berupaya mengendalikan api, sementara warga dari kelompok rentan seperti balita, lansia, dan penderita penyakit bawaan menjadi prioritas perawatan,” kata Abdul Muhari, Sabtu 4 Juli 2026.

Tim medis ditempatkan secara terus-menerus di posko pengungsian dan area terdampak. Upaya ini untuk meminimalisir risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang terjadi akibat paparan asap berkepanjangan.

Gabung diskusi