Nurul Arifin Ajak Generasi Muda Perkuat Nilai Pancasila di Ruang Digital
Jakarta - Perkembangan teknologi digital yang begitu pesat menuntut generasi muda untuk lebih aktif dalam melestarikan dan mengamalkan nilai-nilai dasar
Generasi Muda Diminta Jadi Pelindung Pancasila di Era Digital
Tajukpublik.com – Jakarta – Perkembangan teknologi digital yang begitu pesat menuntut generasi muda untuk lebih aktif dalam melestarikan dan mengamalkan nilai-nilai dasar Pancasila. Hal ini ditegaskan oleh Nurul Arifin, anggota Komisi I DPR RI, yang menyebut kaum muda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa. Menurutnya, Pancasila berfungsi sebagai benteng utama menghadapi berbagai ancaman di dunia maya, mulai dari penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga disinformasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Nurul saat menjadi pembicara dalam Webinar Literasi Digital dengan tema “Penguatan Ideologi Pancasila”. Acara ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bekerja sama dengan Komisi I DPR RI. Kegiatan berlangsung di Atlantis Studio, Depok, pada Kamis (18/6/2026).
Literasi Digital sebagai Senjata Melawan Pinjol Ilegal
“Era digital memberikan ruang yang sangat luas bagi masyarakat untuk berkomunikasi dan mengakses informasi. Namun, ruang digital juga menjadi tempat berkembangnya hoaks dan ujaran kebencian,” ujar Nurul. Ia menambahkan bahwa masyarakat perlu membiasakan diri memverifikasi informasi sebelum membagikannya agar tidak mudah terprovokasi oleh konten yang belum jelas kebenarannya.
“Pancasila menjadi benteng utama untuk menjaga persatuan bangsa dari ancaman hoaks, ujaran kebencian, dan disinformasi.”
Nurul juga menilai generasi muda memiliki peran strategis karena menjadi kelompok yang paling dekat dengan perkembangan teknologi. Karena itu, mereka diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang sehat melalui konten-konten yang positif, edukatif, dan memperkuat persatuan bangsa.
Guardiola Pasang Harga Tinggi, Italia Mulai Cari Alternatif Pelatih
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Dewan Pers Rosarita Niken Widiastuti menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi filter menghadapi tantangan global seperti disinformasi digital dan masuknya ideologi transnasional. Sementara itu, Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Wahyudin Darmalaksana menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, masyarakat, lembaga pendidikan, dan platform digital dalam memperkuat ideologi Pancasila di era digital.
