KAI Kelola 2.997,99 Ton Limbah Operasional selama 2025
Jakarta mencatatkan pencapaian baru dalam pengelolaan lingkungan oleh PT Kereta Api Indonesia. Perusahaan BUMN tersebut berhasil mengumpulkan sebanyak
KAI Capai 2.997,99 Ton Limbah Daur Ulang di Tahun 2025
Tajukpublik.com – Jakarta mencatatkan pencapaian baru dalam pengelolaan lingkungan oleh PT Kereta Api Indonesia. Perusahaan BUMN tersebut berhasil mengumpulkan sebanyak 2.997,99 ton material yang dapat didaur ulang sepanjang tahun 2025. Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 36,31 persen jika dibandingkan dengan hasil tahun sebelumnya.
Informasi resmi mengenai data operasional tersebut diumumkan pada hari Rabu, 5 Agustus 2026. Langkah ini sejalan dengan tujuan sirkularitas yang ingin mempertahankan nilai guna material agar terus bermanfaat dalam rantai produksi. Proyeksi dari United Nations Environment Programme (UNEP) menyebutkan bahwa ekstraksi sumber daya global akan naik 60 persen pada tahun 2060. Di sisi lain, pemerintah Indonesia sudah memasukkan konsep ekonomi sirkular ke dalam agenda Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional.
Strategi Pengelolaan dan Mitra Industri
Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, menjelaskan bahwa prinsip sirkularitas diterapkan secara menyeluruh pada lingkungan operasional perusahaan. Pemilahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) diserahkan langsung kepada mitra pengelola yang memiliki sertifikasi resmi.
“Penerapan ekonomi sirkular memberi ruang agar material yang masih memiliki nilai dapat digunakan kembali. Melalui pengelolaan yang terukur, KAI berupaya mengurangi residu, menjaga kepatuhan lingkungan, serta mendukung ketersediaan material bagi kegiatan industri,” ujar Anne.
Setiap unit kerja, mulai dari balai yasa hingga stasiun, rutin mengirimkan laporan pengelolaan sampah lingkungan. Sarana perkeretaapian yang berusia antara 20 hingga 40 tahun dialihkan statusnya menjadi Aktiva Tetap Diberhentikan dari Operasi (ATDO). Mekanisme penghapusbukuan aset bekas dilakukan secara terbuka melalui proses tender badan hukum.
Komitmen Tata Kelola dan Nilai Ekonomi
Penjualan material tersebut dilaksanakan setelah mengantongi persetujuan Kementerian BUMN serta Kementerian Perhubungan secara sah. Anne menambahkan bahwa material besi, baja, dan logam memiliki masa manfaat yang dapat diperpanjang melalui pengolahan kembali.
“Material besi, baja, dan logam memiliki masa manfaat yang dapat diperpanjang melalui pengolahan kembali. Langkah ini membantu menjaga nilai ekonomi aset, mengurangi kebutuhan terhadap material primer, serta mendukung rantai pasok industri nasional,” kata Anne.
Beberapa perusahaan manufaktur seperti PT Krakatau Steel memanfaatkan kembali sisa material besi baja kereta. Mitra industri seperti PT Pindad dan PT Barata Indonesia turut mengolah aset menjadi produk baru. Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menegaskan komitmen perseroan dalam memperkuat tata kelola.
“Ekonomi sirkular membutuhkan pengelolaan yang konsisten sejak material digunakan hingga memasuki akhir masa manfaatnya. KAI terus memperkuat proses tersebut agar kegiatan operasional semakin efisien, tertib, dan memberi nilai tambah bagi lingkungan serta perekonomian nasional,” kata Wisnu.
Langkah evaluasi berkala terhadap mitra pengelola limbah terus ditingkatkan demi menjamin kepatuhan aturan operasional.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is KAI Kelola 2 997 99 Ton Limbah?
KAI Kelola 2 997 99 Ton Limbah is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does KAI Kelola 2 997 99 Ton Limbah matter?
KAI Kelola 2 997 99 Ton Limbah matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
