Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Bisnis

Wamendag Lepas Ekspor Salak Bali, Tindak Lanjuti Misi Dagang Shanghai

Daniel Jackson - tajukpublik.com 4 mins read 2 views

Kabupaten Badung kembali mencatatkan sejarah dalam perdagangan internasional. Wamendag Lepas Ekspor Salak Bali dalam acara pelepasan yang berlangsung di The

Wamendag Lepas Ekspor Salak Bali, Tindak Lanjuti Misi Dagang Shanghai

Wamendag Lepas Ekspor Salak Bali ke Pasar Tiongkok

Tajukpublik.com – Kabupaten Badung kembali mencatatkan sejarah dalam perdagangan internasional. Wamendag Lepas Ekspor Salak Bali dalam acara pelepasan yang berlangsung di The Keranjang Bali pada Kamis, 6 Agustus 2026. Peluncuran ini menandai dimulainya ekspor 3,5 ton salak premium hasil produksi PT Bali Organik Subak (BOS) yang ditujukan khusus untuk pasar Tiongkok. Kehadiran Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti dalam momen tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung ekspor produk lokal.

Nilai transaksi ekspor tahap awal ini tercatat mencapai USD13 ribu atau setara dengan Rp232,93 juta. Komitmen bisnis ini merupakan hasil langsung dari Misi Dagang Indonesia yang dilaksanakan di Shanghai pada Mei 2026 lalu. Melalui misi tersebut, pelaku usaha Indonesia berhasil membangun jaringan dengan buyer potensial dan mencapai kesepakatan bisnis yang kemudian direalisasikan dalam ekspor kali ini.

Salak Bali Bukti Daya Saing Produk Lokal

Wamendag Lepas Ekspor Salak Bali sekaligus menegaskan bahwa produk lokal Indonesia memiliki kualitas dan daya saing yang mampu menembus pasar internasional. Menurut Wamendag Roro, setiap upaya promosi dan diplomasi perdagangan harus bermuara pada transaksi yang memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha dan masyarakat.

Keberhasilan ini juga mencerminkan meningkatnya daya saing komoditas unggulan Indonesia di pasar global. Tiongkok mengalami perubahan signifikan dalam posisi ekspor salak Indonesia, naik dari peringkat ketiga pada 2024 menjadi pasar utama pada 2025. Perubahan ini menunjukkan bahwa strategi diplomasi perdagangan yang dilakukan pemerintah memberikan hasil yang terukur.

Pelepasan ekspor 3,5 ton salak bukti produk lokal Indonesia memiliki kualitas dan daya saing menembus pasar internasional. Hal ini juga menunjukkan bahwa setiap upaya promosi dan diplomasi perdagangan harus bermuara pada transaksi yang memberikan manfaat.

Bali Sebagai Gerbang Produk Nasional

Roro optimistis Bali memiliki potensi besar menjadi salah satu motor penggerak ekspor nasional. Provinsi ini memiliki beragam produk unggulan, mulai dari komoditas pertanian, perikanan, ekonomi kreatif, fesyen, hingga kerajinan. Potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dan masih terdapat ruang untuk pengembangan lebih lanjut.

Kami ingin membangun narasi baru bahwa Bali bukan sekadar destinasi wisata dunia. Bali juga harus dikenal sebagai etalase produk unggulan Indonesia sekaligus gerbang bagi lebih banyak produk nasional.

Percepatan Penetapan Ambang LTJ dan Tindak Lanjut Misi Dagang

Pemerintah juga mempercepat penetapan ambang kandungan LTJ pada produk ekspor. Langkah ini diharapkan dapat memperlancar proses ekspor komoditas unggulan dari Bali ke berbagai negara tujuan. Dengan regulasi yang jelas, pelaku usaha dapat lebih mudah memenuhi standar internasional dan mengakses pasar global.

Pendiri PT BOS, A.A. Gede Wedhatama P., menjelaskan bahwa ekspor ke Tiongkok merupakan tindak lanjut dari Misi Dagang Indonesia ke Shanghai Mei 2026. Ia juga mengapresiasi dukungan Kementerian Perdagangan dalam membuka akses pasar bagi salak Bali. Melalui misi dagang tersebut, mereka dapat bertemu langsung dengan buyer, mencapai kesepakatan bisnis, dan akhirnya merealisasikan ekspor ke Tiongkok.

Melalui misi dagang tersebut, kami dapat bertemu langsung dengan buyer, mencapai kesepakatan bisnis, dan akhirnya merealisasikan ekspor ke Tiongkok. Ke depan, kami berharap Kemendag terus membuka akses pasar baru melalui Misi Dagang ke berbagai negara.

Gung Wedha, sapaan akrab A.A. Gede Wedhatama P., menambahkan bahwa keberhasilan ekspor tidak terlepas dari sinergi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah membuka akses pasar melalui diplomasi perdagangan, pelaku usaha menjaga kualitas produk, sedangkan asosiasi dan mitra strategis memperkuat jejaring bisnis. Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan dalam menembus pasar internasional.

Frequently Asked Questions

Berapa ton salak yang diekspor dalam tahap awal ini? Dalam tahap awal, sebanyak 3,5 ton salak premium diekspor ke pasar Tiongkok. Jumlah ini merupakan hasil produksi PT Bali Organik Subak yang telah memenuhi standar kualitas internasional.

Berapa nilai transaksi ekspor salak Bali tersebut? Nilai transaksi ekspor tahap awal tercatat mencapai USD13 ribu atau setara dengan Rp232,93 juta. Angka ini menunjukkan potensi pasar yang masih dapat dikembangkan lebih besar di masa depan.

Apa hubungan ekspor ini dengan Misi Dagang Shanghai? Ekspor salak Bali merupakan tindak lanjut langsung dari Misi Dagang Indonesia ke Shanghai Mei 2026. Melalui misi tersebut, pelaku usaha berhasil membangun jaringan dengan buyer dan mencapai kesepakatan bisnis yang kemudian direalisasikan dalam ekspor kali ini.

Bagaimana peran regulasi LTJ dalam ekspor salak Bali? Pemerintah mempercepat penetapan ambang kandungan LTJ pada produk ekspor. Langkah ini diharapkan dapat memperlancar proses ekspor komoditas unggulan dari Bali ke berbagai negara tujuan dengan standar yang jelas.

Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, Wamendag Lepas Ekspor Salak Bali menandai babak baru dalam pengembangan ekspor produk lokal. Ke depan, diharapkan lebih banyak produk unggulan Indonesia yang dapat menembus pasar internasional melalui strategi diplomasi perdagangan yang terarah dan berkelanjutan.

Gabung diskusi