Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Kesehatan

Angka ‘Zero-Dose Vaksin’ Masih Tinggi, Wamenkes Dante Paparkan Faktor Penyebabnya

Mark Jones - tajukpublik.com 3 mins read 2 views

Jakarta — Kondisi anak-anak yang belum pernah menerima imunisasi dasar hingga berusia satu tahun masih menjadi perhatian serius di Indonesia. Wakil Menteri

Angka ‘Zero-Dose Vaksin’ Masih Tinggi, Wamenkes Dante Paparkan Faktor Penyebabnya

Penyebab Tingginya Angka Zero Dose Vaksin di Indonesia

Tajukpublik.com – Jakarta — Kondisi anak-anak yang belum pernah menerima imunisasi dasar hingga berusia satu tahun masih menjadi perhatian serius di Indonesia. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harjono menjelaskan bahwa istilah Angka Zero Dose Vaksin merujuk pada status ketika seorang balita belum mendapatkan imunisasi DPT-1 sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Berdasarkan data yang dipaparkan, angka ini masih tergolong tinggi dan memerlukan penanganan komprehensif dari berbagai pihak.

Dalam keterangan pers di Kantor Kementerian Kesehatan Jakarta pada Rabu, 5 Agustus 2026, Dante menegaskan bahwa definisi zero-dose secara internasional ditetapkan ketika anak belum menerima dosis pertama vaksin DPT sebelum mencapai usia satu tahun. Kondisi ini bukan sekadar masalah statistik, melainkan indikator penting dalam sistem kesehatan nasional yang perlu segera ditangani.

Posisi Indonesia dalam Statistik Global

Menurut penjelasan Wamenkes, jumlah anak dengan status zero-dose vaksin di Indonesia mencapai sekitar 650.000 anak setiap tahunnya. Angka ini dihitung dari populasi kelahiran yang mencapai lima juta bayi per tahun. Dengan demikian, proporsi anak yang belum mendapat imunisasi dasar masih cukup signifikan dan menjadi tantangan besar bagi program kesehatan nasional.

Indonesia saat ini menempati urutan kelima di dunia dalam hal jumlah kasus zero-dose vaksin. Posisi ini menunjukkan bahwa meskipun upaya vaksinasi terus dilakukan, masih ada celah yang perlu ditutup. Dante menekankan bahwa persoalan ini memerlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan termasuk media massa.

Faktor Suplai: Tantangan Geografis

Dante menjelaskan bahwa penyebab tingginya angka zero-dose vaksin tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan layanan, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor suplai dan demand. Faktor suplai terutama terjadi di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) yang sulit dijangkau sehingga pelayanan imunisasi menghadapi berbagai kendala logistik.

Sebagai contoh, terdapat wilayah di Papua yang membutuhkan waktu perjalanan sangat lama dari kecamatan menuju sebuah dusun. Selain itu, daerah kepulauan juga menghadapi hambatan ketika gelombang laut tinggi sehingga pelaksanaan vaksinasi menjadi lebih sulit. Kondisi geografis ini secara langsung mempengaruhi akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar.

Faktor Demand: Peran Edukasi Masyarakat

Selain tantangan geografis, Dante menambahkan bahwa faktor demand dipengaruhi masih adanya masyarakat yang memiliki pemahaman keliru mengenai imunisasi serta terpapar hoaks. Ia menegaskan informasi yang benar mengenai imunisasi perlu terus disampaikan agar semakin banyak anak memperoleh perlindungan melalui vaksinasi.

“Masih ada masyarakat yang mempertimbangkan dan mempunyai pengetahuan yang salah mengenai imunisasi. Sehingga kadang-kadang ada rejeksi tentang imunisasi, pengetahuan tidak agak mengenai imunisasi, kemudian hoaks-hoaks imunisasi, ini yang harus kita luruskan kepada masyarakat,” kata Dante.

Langkah Strategis Penanganan

Untuk menurunkan angka zero-dose vaksin, pemerintah telah menyusun berbagai strategi yang mencakup penguatan layanan di daerah terpencil dan peningkatan edukasi masyarakat. Dante menyebutkan bahwa pendekatan komprehensif diperlukan untuk memastikan setiap anak mendapatkan imunisasi dasar sesuai jadwal yang ditetapkan.

Upaya ini juga melibatkan peran aktif tenaga kesehatan, kader posyandu, dan tokoh masyarakat dalam menyebarkan informasi yang akurat. Dengan demikian, diharapkan angka zero-dose vaksin dapat menurun secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Zero-Dose Vaksin

Apa itu zero-dose vaksin? Zero-dose vaksin adalah kondisi ketika seorang anak belum pernah menerima imunisasi DPT-1 hingga berusia satu tahun sesuai standar WHO.

Berapa jumlah anak zero-dose di Indonesia? Sekitar 650.000 anak per tahun dari total lima juta kelahiran.

Mengapa angka zero-dose masih tinggi? Faktor utama meliputi tantangan geografis di daerah 3T dan masih adanya miskonsepsi serta hoaks mengenai imunisasi di masyarakat.

Bagaimana cara menurunkan angka zero-dose? Melalui penguatan layanan di daerah terpencil, peningkatan edukasi masyarakat, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Apakah Indonesia termasuk negara dengan angka zero-dose tinggi? Ya, Indonesia menempati urutan kelima dunia dalam jumlah kasus zero-dose vaksin.

Gabung diskusi