Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Makro

Mei 2026, Pengangguran di Indonesia Sebanyak 7,22 Juta Orang

Mark Jones - tajukpublik.com 3 mins read 1 views

Badan Pusat Statistik (BPS) resmi merilis laporan ketenagakerjaan terbaru yang menunjukkan tren positif bagi perekonomian nasional. Berdasarkan data yang

Mei 2026, Pengangguran di Indonesia Sebanyak 7,22 Juta Orang

Data BPS: Tingkat Pengangguran Turun di Mei 2026

Tajukpublik.com – Badan Pusat Statistik (BPS) resmi merilis laporan ketenagakerjaan terbaru yang menunjukkan tren positif bagi perekonomian nasional. Berdasarkan data yang dihimpun, Mei 2026 Pengangguran di Indonesia tercatat sebanyak 7,22 juta orang. Angka ini mencerminkan perbaikan kondisi pasar tenaga kerja dibandingkan periode sebelumnya. Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi menjadi salah satu wilayah dengan dinamika ketenagakerjaan yang signifikan.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik, M. Edy Mahmud, menyampaikan rincian lengkap dalam konferensi pers yang digelar di gedung BPS pada Rabu, 5 Agustus 2026. Ia menjelaskan bahwa jumlah pengangguran tersebut setara dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 4,65 persen. Kondisi ini lebih baik dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 4,68 persen, sehingga terjadi penurunan sebesar 0,03 persen poin. Penurunan ini menunjukkan bahwa penyerapan tenaga kerja mulai membaik secara bertahap.

Penurunan Konsisten di Perkotaan dan Perdesaan

Tren penurunan TPT tercatat secara konsisten di kedua wilayah, baik perkotaan maupun perdesaan. Untuk kawasan perkotaan, persentase pengangguran turun dari 5,60 persen menjadi 5,54 persen. Sementara itu, di daerah pedesaan angka tersebut juga mengalami penurunan dari 3,20 persen menjadi 3,15 persen. Perbedaan ini menunjukkan bahwa program penempatan kerja telah menyentuh berbagai lapisan masyarakat secara merata.

Secara keseluruhan, BPS mencatat bahwa jumlah angkatan kerja pada Mei 2026 bertambah sebanyak 497 orang, sehingga mencapai total 155,41 juta orang. Dari keseluruhan angkatan kerja tersebut, yang terserap dalam lapangan pekerjaan bertambah 522 orang. Akibatnya, jumlah orang yang bekerja hingga Mei 2026 mencapai 148,19 juta orang. Pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi produktif.

Sektor Pertanian dan Perdagangan Dominan

Pada periode Mei 2026, tiga sektor utama yang menyerap tenaga kerja adalah pertanian, perdagangan, dan industri. Sektor pertanian mencatatkan penambahan tenaga kerja sebanyak 106 ribu orang. Di sisi lain, sektor industri juga mengalami pertumbuhan dengan penambahan sekitar 9 ribu orang. Kedua sektor ini menjadi penopang utama penyerapan tenaga kerja nasional.

Namun, sektor perdagangan justru mengalami penurunan penyerapan tenaga kerja sebesar 128 ribu orang. Edy Mahmud menegaskan bahwa bidang Perdagangan Besar dan Eceran menjadi sektor dengan penurunan tenaga kerja tertinggi, yaitu sebanyak 128 ribu orang. Fenomena ini dapat dikaitkan dengan perubahan pola konsumsi masyarakat dan transformasi digital dalam sektor ritel.

Struktur Pekerja Formal dan Non-Formal

Jumlah pekerja non-formal hingga Mei 2026 masih mendominasi dengan sekitar 87,88 juta orang. Sementara itu, pekerja di sektor formal berjumlah sekitar 60,31 juta orang. Edy Mahmud menambahkan bahwa jumlah pekerja formal mengalami peningkatan dari 59,93 juta menjadi 60,31 juta orang. Peningkatan ini menunjukkan adanya pergeseran menuju pekerjaan yang lebih stabil dengan jaminan sosial.

BPS juga mencatat bahwa mayoritas pekerja di Indonesia, atau sekitar 52,46 juta orang, hanya memiliki pendidikan setingkat SD. Selanjutnya, 13,18 persen dari total pekerja merupakan lulusan Diploma ke atas. Data ini memberikan gambaran tentang profil pendidikan tenaga kerja Indonesia yang masih didominasi oleh lulusan pendidikan dasar.

Analisis dan Proyeksi ke Depan

Keberadaan data Mei 2026 Pengangguran di Indonesia menjadi indikator penting bagi perumusan kebijakan ketenagakerjaan. Dengan tingkat pengangguran yang terus menurun, pemerintah dapat fokus pada penguatan sektor-sektor yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi. Diperlukan sinergi antara kebijakan fiskal, moneter, dan program pelatihan kerja untuk menjaga momentum positif ini.

Para ahli ekonomi memperkirakan bahwa tren penurunan pengangguran akan berlanjut sepanjang tahun 2026. Hal ini didukung oleh pemulihan ekonomi global dan peningkatan investasi dalam negeri. Namun, tantangan tetap ada, terutama terkait dengan kualitas tenaga kerja dan kesesuaian antara keterampilan dengan kebutuhan industri.

Frequently Asked Questions

Berapa jumlah pengangguran di Indonesia pada Mei 2026? Jumlah pengangguran tercatat sebanyak 7,22 juta orang berdasarkan data resmi BPS.

Bagaimana tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Mei 2026? TPT mencapai 4,65 persen, mengalami penurunan 0,03 persen poin dari Februari 2026.

Sektor apa saja yang menyerap tenaga kerja terbesar? Tiga sektor utama adalah pertanian, perdagangan, dan industri, dengan pertanian mencatatkan penambahan tertinggi.

Berapa total angkatan kerja pada Mei 2026? Total angkatan kerja mencapai 155,41 juta orang, bertambah 497 orang dari periode sebelumnya.

Apakah ada perbedaan pengangguran antara perkotaan dan perdesaan? Ya, pengangguran perkotaan sebesar 5,54 persen sementara perdesaan sebesar 3,15 persen.

Gabung diskusi