Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Makro

BPDP Sudah Salurkan Insentif Rp240 Triliun untuk Program Biodiesel

Emily Thomas - tajukpublik.com 3 mins read 7 views

Pangkalan Bun — Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) telah mencatatkan pencapaian luar biasa dalam mendistribusikan dana insentif untuk mendukung program

BPDP Sudah Salurkan Insentif Rp240 Triliun untuk Program Biodiesel

BPDP Sudah Salurkan Insentif Rp240 Triliun untuk Program Biodiesel Nasional

Tajukpublik.com – Pangkalan Bun — Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) telah mencatatkan pencapaian luar biasa dalam mendistribusikan dana insentif untuk mendukung program biodiesel di Indonesia. BPDP Sudah Salurkan Insentif Rp240 triliun selama periode 2015 hingga 2025 untuk memajukan program biodiesel nasional. Pencapaian ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mengembangkan energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Total penyaluran mencapai 83,8 juta kiloliter biodiesel yang telah disalurkan ke berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Implementasi Kebijakan Biodiesel B50

Pemerintah Indonesia secara resmi mengimplementasikan kebijakan Biodiesel B50 pada tanggal 9 Juli 2026 di Karawang, Jawa Barat. Kebijakan ini merupakan langkah strategis dalam mendorong penggunaan minyak sawit sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa penerapan program B50 berpotensi menghemat devisa negara sebesar Rp170 triliun per tahun. Penghematan ini terjadi karena substitusi bahan bakar impor dengan minyak sawit lokal yang melimpah.

Zaid Burhan Ibrahim, Direktur Keuangan, Umum, Kepatuhan dan Manajemen Risiko BPDP, menjelaskan bahwa program biodiesel terus mengalami pengembangan signifikan. Saat ini masyarakat telah menggunakan B50, namun kajian berikutnya kemungkinan akan menghadirkan varian B60 maupun B70 dengan kadar minyak nabati yang lebih tinggi. Pengembangan ini bertujuan untuk meningkatkan penyerapan minyak sawit di dalam negeri dan mengurangi impor bahan bakar fosil secara bertahap.

“Pemenuhan kebutuhan bahan bakar nabati Biodiesel—sekarang sudah program B50—itu sudah 240 triliun yang disalurkan. Total penyaluran sebanyak 83,8 juta kiloliter,” ujar Zaid dalam Media Briefing BPDP di Pangkalan Bun, Jumat, 31 Juli 2026.

Dampak Ekonomi dan Kesejahteraan Pekebun

Menurut Zaid, implementasi B50 telah menghasilkan penghematan devisa sebesar Rp179 triliun. Angka ini menunjukkan efektivitas program biodiesel dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar impor. Jika digabungkan dengan program sebelumnya, total penghematan devisa yang diraih negara mencapai Rp722,9 triliun. Penghematan ini merupakan kontribusi nyata program biodiesel terhadap stabilitas ekonomi nasional.

“Dan dari program ini, negara menghemat devisa sebesar Rp722,9 triliun,” tambah Zaid.

BPDP meyakini bahwa program B50 memberikan dampak positif ganda bagi perekonomian Indonesia. Di satu sisi, industri sawit nasional akan merasakan manfaatnya melalui peningkatan permintaan minyak sawit. Sementara di sisi lain, kesejahteraan para pekebun sawit juga meningkat seiring dengan naiknya harga minyak sawit. Selain itu, program ini turut meningkatkan penyerapan minyak sawit di dalam negeri, sehingga mengurangi surplus yang harus diekspor.

BPDP juga menegaskan kesiapannya untuk terus mendukung program biodiesel pemerintah. Hal ini sejalan dengan data bahwa 80 persen ekspor sawit Indonesia saat ini sudah berbentuk produk hilir, sehingga memperkuat daya saing ekspor nasional. Produk hilir seperti biodiesel memiliki nilai tambah yang lebih tinggi dibandingkan minyak sawit mentah.

“BPDP siap mendukung program biodiesel pemerintah,” pungkas Zaid.

Dengan pencapaian yang telah diraih, BPDP Sudah Salurkan Insentif Rp240 triliun untuk program biodiesel menunjukkan komitmen yang kuat dalam mengembangkan energi terbarukan. Program ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dan keberlanjutan lingkungan. Ke depan, pengembangan varian B60 dan B70 diharapkan dapat meningkatkan penyerapan minyak sawit lebih jauh lagi.

Gabung diskusi