Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Program Magang 150.000 Gen Z Berlanjut, Pemerintah Targetkan 250.000 Pelajar Vokasi

Elizabeth Jones - tajukpublik.com 4 mins read 3 views

Pemerintah Indonesia resmi memperpanjang Program Magang 150 000 Gen Z sebagai upaya strategis untuk menekan angka pengangguran di kalangan generasi muda

Program Magang 150.000 Gen Z Berlanjut, Pemerintah Targetkan 250.000 Pelajar Vokasi

Program Magang 150.000 Gen Z Diperpanjang

Tajukpublik.com – Pemerintah Indonesia resmi memperpanjang Program Magang 150 000 Gen Z sebagai upaya strategis untuk menekan angka pengangguran di kalangan generasi muda. Inisiatif ini memasuki semester kedua tahun 2026 dengan target peserta yang lebih luas. Melalui program magang ini, para pelajar vokasi dari Generasi Z memiliki kesempatan berharga untuk menjalani pelatihan kerja selama enam bulan penuh di berbagai perusahaan swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Langkah ini merupakan kelanjutan dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dengan memberikan pengalaman kerja langsung, peserta diharapkan dapat lebih siap menghadapi dunia industri yang terus berkembang. Program ini juga menjadi jembatan penting antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan pasar kerja aktual.

Strategi Ganda: Magang dan Pelatihan Vokasi

Selain program magang, pemerintah juga mendorong perluasan pelatihan vokasi bagi 250.000 pelajar di seluruh Indonesia. Kedua inisiatif ini merupakan bagian dari strategi nasional yang komprehensif untuk meningkatkan kesempatan kerja. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan rincian kebijakan tersebut dalam sebuah konferensi pers yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Rabu, 5 Agustus 2026.

Keterangan resmi dari Airlangga ini menjadi momen penting bagi para pelajar dan orang tua yang menunggu kepastian program. Ia membahas berbagai upaya pemerintah dalam mengurangi tingkat pengangguran secara signifikan. Ia menegaskan bahwa kedua program ini terus didorong sebagai solusi jangka panjang untuk masalah ketenagakerjaan di Indonesia.

“Nah program magang dan pelatihan vokasi juga terus didorong. Program magang untuk 150.000 Gen Z,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.

Prospek Kerja Setelah Masa Magang

Airlangga menjelaskan bahwa peserta program memiliki fleksibilitas dalam menentukan langkah setelah menyelesaikan masa magang. Mereka dapat memilih untuk bekerja di perusahaan tempat mereka magang atau mencari peluang kerja di tempat lain. Durasi program yang berlangsung selama enam bulan memberikan waktu yang cukup bagi peserta untuk beradaptasi dengan dunia kerja dan membangun jaringan profesional.

“Di mana program ini dilanjutkan untuk mereka magang enam bulan. Dan sesudah enam bulan mereka dipersilakan bekerja di perusahaan tersebut atau mencari pekerjaan lain,” katanya.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta berhasil mendapatkan peluang kerja setelah menyelesaikan program. Lebih dari 60 persen peserta diterima bekerja di perusahaan tempat mereka menjalani magang. Selama masa program berlangsung, peserta tetap menerima upah yang diberikan oleh pemerintah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini memberikan jaminan finansial bagi para pelajar selama masa pelatihan.

“Dari hasil yang kemarin dari evaluasi, 60 persen dari program yang ikut magang itu diterima di perusahaan di tempat mereka magang. Dan dalam program ini mereka masih mendapatkan upah dari pemerintah,” kata Airlangga.

Perluasan Pelatihan Vokasi dan Kebijakan Pendukung

Program pelatihan vokasi juga terus diperluas sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia. Inisiatif ini ditujukan untuk meningkatkan kesiapan tenaga kerja muda dalam memasuki dunia industri yang semakin kompetitif. Airlangga menyebutkan bahwa program ini secara khusus menyasar angkatan muda dengan target 250.000 pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.

“Program pelatihan vokasi juga didorong untuk angkatan muda. Dan arahan Bapak Presiden untuk 250.000 daripada pelajar,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah juga terus memperluas penciptaan lapangan kerja untuk menurunkan tingkat pengangguran serta Gini Ratio. Salah satu kebijakan yang tetap dipertahankan adalah Pajak Penghasilan (PPh) yang ditanggung oleh pemerintah bagi pekerja dengan penghasilan di bawah Rp10 juta. Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban finansial pekerja berpenghasilan rendah dan meningkatkan daya beli masyarakat.

“Ya tentu kembali lagi kita terus mendorong penurunan daripada pengangguran. Dan kita dorong agar penciptaan lapangan kerja semakin tinggi,” kata Airlangga.

“Di samping itu kita kan masih melanjutkan PPh ditanggung pemerintah untuk pekerja yang di bawah 10 juta,” ucap Airlangga.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa itu Program Magang 150 000 Gen Z?

Program Magang 150 000 Gen Z adalah inisiatif pemerintah Indonesia yang menargetkan 150.000 peserta dari Generasi Z untuk menjalani magang selama enam bulan di berbagai perusahaan. Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan kerja dan mengurangi pengangguran pemuda.

Berapa target peserta program vokasi yang diperluas?

Pemerintah menargetkan 250.000 pelajar vokasi untuk mengikuti program pelatihan yang diperluas. Program ini merupakan bagian dari arahan Presiden untuk meningkatkan kesiapan tenaga kerja muda.

Apakah peserta magang menerima upah selama program?

Ya, selama masa program berlangsung, peserta tetap menerima upah yang diberikan oleh pemerintah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ini memberikan jaminan finansial bagi para pelajar selama masa pelatihan.

Berapa persentase peserta yang diterima bekerja setelah magang?

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen peserta diterima bekerja di perusahaan tempat mereka menjalani magang. Angka ini menunjukkan efektivitas program dalam menyiapkan tenaga kerja.

Kapan program magang ini diperpanjang?

Program Magang 150 000 Gen Z diperpanjang pada semester kedua tahun 2026. Pengumuman resmi disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada 5 Agustus 2026 di Jakarta.

Gabung diskusi