Menko Airlangga: Investasi dan Hilirisasi Topang Penciptaan Lapangan Kerja
Ekonomi Indonesia pada triwulan kedua tahun 2026 mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,29 persen. Di tengah angka tersebut, Menteri Koordinator Bidang
Airlangga Hartarto: Investasi dan Hilirisasi sebagai Pilar Utama Penciptaan Lapangan Kerja
Tajukpublik.com – Ekonomi Indonesia pada triwulan kedua tahun 2026 mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,29 persen. Di tengah angka tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa arus masuk modal dan pengembangan industri hilir menjadi fondasi penting dalam menyerap tenaga kerja nasional. Realisasi investasi pada paruh pertama tahun ini turut memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja di seluruh Indonesia.
Realisasi Investasi Mencapai Rp1.010,6 Triliun
Hingga semester pertama 2026, total realisasi investasi tercatat mencapai Rp1.010,6 triliun dengan laju pertumbuhan 7,2 persen. Komposisi nilai tersebut terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp507,6 triliun serta Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai Rp502,9 triliun. Airlangga menjelaskan bahwa sekitar setengah dari realisasi investasi tersebut telah mengalir ke wilayah di luar Pulau Jawa.
Dari total realisasi investasi, hilirisasi menjadi salah satu tujuan utama dengan porsi mencapai 30 persen atau setara Rp300 triliun. Investasi yang masuk ke sektor manufaktur di Jawa juga turut menjadi penopang dalam penciptaan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Penyerapan Tenaga Kerja Meningkat 15 Persen
Airlangga menyebut bahwa investasi pada semester pertama 2026 berhasil menyerap 1,45 juta tenaga kerja secara langsung. Angka ini mengalami kenaikan 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun di tengah berbagai isu maupun kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi.
“Jadi jumlah orang yang bekerja terekrut lebih banyak 15 persen dari tahun lalu, di tengah adanya beberapa isu PHK. Tetapi jumlah orang yang dipekerjakan dengan lapangan kerja baru, investasi baru meningkat dengan tinggi,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.
Pertumbuhan penyerapan tenaga kerja ini didorong oleh peningkatan investasi pada sektor hilirisasi dan manufaktur. Menurut Menko, investasi yang masuk ke sektor manufaktur di Pulau Jawa turut menjadi salah satu penopang penciptaan lapangan kerja.
“Jadi pertumbuhan tenaga kerja itu akibat dari investasi. Dan investasi kembali 30 persen ke hilirisasi, kemudian juga di Pulau Jawa itu ke sektor masuknya ke manufaktur,” katanya.
Kontribusi Sektor Makanan, Minuman, dan Konstruksi
Selain investasi, Airlangga mengatakan sektor makanan dan minuman turut berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja. Menurutnya, sektor tersebut didukung aktivitas wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara sehingga mampu mencatat pertumbuhan sekitar 10 persen.
“Serapan makanan-minuman itu menunjukkan dan juga turis lokal maupun wisman itu sektor Mamin juga mendorong karena dia tumbuh sekitar 10 persen. Jadi dua sektor itu menjadi sektor yang merekrut cukup banyak tenaga kerja,” ucap Airlangga.
Airlangga menambahkan sektor akomodasi serta makanan dan minuman tumbuh 10,6 persen pada semester pertama 2026. Pertumbuhan tersebut didukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), industri perhotelan, serta industri perjalanan. Ia juga mengemukakan industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar 18,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Sementara itu, sektor konstruksi tumbuh 6,68 persen sejalan dengan penguatan sektor perumahan. Pada semester kedua 2026, pemerintah akan melanjutkan berbagai program untuk memperkuat penciptaan lapangan kerja. Airlangga mengatakan upaya tersebut ditempuh melalui pelatihan vokasi, program magang, serta berbagai kebijakan yang mendukung penurunan tingkat pengangguran.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Menko Airlangga?
Menko Airlangga is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Menko Airlangga matter?
Menko Airlangga matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
