Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Laporan BPS: Penduduk Miskin di Indonesia Berkurang 430 Ribu Orang

Daniel Jackson - tajukpublik.com 3 mins read 1 views

Laporan BPS terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik memberikan gambaran positif mengenai kondisi ekonomi masyarakat Indonesia. Berdasarkan hasil

Laporan BPS: Penduduk Miskin di Indonesia Berkurang 430 Ribu Orang

Laporan BPS: Penurunan Kemiskinan Indonesia Capai 430 Ribu Jiwa

Tajukpublik.com – Laporan BPS terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik memberikan gambaran positif mengenai kondisi ekonomi masyarakat Indonesia. Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilaksanakan pada Maret 2026, tercatat sebanyak 22,93 juta warga masih berada di bawah garis kemiskinan. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 430 ribu jiwa apabila dibandingkan dengan data September 2025. Penurunan ini menjadi indikator bahwa program pengentasan kemiskinan terus menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Penelitian ini melibatkan 345 ribu rumah tangga sebagai responden. Sampel tersebut tersebar merata di seluruh 38 provinsi serta 514 kabupaten dan kota di Indonesia. Metodologi survei ini menjadi dasar perhitungan resmi mengenai status ekonomi masyarakat. Dalam laporan BPS ini, setiap komponen pengeluaran rumah tangga dianalisis secara detail untuk memastikan akurasi data kemiskinan nasional.

Definisi dan Perhitungan Garis Kemiskinan

M. Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik, menjelaskan definisi penduduk miskin dalam keterangan persnya. Ia menyatakan bahwa penduduk dikategorikan miskin apabila pengeluaran mereka berada di bawah garis kemiskinan yang ditetapkan. Penjelasan ini menjadi acuan penting bagi para peneliti dan pembuat kebijakan dalam memahami dinamika kemiskinan.

“Garis kemiskinan pada Maret 2026 sebesar Rp669.235 per kapita per bulan atau naik 4,33 persen dari September 2025,” kata M. Edy Mahmud di gedung BPS, Rabu, 5 Agustus 2026.

Komponen makanan memiliki pengaruh paling dominan terhadap penentuan garis kemiskinan, yakni mencapai 74,7 persen. Sementara itu, kontribusi komoditas bukan makanan hanya sebesar 25,3 persen. Dengan asumsi rata-rata satu rumah tangga miskin memiliki 4 hingga 5 anggota keluarga, maka batas kemiskinan per rumah tangga ditetapkan sebesar Rp3.091.866 per bulan. Angka ini menjadi tolok ukur penting dalam berbagai program bantuan sosial pemerintah.

Kesenjangan Wilayah Perkotaan dan Pedesaan

Menurut Edy, tren penurunan jumlah penduduk miskin telah berlangsung konsisten sejak Maret 2023 hingga Maret 2026. Meskipun demikian, kesenjangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masih tergolong cukup lebar. Laporan BPS ini menyoroti bahwa masyarakat pedesaan masih menghadapi tantangan lebih besar dalam hal akses terhadap layanan dasar dan peluang ekonomi.

Pada Maret 2026, tingkat kemiskinan di daerah perkotaan tercatat sebesar 6,34 persen. Angka ini mengalami penurunan 0,26 persen dibandingkan periode September 2025. Di sisi lain, kemiskinan di pedesaan mencapai 10,67 persen, dengan penurunan sebesar 0,05 persen dari data September 2025. Perbedaan ini menunjukkan perlunya strategi yang berbeda untuk masing-masing wilayah.

Implikasi bagi Kebijakan Publik

Penurunan angka kemiskinan ini memberikan sinyal positif bagi pemerintah dalam merancang kebijakan ekonomi ke depan. Laporan BPS ini juga menjadi referensi penting bagi berbagai lembaga internasional dalam menilai kemajuan Indonesia. Dengan adanya data yang akurat, program-program seperti bantuan langsung tunai dan pengembangan UMKM dapat lebih tepat sasaran.

Para ahli ekonomi juga mencatat bahwa penurunan kemiskinan ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang stabil. Namun, tantangan tetap ada terutama dalam hal pemerataan pembangunan antar wilayah. Laporan BPS ini akan terus dipantau oleh para pemangku kepentingan untuk memastikan bahwa tren positif ini berlanjut.

Frequently Asked Questions

Berapa total penduduk miskin di Indonesia berdasarkan data terbaru? Berdasarkan laporan BPS Maret 2026, jumlah penduduk miskin mencapai 22,93 juta orang.

Apa yang menyebabkan penurunan angka kemiskinan? Penurunan ini disebabkan oleh berbagai faktor termasuk pertumbuhan ekonomi, program bantuan sosial, dan peningkatan daya beli masyarakat.

Berapa persentase penurunan kemiskinan dari September 2025? Terdapat penurunan sebesar 430 ribu jiwa atau sekitar 1,85 persen dari total penduduk miskin sebelumnya.

Apakah perbedaan kemiskinan perkotaan dan pedesaan masih signifikan? Ya, kemiskinan pedesaan (10,67%) masih lebih tinggi dibandingkan perkotaan (6,34%) meskipun keduanya mengalami penurunan.

Kapan data ini dirilis secara resmi? Laporan BPS ini dirilis pada Rabu, 5 Agustus 2026 di gedung BPS Jakarta.

Gabung diskusi