Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Kemenperin Dorong Industri Alas Kaki dan Tekstil Naik Kelas lewat Teknologi

Elizabeth Jones - tajukpublik.com 3 mins read 1 views

Jakarta — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Dorong Industri Alas Kaki dan Tekstil untuk naik kelas melalui adopsi teknologi mutakhir. Pameran yang kini

Kemenperin Dorong Industri Alas Kaki dan Tekstil Naik Kelas lewat Teknologi

Transformasi Industri Alas Kaki dan Tekstil Melalui Inovasi Teknologi

Tajukpublik.com – Jakarta — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Dorong Industri Alas Kaki dan Tekstil untuk naik kelas melalui adopsi teknologi mutakhir. Pameran yang kini memasuki edisi ke-19 ini menghadirkan ruang kolaborasi bagi seluruh elemen pelaku usaha. ILF Expo 2026 dan IGT Expo 2026 menjadi platform strategis untuk menelaah perkembangan teknologi terkini, memperluas jaringan bisnis, serta membuka peluang kerja sama di pasar domestik dan internasional. Hal tersebut disampaikan oleh CEO Krista Exhibitions, Daud Salim, yang menjelaskan bahwa acara ini mempertemukan produsen, pemasok, distributor, investor, asosiasi, serta pembeli dari berbagai negara.

Peserta yang hadir mencapai 210 entitas dari 14 negara, termasuk 50 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia. Berbagai produk dan teknologi dipamerkan, mulai dari bahan baku, produk kulit, alas kaki, tekstil, garmen, aksesori, hingga mesin produksi. Kehadiran pameran ini menunjukkan antusiasme tinggi dari pelaku industri dalam mengadopsi inovasi terbaru untuk meningkatkan daya saing.

Strategi Kemenperin untuk Daya Saing Global

Kemenperin Dorong Industri Alas Kaki dan sektor terkait untuk menghasilkan produk bernilai tambah tinggi. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, transformasi tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas produksi. Tetapi juga mencakup penguatan inovasi, modernisasi teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penerapan industri hijau. Langkah-langkah ini dirancang agar industri nasional mampu bersaing di kancah global.

Keberlanjutan bukan menjadi beban, tetapi harus menjadi keunggulan daya saing. Dunia saat ini tidak hanya membeli produknya dan melihat bagaimana barang itu diproduksi, apakah ramah lingkungan dan adil bagi pekerjanya.

Agus menyampaikan pernyataan tersebut saat membuka Indo Leather & Footwear (ILF) Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026. Menurutnya, industri alas kaki dan tekstil selama ini menjadi salah satu sektor manufaktur yang berkontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja. Namun, persaingan global menuntut pelaku industri untuk memperkuat desain produk, memperbarui mesin produksi, dan memenuhi standar keberlanjutan.

Agus juga meminta pelaku industri memanfaatkan peluang dari implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA). Yang diharapkan dapat memperluas akses ekspor produk nasional ke pasar Eropa. Dengan perjanjian ini, pelaku industri diharapkan dapat meningkatkan volume ekspor dan mengurangi ketergantungan pada pasar domestik.

Kita harus membanjiri produk Indonesia di negara lain. Bukan malah membanjiri produk negara lain di Indonesia.

Peluang dan Tantangan di Masa Depan

Sementara itu, dalam perkembangan terkait, Wamenaker juga menekankan pentingnya pelatihan vokasi untuk memperkuat kesiapan tenaga kerja. Di sisi lain, Kemenperin juga menginisiasi Bank Emas untuk memperkuat pasokan bahan baku industri perhiasan nasional. Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendukung ekosistem industri yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Adopsi teknologi digital menjadi kunci utama dalam transformasi industri. Banyak perusahaan yang mulai mengintegrasikan sistem otomatisasi dan artificial intelligence dalam proses produksi. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mengurangi biaya operasional secara signifikan. Pelaku industri yang mampu beradaptasi dengan cepat akan mendapatkan keuntungan kompetitif yang lebih besar.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Transformasi Industri

Apa itu ILF Expo 2026? ILF Expo 2026 adalah pameran industri alas kaki dan kulit terbesar di Indonesia yang memasuki edisi ke-19. Pameran ini menghadirkan berbagai inovasi teknologi dan produk terbaru dari dalam maupun luar negeri.

Berapa banyak peserta yang hadir dalam pameran? Pameran ini dihadiri oleh 210 entitas dari 14 negara, termasuk 50 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia.

Apa peran IEU-CEPA bagi industri nasional? Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) diharapkan dapat memperluas akses ekspor produk nasional ke pasar Eropa, sehingga meningkatkan volume penjualan dan pendapatan industri.

Bagaimana teknologi membantu transformasi industri? Teknologi digital seperti otomatisasi dan artificial intelligence membantu meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan kualitas produk secara keseluruhan.

Apa itu Bank Emas yang inisiasi oleh Kemenperin? Bank Emas adalah inisiatif pemerintah untuk memperkuat pasokan bahan baku industri perhiasan nasional, sehingga mengurangi ketergantungan pada impor dan mendukung kemandirian industri.

Gabung diskusi