Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Makro

New Policy: Industri Agro Indonesia Perluas Peluang di Pasar Eurasia lewat INNOPROM 2026

Karen Williams - tajukpublik.com 4 mins read 5 views

New Policy: Industri Agro Indonesia Memperluas Pasar Eurasia di INNOPROM 2026 New Policy menjadi pusat perhatian dalam upaya Indonesia meningkatkan ekspor

New Policy: Industri Agro Indonesia Perluas Peluang di Pasar Eurasia lewat INNOPROM 2026

New Policy: Industri Agro Indonesia Memperluas Pasar Eurasia di INNOPROM 2026

New Policy menjadi pusat perhatian dalam upaya Indonesia meningkatkan ekspor sektor agro-industri ke pasar Eurasia. Sebanyak sembilan perusahaan dari sektor agro dan pengolahan pangan mengikuti acara INNOPROM 2026 di Kota Ekaterinburg, Rusia, sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat hubungan perdagangan dan menjajaki peluang kerja sama dengan pasar Eurasia. Kementerian Perindustrian menganggap partisipasi ini sebagai langkah strategis dalam memperluas akses ekspor dan menciptakan kemitraan industri yang lebih kuat dengan EAEU. Dengan New Policy, pemerintah berharap mengejar pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui ekspor komoditas pangan berkualitas tinggi ke negara-negara di wilayah Eurasia.

Menurut Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita, sektor agro-industri adalah salah satu pilar utama industri manufaktur Indonesia. Ketersediaan sumber daya alam yang melimpah dan kemampuan menghasilkan produk bernilai tambah menjadi keunggulan kompetitif yang bisa dimanfaatkan untuk menembus pasar internasional. “Dengan sumber daya alam yang melimpah dan produk bernilai tambah, kami percaya sektor agro bisa bersaing secara global,” ujar Agus dalam pernyataan yang dilansir RRI, Kamis, 9 Juli 2026. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menerapkan New Policy untuk mendorong industri agro menjadi lebih kompetitif di kancah internasional.

Kinerja Positif Industri Agro Indonesia

Industri agro nasional telah menunjukkan peningkatan konsisten dalam beberapa tahun terakhir, dengan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Pada kuartal pertama 2026, sektor ini menyumbang 52,37 persen dari PDB Indonesia, tumbuh 5,70 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Selain menjadi kontributor utama bagi industri manufaktur, sektor agro juga menyerap sekitar 10 juta pekerja, menunjukkan pentingnya industri ini dalam memperkuat kemandirian pangan dan perekonomian nasional. Dalam periode yang sama, nilai ekspor mencapai 18,92 miliar dolar AS, dengan surplus perdagangan sebesar 13,78 miliar dolar AS. Angka-angka ini menegaskan bahwa New Policy telah menciptakan fondasi kuat untuk ekspansi ke pasar internasional.

Dalam rangka meningkatkan kinerja, pemerintah terus melakukan reformasi struktural dalam sektor agro-industri. Dengan New Policy, regulasi dan kebijakan baru diharapkan bisa mengefisienkan rantai pasok, meningkatkan kualitas produk, dan mempercepat proses ekspor. Selain itu, pemerintah juga memberikan dukungan keuangan dan teknis kepada pelaku industri agro untuk memastikan mereka siap menghadapi persaingan global. Perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi dalam INNOPROM 2026, seperti PT Surya Jaya Food dan PT Indofood, menjadi contoh nyata dari keberhasilan New Policy dalam membuka peluang pasar baru.

INNOPROM 2026 sebagai Platform Strategis

INNOPROM 2026 berlangsung di Kota Ekaterinburg, Rusia, merupakan platform utama untuk industri pengolahan pangan dan agro-ekspor. Acara ini memberikan kesempatan bagi perusahaan Indonesia untuk memperkenalkan produk seperti kopi, cokelat, dan produk makanan kemasan kepada para mitra dan pembeli dari EAEU. Putu Juli Ardika, Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, menyatakan bahwa New Policy memberikan kemudahan dalam membangun kemitraan dengan negara-negara EAEU. “Kolaborasi antara Indonesia dan Rusia bisa menghasilkan peluang kerja sama yang luas,” tambah Putu dalam wawancara eksklusif dengan RRI. Ia menekankan bahwa INNOPROM 2026 menjadi wadah untuk memperluas jaringan perdagangan dan meningkatkan kualitas produk yang dipasarkan di Eurasia.

Sebagai bagian dari New Policy, Kementerian Perindustrian juga mendorong inisiatif seperti pengembangan kawasan industri agro dan penguatan keterlibatan dalam forum ekonomi internasional. Dalam acara INNOPROM, para pengusaha Indonesia menunjukkan keberagaman produk dan kemampuan inovasi dalam memenuhi standar internasional. Misalnya, produk pangan olahan Indonesia seperti sosis, tempe, dan biskuit telah menarik minat pembeli dari Rusia dan negara-negara lain di EAEU. Dengan New Policy, pemerintah berkomitmen untuk memperkuat jaringan ekspor dan meningkatkan daya saing industri agro Indonesia di pasar Eurasia.

Manfaat Kebijakan Baru untuk Industri Agro

Kebijakan baru yang diterapkan pemerintah, atau New Policy, memberikan dampak signifikan bagi industri agro. Pertama, New Policy membuka akses ke pasar baru melalui perjanjian dagang dengan EAEU. Kedua, kebijakan ini mendorong pengurangan biaya produksi dan logistik dengan menyederhanakan proses impor dan ekspor. Ketiga, New Policy meningkatkan kualitas produk melalui bantuan teknis dan pelatihan untuk pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Hasil dari partisipasi dalam INNOPROM 2026, menurut analis ekonomi, akan memperkuat kepercayaan pelaku ekonomi global terhadap produk Indonesia. “Dengan New Policy, kami optimis ekspor sektor agro bisa meningkat hingga 20 persen dalam tiga tahun ke depan,” prediksi seorang ahli ekonom di Jakarta.

Sebagai bagian dari New Policy, pemerintah juga memprioritaskan penguatan kerja sama bilateral dengan negara-negara Eurasia. Rusia, sebagai salah satu negara anggota EAEU, menjadi prioritas utama karena potensi pasar yang besar dan kesamaan kebijakan perdagangan. INNOPROM 2026 diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun hubungan ekspor yang lebih kuat dan berkelanjutan. Selain itu, kebijakan ini juga mencakup pengembangan infrastruktur logistik dan transportasi untuk mempercepat distribusi produk ke luar negeri. Dengan New Policy, pemerintah menyediakan dukungan yang lebih terarah untuk memastikan industri agro Indonesia dapat berkompetisi dengan negara-negara besar seperti Rusia, Jerman, dan Tiongkok.

Kebijakan ini tidak hanya berfokus pada ekspor, tetapi juga pada penguatan rantai pasok domestik. Dengan New Policy, Kementerian Perindustrian melakukan peningkatan efisiensi produksi dan pengurangan biaya bahan baku. Dukungan ini sangat penting karena biaya produksi yang rendah bisa menjadi daya tarik bagi pembeli internasional. Pada INNOPROM 2026, para pengusaha Indonesia menampilkan produk yang telah memenuhi standar kualitas internasional, seperti sertifikasi halal dan ekologis. “Dengan New Policy, kami bisa memastikan produk Indonesia diterima dengan baik di pasar Eurasia,” kata salah satu pengusaha agro-industri yang hadir. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan baru adalah langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Gabung diskusi