Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Kriminalitas

Paminal Polda Metro Jaya Periksa Kasat Narkoba Polres Tangsel

Patricia Jackson - tajukpublik.com 3 mins read 6 views

Pejabat Kepala Satuan Narkoba Polres Tangerang Selatan, AKP Pardiman, saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan intensif oleh Biro Pengamanan Internal

Paminal Polda Metro Jaya Periksa Kasat Narkoba Polres Tangsel

Paminal Polda Metro Jaya Periksa Kasat Narkoba Polres Tangsel Terkait Kasus Etomidate dan Penyalahgunaan Narkotika

Tajukpublik.com – Pejabat Kepala Satuan Narkoba Polres Tangerang Selatan, AKP Pardiman, saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan intensif oleh Biro Pengamanan Internal (Paminal) Polda Metro Jaya. Pendalaman dilakukan dalam dua aspek utama, yaitu tanggung jawab pengawasan terhadap bawahan serta dugaan penyalahgunaan narkotika yang melibatkan dirinya secara tidak langsung. Proses ini menjadi perhatian penting mengingat posisi strategis AKP Pardiman dalam struktur kepolisian di wilayah Tangerang Selatan.

Kombes Pol Budi Hermanto, yang menjabat sebagai Kabid Humas Polda Metro Jaya, memberikan klarifikasi resmi bahwa AKP Pardiman bersama lima petugas lain tidak terlibat langsung dalam kasus kepemilikan narkotika tersebut. Sementara itu, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri sedang menangani perkara kepemilikan sebanyak 200 cartridge etomidate. Dalam perkara ini, dua anggota kepolisian telah ditetapkan sebagai tersangka, yaitu DD yang merupakan Kepala Unit Satres Narkoba Tangsel dan MR dari Polda Aceh.

“Saat ini ada enam petugas yang masih menjalani pemeriksaan oleh Paminal Polda Metro Jaya,” ujarnya, Senin 27 Juli 2026.

“Termasuk di antaranya Kasat Narkoba Polres Tangsel, AKP Pardiman.”

Proses Pemeriksaan Paminal Polda Metro Jaya Terhadap AKP Pardiman

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, AKP Pardiman dan lima anggota lainnya tidak terlibat dalam kepemilikan 200 cartridge etomidate. Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan bahwa meskipun salah satu tersangka merupakan anak buah AKP Pardiman, mereka tidak terkait secara langsung. Hal ini menunjukkan bahwa pemeriksaan yang dilakukan Paminal Polda Metro Jaya lebih fokus pada aspek kepemimpinan dan pengawasan, bukan keterlibatan langsung dalam kasus.

“Mereka tidak terkait dengan dua orang yang ditahan Bareskrim, walaupun salah satunya merupakan anak buah AKP Pardiman,” katanya.

Menurut Budi, pemeriksaan terhadap AKP Pardiman dan rekan-rekannya berkaitan erat dengan tanggung jawab kepemimpinannya dalam hal pengawasan barang bukti. Untuk dugaan penyalahgunaan narkoba, proses pendalaman masih terus berlangsung. Sebagai seorang Kasat, terdapat pertanggungjawaban jabatan terkait pengawasan yang harus dipenuhi. Ini menjadi dasar utama mengapa AKP Pardiman harus menjalani proses pemeriksaan oleh Paminal Polda Metro Jaya.

“Sebagai seorang Kasat, ada pertanggungjawaban jabatan tentang pengawasan,” ujarnya.

“Hal ini untuk mendalami apakah yang bersangkutan mengetahui anggotanya melakukan pelanggaran tentang narkotika.”

Peran Bareskrim dalam Penanganan Kasus Etomidate

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri memainkan peran krusial dalam penanganan kasus kepemilikan 200 cartridge etomidate. Kasus ini melibatkan dua tersangka utama, yaitu DD dari Satres Narkoba Tangsel dan MR dari Polda Aceh. Sementara itu, AKP Pardiman dan lima petugas lainnya menjalani pemeriksaan terpisah yang difokuskan pada aspek pengawasan dan tanggung jawab jabatan.

Kasus etomidate ini menjadi perhatian serius karena jumlah cartridge yang cukup besar dan melibatkan petugas dari berbagai daerah. Proses pemeriksaan oleh Paminal Polda Metro Jaya terhadap AKP Pardiman diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai sejauh mana tanggung jawab kepemimpinan dalam kasus ini. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami bahwa proses hukum berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

Implikasi Terhadap Struktur Kepolisian Tangsel

Pemeriksaan yang dilakukan Paminal Polda Metro Jaya terhadap AKP Pardiman memiliki implikasi penting terhadap struktur kepolisian di Tangerang Selatan. Sebagai Kasat Narkoba, AKP Pardiman memiliki tanggung jawab besar dalam mengawasi seluruh aktivitas Satres Narkoba Tangsel. Proses ini juga menjadi evaluasi terhadap sistem pengawasan internal yang telah diterapkan selama ini.

Dengan adanya klarifikasi dari Kombes Pol Budi Hermanto, publik dapat memahami bahwa proses hukum berjalan transparan dan adil. AKP Pardiman dan lima petugas lainnya tidak terlibat langsung dalam kasus, namun tetap harus menjalani pemeriksaan untuk memastikan tidak ada pelanggaran prosedur yang terjadi. Hal ini menunjukkan komitmen Polri dalam menjaga integritas dan profesionalisme di seluruh jenjang organisasi.

Gabung diskusi