Latest Program: Banggar DPR RI Apresiasi Kinerja DJP dan DJBC Kepulauan Riau
Latest Program: Banggar DPR RI Apresiasi Kinerja DJP dan DJBC Batam Latest Program - Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Kota Batam, Badan Anggaran (Banggar)
Latest Program: Banggar DPR RI Apresiasi Kinerja DJP dan DJBC Batam
Latest Program – Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Kota Batam, Badan Anggaran (Banggar) DPR RI memberikan apresiasi terhadap hasil kerja Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kepulauan Riau. Kinerja kedua lembaga tersebut dinilai sangat baik dalam mendukung pendapatan negara, terlepas dari tekanan ekonomi global yang semakin menguat. Latest Program yang dijalankan oleh Kementerian Keuangan terus memberikan dampak positif dalam meningkatkan ketaatan wajib pajak dan optimisasi penerimaan negara.
Kepulauan Riau, khususnya Batam, menjadi fokus Latest Program karena posisinya sebagai pusat industri dan perdagangan di Indonesia bagian tenggara. Meski menghadapi tantangan dari perlambatan ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik, daerah ini berhasil mempertahankan pertumbuhan pendapatan pajak dan kepabeanan. Anggota Banggar, Syarief Abdullah Alkadrie, mengungkapkan bahwa kontribusi pendapatan dari kedua lembaga tersebut adalah salah satu bukti keberhasilan Latest Program dalam mengakselerasi penerimaan negara.
“Kinerja Kantor Wilayah DJP dan DJBC Batam dalam Latest Program sangat luar biasa. Dengan berbagai inisiatif yang dijalankan, mereka berhasil meningkatkan efisiensi penerimaan pajak, sekaligus memperkuat kerja sama dengan BP Batam,” ujar Syarief dalam pernyataan yang dilansir oleh RRI, Minggu, 5 Juli 2026.
Syarief menambahkan bahwa Latest Program telah berdampak signifikan pada kepatuhan wajib pajak di Batam. Ia menekankan bahwa daerah ini memiliki lebih dari 10.000 perusahaan, dengan sebagian besar bergerak di bidang industri manufaktur dan perdagangan. Potensi pajak dan kepabeanan yang dimiliki Kepulauan Riau, khususnya di Batam, diperkirakan masih bisa digali lebih dalam. Latest Program juga didukung oleh kebijakan tax holiday yang diberikan kepada investor, yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal.
Menurut Djaka Budhi Utama, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, pendapatan negara di Kepulauan Riau mencapai Rp9,255 triliun hingga 30 Juni 2026, naik 38,76% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan perpajakan mencapai Rp6,969 triliun, sedangkan pendapatan bukan pajak mencapai Rp2,287 triliun. Latest Program berkontribusi dalam meningkatkan realisasi pendapatan dari segi kepabeanan, terutama melalui peningkatan pemeriksaan dan monitoring aktivitas perusahaan.
Kepala Kantor Wilayah DJP Kepulauan Riau menegaskan bahwa pendapatan pajak hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp6,47 triliun. Pajak Penghasilan menjadi sumber utama pendapatan, karena status Batam sebagai zona bebas perdagangan memberikan fasilitas pajak yang menarik. Latest Program juga mendorong penggunaan teknologi dalam penagihan pajak, sehingga efisiensi proses meningkat. “Implementasi Coretax dalam Latest Program telah berhasil mengurangi praktik penghindaran pajak, sekaligus mendorong kepatuhan wajib pajak secara sukarela,” kata pihak DJP.
Kemitraan Pemerintah dan BP Batam Diperkuat
Sinergi antara Kementerian Keuangan dan BP Batam terus diperkuat melalui Latest Program. Kebijakan tax holiday yang diberikan kepada investor di Batam menjadi salah satu strategi utama dalam meningkatkan penanaman modal. DJBC juga melibatkan BP Batam dalam pengawasan pemberian fasilitas pajak tersebut, sehingga memastikan efektivitas Latest Program dalam menciptakan lingkungan usaha yang kondusif.
Puteri Komarudin, anggota Banggar DPR RI, mengusulkan evaluasi terhadap kebijakan tax allowance yang diberikan. Ia menekankan bahwa Latest Program harus diiringi evaluasi berkala untuk memastikan manfaat insentif fiskal benar-benar dirasakan oleh sektor strategis, seperti energi dan infrastruktur. “Evaluasi ini penting untuk melihat apakah Latest Program masih relevan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Batam, atau perlu disesuaikan dengan kondisi baru,” tambah Puteri.
