Mighrul Lappung Bersatu Perkuat Upaya Pelestarian Bahasa Lampung
Jakarta – Organisasi Mighrul Lappung Bersatu (MLB) terus menggalakkan program pelestarian Bahasa Lampung. Langkah ini diambil guna memastikan generasi muda
Mighrul Lappung Bersatu Perkuat Upaya Pelestarian Bahasa Lampung
Tajukpublik.com – Jakarta – Organisasi Mighrul Lappung Bersatu (MLB) terus menggalakkan program pelestarian Bahasa Lampung. Langkah ini diambil guna memastikan generasi muda tidak hanya mengenal, tetapi juga aktif menggunakan bahasa daerah mereka dalam kehidupan sehari-hari. Dwita Ria Gunadi, sebagai Ketua Umum DPP MLB, menjelaskan bahwa pelestarian bahasa merupakan salah satu agenda utama yang telah dijalankan sejak organisasi ini berdiri.
Program tersebut telah berjalan sinergis bersama Universitas Lampung melalui serangkaian kegiatan pembelajaran. Dwita menyebutkan bahwa tim mereka telah menyusun kamus percakapan yang mencakup dua dialek, yaitu O dan A. Selain itu, tercatat sudah 16 kali pertemuan kelas daring untuk kursus Bahasa Lampung telah diselenggarakan. Pernyataan ini disampaikan Dwita setelah acara Pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah DKI Jakarta untuk periode 2026 hingga 2031, yang berlangsung di Jakarta pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Bahasa Daerah di Ambang Kepunahan
Menurut Dwita, tujuan utama kursus tersebut adalah mengajak masyarakat Lampung untuk kembali menggunakan bahasa daerah dalam aktivitas sehari-hari. Ia menilai bahwa kesadaran sebagian masyarakat untuk berbicara dalam Bahasa Lampung mulai menurun. Oleh karena itu, upaya pelestarian harus terus digalakkan. Ia menambahkan bahwa banyak orang Lampung saat ini merasa malu untuk menggunakan bahasa mereka sendiri. Untuk mengatasi hal ini, anggota Mighrul dibiasakan berbicara dalam Bahasa Lampung saat bertemu atau menghadiri rapat.
“Karena untuk mengajak masyarakat Lampung, khususnya juga orang Lampung, sekarang ini malu bahasa Lampung. Jadi kami di Mighrul ini dibiasakan kalau bertemu, kalau rapat pakai Bahasa Lampung,” ujarnya.
Dwita berharap Bahasa Lampung tetap menjadi bahasa utama di daerah asalnya sekaligus dikenal oleh masyarakat luas. Tidak hanya fokus pada bahasa, MLB juga mengembangkan berbagai program pelestarian adat dan budaya Lampung. Program-program ini mencakup pelestarian wastra, tradisi mosok, hingga penyusunan buku kuliner khas Lampung. Tujuannya adalah menjaga identitas budaya Lampung agar tetap dikenal oleh generasi muda.
Sinergi Pelestarian Budaya
Septriana Tangkary, sebagai Ketua DPW MLB DKI Jakarta, berharap seluruh anggota terus bersinergi dalam melestarikan warisan budaya Lampung. Ia menekankan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama, termasuk bagi generasi muda yang berada di perantauan. Septriana menyatakan bahwa melalui Mighrul Lappung, ia berharap semua orang dapat terus bekerja sama dalam memperkuat, melestarikan, dan mengembangkan budaya Lampung. Ia juga berharap organisasi ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk bergandengan tangan merasakan bahwa Lampung adalah milik bersama.
“Melalui Mighrul Lappung, saya berharap kita semua dapat terus bersinergi dalam memperkuat, melestarikan dan mengembangkan budaya Lampung. Kepada generasi muda, khususnya kami berharap bisa bersama-sama bergandeng tangan memperkuat dan merasakan Lampung milik kita bersama,” katanya.
Septriana juga menjelaskan bahwa Mighrul Lappung berfungsi sebagai wadah untuk mempererat silaturahmi dan memperkokoh persaudaraan perempuan Lampung di berbagai daerah. Ia berharap organisasi ini menjadi ruang berkarya, saling menguatkan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat Lampung di perantauan.
Pentingnya Kebiasaan Berbahasa Lampung
Purnama Wulan Sari Mirza, sebagai Dewan Penasehat MLB, mengatakan bahwa pelestarian Bahasa Lampung perlu terus diperkuat melalui berbagai kegiatan organisasi. Ia menekankan bahwa penggunaan Bahasa Lampung harus terus dibiasakan agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman. Di Lampung, sudah ada kebiasaan berbahasa Lampung setiap hari Kamis. Ia berharap di DKI Jakarta juga akan diadakan agenda rutin yang semuanya berbahasa Lampung, sehingga bahasanya tetap bisa dipakai.
“Di Lampung, alhamdulillah sudah berjalan setiap Kamis berbahasa Lampung. Mudah-mudahan di DKI juga nanti bisa diadakan agenda rutin yang memang semuanya berbahasa Lampung, jadi bahasanya tetap bisa dipakai,” kata Ketua DP PKK Provinsi Lampung yang akrab disapa Batin Wulan itu.
Purnama Wulan Sari Mirza juga menegaskan bahwa MLB dibentuk untuk bersama-sama melestarikan adat dan budaya Lampung di berbagai daerah. Ia menyatakan bahwa pelestarian budaya tersebut merupakan tanggung jawab bersama agar tetap diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menambahkan bahwa Mighrul Lappung dibentuk untuk sama-sama melestarikan adat budaya Lampung. Ia bertanya, “Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” ujarnya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Mighrul Lappung Bersatu Perkuat Upaya Pelestarian?
Mighrul Lappung Bersatu Perkuat Upaya Pelestarian is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Mighrul Lappung Bersatu Perkuat Upaya Pelestarian matter?
Mighrul Lappung Bersatu Perkuat Upaya Pelestarian matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
