Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Kesehatan

BPOM Temukan Obat Palsu Codrela dan Trivam Fliege Tanpa Izin Edar

Patricia Jackson - tajukpublik.com 3 mins read 10 views

BPOM Temukan Obat Palsu Codrela dan Trivam Fliege Tanpa Izin Edar BPOM Temukan Obat Palsu Codrela dan Trivam - Dalam upaya meningkatkan kualitas dan

BPOM Temukan Obat Palsu Codrela dan Trivam Fliege Tanpa Izin Edar

BPOM Temukan Obat Palsu Codrela dan Trivam Fliege Tanpa Izin Edar

BPOM Temukan Obat Palsu Codrela dan Trivam – Dalam upaya meningkatkan kualitas dan keselamatan produk farmasi di pasar Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap temuan penting terkait adanya obat palsu Codrela dan Trivam Fliege yang beredar tanpa izin. BPOM Temukan Obat Palsu Codrela menjadi topik utama yang diperhatikan masyarakat, terutama karena produk ini berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi konsumen. Temuan ini dilakukan melalui pengawasan yang intensif terhadap berbagai jalur distribusi, baik secara offline maupun daring, seperti marketplace dan toko online. Dengan adanya temuan ini, BPOM berupaya untuk memastikan bahwa produk farmasi yang dijual di pasar Indonesia memenuhi standar keamanan dan khasiat yang diharapkan.

Deteksi Obat Palsu di Berbagai Jalur Distribusi

BPOM Temukan Obat Palsu Codrela dalam rangkaian pengawasan terhadap produk yang diperdagangkan di luar sistem resmi. Informasi tentang peredaran obat palsu ini diperoleh dari hasil inspeksi yang dilakukan oleh unit pelaksana teknis BPOM di beberapa daerah, termasuk Jawa Timur, yang menjadi salah satu pusat distribusi obat ilegal. Selain Codrela, Trivam Fliege juga menjadi perhatian karena ditemukan dalam bentuk yang tidak terdaftar secara resmi. Kedua produk ini beredar di pasar tanpa memiliki nomor izin edar, sehingga konsumen tidak mengetahui keaslian dan kualitasnya.

Dalam pengujian laboratorium, BPOM memastikan bahwa obat palsu Codrela tidak mengandung kodein seperti yang tercantum pada kemasan. Alhasil, produk ini mengandung dektrometorfan dan klorfeniramin maleat (CTM), yang memiliki efek sedatif namun kurang efektif dalam mengatasi gejala gangguan pernapasan. Penemuan ini mengungkap adanya upaya penipuan yang menyasar konsumen yang membutuhkan obat-obatan untuk penyakit tertentu, seperti pilek atau asma. BPOM juga mengungkap adanya Trivam Fliege yang tidak resmi, dengan kandungan propofol sebanyak 20 miligram, yang berbeda dari standar produksi resmi.

Hasil pengujian laboratorium menjadi bukti kuat bahwa obat palsu ini menyalahi regulasi yang berlaku. Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menekankan bahwa obat-obatan yang beredar tanpa izin bisa membahayakan kesehatan, terutama jika dikonsumsi dalam jangka panjang. “BPOM Temukan Obat Palsu Codrela adalah bagian dari upaya menyelamatkan masyarakat dari produk yang tidak dapat dipercaya,” jelas Taruna Ikrar saat memberikan pernyataan di Jakarta pada Senin, 4 Mei 2026. Dia menambahkan bahwa BPOM telah melakukan pengawasan lebih ketat terhadap produk-produk tertentu, khususnya yang memiliki risiko penyalahgunaan di kalangan generasi muda.

”BPOM Temukan Obat Palsu Codrela memberikan gambaran bahwa distribusi obat ilegal masih marak, terutama di era digital. Kita harus meningkatkan kesadaran konsumen untuk memeriksa keaslian produk sebelum membelinya,” tutur Taruna Ikrar.

BPOM juga mengungkap bahwa jumlah produk palsu di marketplace terus meningkat. Dari tahun 2023 hingga Maret 2026, lembaga ini telah mengidentifikasi 183 tautan yang menjual Trivam Fliege palsu. Temuan ini memperlihatkan adanya ketidakseragaman dalam kualitas produk, baik dalam kemasan maupun bahan aktifnya. Karena itu, BPOM mengimbau masyarakat untuk membeli obat dari sumber resmi dan memperhatikan label serta informasi produk.

Isu Kesehatan dan Penyalahgunaan Obat Palsu

Obat palsu Codrela dan Trivam Fliege menjadi ancaman serius karena berpotensi menyebabkan efek samping yang tidak terduga. Propofol yang terkandung dalam Trivam Fliege, misalnya, bisa digunakan oleh pelaku kejahatan untuk menurunkan kesadaran korban, seperti dalam kasus penipuan atau penggunaan ilegal. Sementara Codrela, meskipun memiliki efek sedatif, tidak memberikan manfaat yang sama seperti kodein yang seharusnya terkandung di dalamnya. Dampaknya, konsumen mungkin mengalami efek samping berlebihan atau gagal mendapatkan pengobatan yang tepat.

BPOM Temukan Obat Palsu Codrela juga memicu perhatian para dokter dan ahli kesehatan. “Risiko obat palsu ini sangat besar, terutama karena banyak orang mengandalkan produk yang tidak terdaftar,” kata Dr. Dian Suryani, spesialis penyakit dalam. Menurutnya, produk ilegal ini sering kali dijual dengan harga lebih murah, sehingga menarik perhatian konsumen yang ingin menghemat biaya. Namun, keuntungan ini bisa berubah menjadi kerugian jika konsumen tidak mengetahui keaslian produk.

Dalam upaya meningkatkan keamanan, BPOM telah memperketat pengawasan terhadap berbagai jenis obat. Pihaknya juga bekerja sama dengan platform daring untuk memblokir penjual produk palsu dan memberi informasi ke masyarakat. Selain itu, BPOM menekankan pentingnya sertifikasi dan nomor izin edar sebagai indikator keaslian produk. “Konsumen perlu memperhatikan detail kemasan dan memastikan bahwa produk yang dibeli memiliki izin dari BPOM,” pesan Taruna Ikrar.

Gabung diskusi