Revitalisasi Candi Prambanan Ditargetkan Dongkrak Wisata dan Ekonomi Budaya
Proyek revitalisasi Candi Prambanan ditargetkan dongkrak kunjungan wisata sekaligus memperkuat fondasi ekonomi budaya di Indonesia. Melalui serangkaian upaya
Revitalisasi Candi Prambanan: Menghidupkan Warisan dan Mendorong Ekonomi
Tajukpublik.com – Proyek revitalisasi Candi Prambanan ditargetkan dongkrak kunjungan wisata sekaligus memperkuat fondasi ekonomi budaya di Indonesia. Melalui serangkaian upaya pemugaran dan pengembangan infrastruktur, kawasan candi ini diproyeksikan dapat bertransformasi menjadi living heritage—sebuah warisan budaya yang tetap hidup berkat aktivitas keagamaan dan tradisi yang terus berjalan setiap hari.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa Candi Prambanan memiliki potensi luar biasa untuk menjadi destinasi wisata religi utama bagi umat Hindu dari berbagai negara. Pemerintah meyakini bahwa peningkatan jumlah pengunjung akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal yang tinggal di sekitar kawasan cagar budaya tersebut.
“Kita ingin harapkan dengan revitalisasi restorasi, candi ini menjadi living heritage, ini juga akan mendatangkan semakin banyak pengunjung. Baik itu wisatawan maupun mereka yang berziarah wisata religi,” ujarnya saat menghadiri Taklimat Media: Pemulangan Artefak Budaya Indonesia di Lobby Kementerian Kebudayaan, Jakarta Selatan, Kamis, 23 Juli 2026.
Tantangan Konektivitas dan Proyeksi Kunjungan
Menbud Fadli Zon mengidentifikasi konektivitas sebagai hambatan utama dalam menarik wisatawan mancanegara ke Candi Prambanan. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mendorong penguatan akses transportasi, khususnya melalui penerbangan langsung dari berbagai negara menuju Yogyakarta. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas bagi wisatawan internasional.
Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah kunjungan ke Candi Prambanan pada tahun 2025 tercatat mencapai 2,3 juta orang. Dari total tersebut, 10 persen merupakan wisatawan asing, sedangkan sisanya adalah turis domestik. Menbud optimistis bahwa setelah perbaikan selesai, akan terjadi lonjakan kunjungan yang jauh lebih signifikan dari sebelumnya.
Dampak Ekonomi dan Integrasi Sektor
Fadli Zon berharap peningkatan kunjungan wisata budaya dapat mendatangkan devisa negara sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat sekitar kawasan Candi Prambanan. Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pelestarian warisan budaya Indonesia untuk generasi mendatang. Revitalisasi Candi Prambanan ditargetkan dongkrak sektor pariwisata secara menyeluruh.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian, Dida Gardera, menyampaikan bahwa pengelolaan pariwisata Borobudur saat ini telah menunjukkan perkembangan positif. Ia menekankan pentingnya integrasi antar sektor dalam pengelolaan kawasan wisata untuk memaksimalkan potensi ekonomi.
“Program kunjungan wisata perlu diperluas, tidak hanya pagi dan sore. Tetapi juga hingga malam hari dengan konsep yang terintegrasi,” jelasnya.
Dida menambahkan bahwa pengembangan pariwisata tidak hanya berfokus pada destinasi utama, tetapi juga harus didukung oleh ekosistem yang lengkap. Hal ini sejalan dengan persiapan Altar Waisak 2026 di Candi Mendut yang telah mencapai 95 persen penyelesaian. Kerja sama internasional juga terus diperkuat dalam proyek ini.
Sebelumnya, Presiden Prabowo dan PM Modi juga meninjau Candi Prambanan dari helikopter. Dalam kesempatan tersebut, PM Modi menyampaikan bahwa kerja sama pemugaran Candi Prambanan telah dimulai sejak 1,5 tahun lalu. Proyek ini menjadi simbol penting hubungan bilateral antara Indonesia dan India dalam pelestarian warisan budaya bersama.
