Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Regional

Tim SAR: Dua Korban KM Nurul Salsa Ditemukan Selamat

Karen Garcia - tajukpublik.com 3 mins read 10 views

Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua korban dari kecelakaan KM Nurul Salsa di perairan barat Pulau Polassi, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, pada hari

Tim SAR: Dua Korban KM Nurul Salsa Ditemukan Selamat

Tim SAR: Dua Korban KM Nurul Salsa Ditemukan Selamat

Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua korban dari kecelakaan KM Nurul Salsa di perairan barat Pulau Polassi, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, pada hari kelima operasi pencarian yang berlangsung. Penemuan ini menjadi peningkatan signifikan dalam jumlah korban yang selamat, dengan total 59 orang kini tercatat sebagai pengungsi. Dalam pernyataan resmi, tim SAR menyatakan bahwa upaya pencarian terus dilakukan secara intensif meski menghadapi tantangan cuaca yang tidak menentu.

Kondisi Korban dan Area Pencarian

Korban yang ditemukan adalah Nurmiati (46 tahun) dan Jasmal (24 tahun), yang dalam kondisi stabil setelah terlontar ke Pulau Balaloho. Penemuan ini dilakukan oleh KM Bari Baria 05, yang secara khusus ditugaskan untuk menyisir area yang rawan. Dalam operasi tersebut, tim SAR membagi wilayah pencarian menjadi empat sektor dengan total luas 1.305 mil laut persegi. Tim juga memanfaatkan alat bantu seperti drone dan sonar untuk mempercepat proses pencarian.

Andi Sultan, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, mengatakan bahwa kondisi cuaca dan gelombang laut yang mencapai ketinggian dua hingga tiga meter berpotensi menghambat operasi. Namun, tim SAR tetap optimis karena teknologi dan strategi yang digunakan membantu memperkecil risiko kesulitan dalam menemukan korban yang masih dalam proses pencarian. “Dengan konsistensi tim SAR, kami berharap semua korban hilang akan segera ditemukan,” tambahnya.

Langkah-Langkah Pencarian dan Koordinasi

Operasi SAR diatur secara terstruktur dengan melibatkan berbagai elemen seperti Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Syahbandar, dan nelayan lokal. Para penyelamat mengupayakan pencarian dalam kondisi yang tidak ideal, tetapi tetap berupaya maksimal. Selain armada besar seperti KN SAR Puntadewa 250 dan KN SAR Pacitan 102, tim SAR juga bekerja sama dengan perahu-perahu nelayan yang berada di sekitar area kejadian.

Koordinasi antarinstansi menjadi kunci keberhasilan operasi SAR. Setiap tim diberi tugas spesifik, mulai dari menyisir area terdalam hingga mengumpulkan informasi dari masyarakat sekitar. “Kerja sama yang solid antar-Tim SAR dan pihak terkait sangat penting untuk mencapai hasil optimal,” jelas Andi Sultan. Penemuan dua korban ini menunjukkan bahwa operasi telah menunjukkan kemajuan, namun penelusuran masih dilakukan untuk memastikan semua korban ditemukan.

Kondisi KM Nurul Salsa dan Penyebab Kecelakaan

Sebelumnya, KM Nurul Salsa yang berangkat dari Pelabuhan Benteng menuju destinasi wisata di Kepulauan Selayar, dikabarkan tenggelam pada hari keempat operasi. Kapal tersebut membawa sekitar 100 penumpang, sebagian besar nelayan dan wisatawan lokal. Dalam kejadian tersebut, lima penumpang meninggal, sementara 59 orang berhasil selamat. Penyebab tenggelam masih dalam investigasi, namun ada indikasi bahwa cuaca buruk dan ombak tinggi menjadi faktor utama.

Tim SAR juga melakukan upaya evakuasi terhadap korban yang selamat, termasuk menyediakan bantuan medis dan logistik. “Kami berupaya memberikan dukungan penuh kepada para korban hingga mereka dapat kembali ke daratan,” kata Andi Sultan. Sementara itu, Basarnas terus memantau progres pencarian dan berharap situasi cuaca tidak memperburuk kondisi kejadian.

Peran Masyarakat dan Perspektif Lokal

Kelompok nelayan lokal menjadi bagian penting dalam operasi SAR ini. Mereka memberikan informasi tentang arus laut dan kondisi cuaca, serta membantu dalam penyisiran area yang sulit dijangkau oleh perahu besar. “Kerja sama dengan masyarakat sangat berharga, karena mereka mengenal kondisi sekitar lebih baik,” tutur salah satu anggota tim SAR. Selain itu, tim SAR juga menerima bantuan dari warga yang menyumbang perahu untuk mendukung upaya penyelamatan.

Kecelakaan KM Nurul Salsa memperlihatkan betapa pentingnya keberadaan Tim SAR dalam menghadapi bencana di laut. Dengan persiapan yang matang dan respons cepat, korban kecelakaan bisa terus ditemukan. Namun, masih diperlukan usaha ekstra untuk memastikan keberhasilan operasi SAR hingga akhir.

Dalam rangka menyelesaikan operasi SAR, Basarnas dan mitra lainnya terus memperkuat koordinasi dan memastikan semua sumber daya yang ada digunakan secara efisien. Dengan kontribusi Tim SAR dan partisipasi masyarakat, harapan untuk menemukan korban yang hilang semakin besar. Kecelakaan KM Nurul Salsa menjadi contoh bagaimana keberhasilan penyelamatan bergantung pada kekompakan dan kesabaran dalam menghadapi situasi kritis.

Gabung diskusi