Special Plan: Kemendikdasmen Gelontorkan Rp27,4 M untuk Revitalisasi 17 Sekolah di Pontianak
Kemendikdasmen Luncurkan Program Revitalisasi Sekolah di Pontianak Special Plan - Dalam upayanya meningkatkan kualitas pendidikan, Special Plan Kemendikdasmen
Kemendikdasmen Luncurkan Program Revitalisasi Sekolah di Pontianak
Special Plan – Dalam upayanya meningkatkan kualitas pendidikan, Special Plan Kemendikdasmen (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah) mengalokasikan dana sebesar Rp27,4 miliar untuk revitalisasi 17 sekolah di Kota Pontianak. Program ini merupakan bagian dari strategi nasional yang bertujuan memperbaiki infrastruktur pendidikan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Barat.
“Pendanaan ini adalah bagian dari Special Plan nasional yang didesain untuk mendukung pendidikan berkualitas di setiap tingkat, terutama di daerah yang membutuhkan perhatian khusus,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam acara penandatanganan kerja sama pendidikan antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan pemerintah Tiongkok, Kamis 25 Juni 2026.
Program Revitalisasi Sekolah: Tujuan dan Manfaat
Kemendikdasmen menyatakan bahwa program revitalisasi sekolah di Pontianak akan mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK), pendidikan anak usia dini (PAUD), hingga sekolah menengah kejuruan (SMK). Tujuan utama dari Special Plan ini adalah menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, aman, dan modern. Sebagai hasilnya, diharapkan adanya peningkatan partisipasi siswa dan keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan.
“Revitalisasi ini bukan hanya sekadar perbaikan fisik, tetapi juga revitalisasi semangat belajar siswa dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Pontianak,” tambah Abdul Mu’ti.
Dalam Special Plan ini, Kemendikdasmen juga menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam pembelajaran. Sekolah yang menjadi target revitalisasi akan diberikan akses ke perangkat digital, serta pelatihan bagi guru dalam metode pengajaran berbasis teknologi. Selain itu, peningkatan fasilitas seperti ruang belajar, laboratorium, dan perpustakaan akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan prioritas kebutuhan tiap sekolah.
“Dengan Special Plan ini, kami ingin memastikan bahwa semua siswa memiliki akses yang sama terhadap sumber daya pendidikan terbaik,” terang Abdul Mu’ti.
Proses Verifikasi dan Penyaluran Dana
Kemendikdasmen menyatakan bahwa dana revitalisasi sekolah di Pontianak akan disalurkan setelah melalui proses verifikasi yang ketat. Proses ini melibatkan pengecekan kebutuhan sekolah, kondisi fisik bangunan, serta rencana penggunaan dana. Diperkirakan, sebanyak 1.227 sekolah di Kalimantan Barat akan mendapatkan manfaat dari program Special Plan ini. Untuk tahun 2025, Kemendikdasmen telah menyalurkan anggaran ratusan miliar rupiah untuk perbaikan ratusan satuan pendidikan, termasuk di Pontianak.
“Kami berkomitmen untuk menjadikan Special Plan sebagai model pengembangan pendidikan yang berkelanjutan,” kata Abdul Mu’ti.
Pada Kota Pontianak, 14 sekolah saat ini telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kemendikdasmen. Pemimpin program menyatakan bahwa tahap pencairan dana akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan rencana kerja yang telah disepakati. Pemerintah setempat juga berharap bahwa Special Plan ini akan menjadi dasar untuk peningkatan kualitas pendidikan di masa mendatang.
“Dengan bantuan ini, kita bisa memastikan bahwa sekolah di Pontianak dapat memberikan layanan pendidikan yang optimal bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Abdul Mu’ti.
Program revitalisasi ini juga mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan bagi guru dan tenaga pendidik. Kemendikdasmen menyatakan bahwa keberhasilan Special Plan tergantung pada kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, serta masyarakat. Selain itu, program ini akan dilengkapi dengan monitoring berkala untuk memastikan efektivitas penggunaan dana.
“Kami akan terus mengevaluasi progres revitalisasi sekolah, dan siap menyesuaikan strategi sesuai kebutuhan masyarakat,” tambah Abdul Mu’ti.
Revitalisasi sekolah di Pontianak akan menjadi bagian dari upaya nasional untuk memperkuat sistem pendidikan di Kalimantan Barat. Dengan Special Plan yang telah dirancang, Kemendikdasmen berharap bisa menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi siswa. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut.
“Setiap sekolah yang direvitalisasi akan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya,” ujar Abdul Mu’ti.
