Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Regional

Latest Program: Wakapolri: 418 Lulusan Sespim Polri Jadi Garda Terdepan Hadapi Tantangan Global

Sandra Smith - tajukpublik.com 2 mins read 13 views

usan Sespim Polri Jadi Garda Terdepan Hadapi Tantangan Global Latest Program - Pada 3 Juli 2026, sebanyak 418 lulusan Sespim Polri secara resmi menyelesaikan

Latest Program: Wakapolri: 418 Lulusan Sespim Polri Jadi Garda Terdepan Hadapi Tantangan Global

Wakapolri: 418 Lulusan Sespim Polri Jadi Garda Terdepan Hadapi Tantangan Global

Latest Program – Pada 3 Juli 2026, sebanyak 418 lulusan Sespim Polri secara resmi menyelesaikan pendidikan kepemimpinan di Lemdiklat Polri. Mereka diharapkan menjadi tokoh yang mampu menjawab berbagai dinamika keamanan di era digital. Hal ini diungkapkan oleh Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo saat memimpin upacara penutupan program tersebut.

Peran Lulusan dalam Pemimpinan Adaptif

Komjen Pol. Dedi Prasetyo menekankan bahwa lulusan Sespim akan menghadapi tantangan global yang semakin rumit. Diantaranya, konflik geopolitik dan persaingan internasional yang memengaruhi sektor energi, pangan, logistik, hingga perekonomian nasional. Menurutnya, Polri memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan agar pembangunan bisa berjalan optimal.

“Kelulusan ini adalah awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Jadilah pemimpin yang profesional, adaptif, berintegritas, serta siap menghadapi tantangan tugas,” pesan Wakapolri.

Komposisi Peserta dan Kolaborasi Lintas Institusi

Komposisi 418 lulusan ini meliputi 57 peserta Sespimti, 201 peserta Sespimmen, 35 peserta dari Sekolah Pengembangan Profesi Kepolisian (SPPK), dan 125 peserta Sespimma. Mereka akan kembali ke unit masing-masing untuk menjalankan peran sebagai calon pemimpin. Dalam pendidikan tahun ini, Polri juga menggandeng peserta dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kejaksaan Agung, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta Timor Leste.

Tantangan Teknologi dan Perubahan Pola Ancaman

Komjen Pol. Dedi Prasetyo menyoroti perubahan pola ancaman keamanan akibat perkembangan teknologi. Tantangan seperti kejahatan siber, hoaks, disinformasi, hingga penyalahgunaan AI harus diantisipasi sejak dini. Kepemimpinan adaptif dianggap sebagai kunci untuk menghadapi dinamika keamanan yang terus berubah.

“Pemimpin Polri masa depan harus mampu merespons perubahan era serta menguasai teknologi. Kepemimpinan adaptif menjadi faktor utama dalam menghadapi setiap perubahan,” tegasnya.

Keberhasilan Pemantauan Terorisme dan Dukungan Masyarakat

Dalam tiga tahun terakhir, Indonesia mencatatkan rekor nol serangan teroris. Polri juga telah melakukan preventive strike terhadap 265 tersangka dari delapan kelompok teroris. Wakapolri mengingatkan bahwa ancaman terorisme kini berkembang melalui ruang digital, sehingga deteksi dini dan kontra narasi perlu diperkuat bersama pemangku kepentingan.

Mengutip pesan Presiden pada perayaan Hari Bhayangkara ke-80, Wakapolri menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat menjadi kekuatan utama Polri. Hasil Survei Litbang Kompas menunjukkan 82,4 persen warga optimis terhadap kinerja institusi tersebut. “Rekan-rekan adalah wajah Polri di tengah masyarakat. Pegang teguh integritas, junjung profesionalisme, dan hadirkan pelayanan humanis agar kepercayaan publik terus meningkat,” pesan Presiden Prabowo.

Pada acara tersebut, Polri juga menyerahkan penghargaan kepada peserta didik berprestasi. Apresiasi ini diberikan atas capaian akademik dan kemampuan kepemimpinan selama mengikuti pelatihan. Wakapolri berharap bekal pendidikan menjadi dasar dalam membangun Polri yang lebih profesional dan dipercaya masyarakat.

Gabung diskusi