Kementerian PU Tuntaskan SPAM Mamminasata
Tajukpublik.com – Warga empat wilayah di sekitar Makassar kini resmi memasuki era baru akses air minum bersih. Kementerian PU Tuntaskan SPAM Mamminasata Tahap I secara penuh, menandai beroperasinya Instalasi Pengolahan Air (IPA) berkapasitas 500 liter per detik yang akan mengalirkan air olahan ke 40.000 sambungan rumah (SR) di kawasan pelayanan. Dengan selesainya seluruh komponen produksi dan distribusi, sistem berskala regional ini siap melayani kebutuhan harian sekitar 200.000 jiwa di Kota Makassar serta Kabupaten Maros, Gowa, dan Takalar.
Bagi masyarakat pesisir dan pinggiran kota yang selama bertahun-tahun bergantung pada sumber air tidak terjamin, kehadiran infrastruktur terintegrasi semacam ini mengubah paradigma penyediaan air dari pendekatan lokal yang terbatas menjadi layanan berskala metropolitan yang jauh lebih andal dan berkelanjutan.
Pesan Menteri: Infrastruktur sebagai Kehadiran Negara
Dalam keterangan tertulis yang dirilis Selasa, 8 September 2026, Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa penyelesaian proyek ini bukan sekadar pencapaian teknis, melainkan wujud konkret kehadiran negara di ruang kehidupan sehari-hari warganya.
“SPAM bukan sekadar proyek infrastruktur. Tetapi bukti nyata kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.”
Pernyataan tersebut menempatkan akses air bersih sebagai hak fundamental yang menopang kesehatan publik, produktivitas ekonomi, dan kualitas hidup secara keseluruhan. Dengan merampungkan Tahap I, pemerintah pusat menunjukkan bahwa komitmen kebijakan telah bertransformasi menjadi struktur fisik yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Komponen Teknis yang Telah Beroperasi
IPA Tahap I mencapai tingkat penyelesaian 100 persen. Seluruh komponen vital—mulai dari koneksi air baku, reservoir penampungan, hingga sistem mekanikal, elektrikal, instrumentasi, dan SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition)—kini berfungsi penuh. Integrasi teknologi kendali otomatis memungkinkan operator memantau serta mengatur proses pengolahan secara real-time dari satu pusat kendali terpusat.
Di sisi distribusi, jaringan pipa transmisi air curah sepanjang total 35,3 kilometer telah rampung. Jaringan ini terbagi dalam dua jalur: jalur utara sepanjang 4,03 kilometer dan jalur selatan sepanjang 31,29 kilometer. Desain dua jalur tersebut menjamin redundansi pasokan, sehingga gangguan pada satu segmen tidak menghentikan seluruh aliran air ke wilayah pelayanan.
Sumber Air, Ekspansi Kapasitas, dan Nilai Investasi
Air baku seluruh sistem bersumber dari Bendungan Bili-Bili dengan kapasitas total 1.000 liter per detik. Air mentah melewati proses pengolahan di IPA sebelum disalurkan sebagai air curah menuju titik-titik offtake di wilayah pelayanan. Ke depan, pengembangan penuh sistem ditargetkan mencapai kapasitas produksi 1.000 liter per detik, yang akan melipatgandakan cakupan layanan menjadi sekitar 80.000 sambungan rumah atau setara 400.000 jiwa.
Secara fiskal, pembangunan sistem produksi Tahap I didanai melalui APBN senilai Rp153,1 miliar, sementara jaringan pipa transmisi air curah membutuhkan alokasi tambahan Rp160,6 miliar. Total komitmen anggaran untuk Tahap I beserta jaringan distribusinya melampaui Rp313 miliar, mencerminkan skala proyek yang menyentuh empat wilayah administratif sekaligus.
Teknologi Ramah Lingkungan
SPAM Mamminasata menerapkan konsep Green IPA yang membedakannya dari instalasi konvensional. Air buangan dari proses backwash filter dan pengurasan sedimentasi tidak dibuang, melainkan ditampung lalu diresirkulasi kembali ke inlet air baku. Pendekatan ini menekan volume limbah cair dan mengoptimalkan pemanfaatan setiap tetes air yang masuk ke sistem. Proses sedimentasi sendiri diperkuat dengan teknologi High Rate Plate Settler untuk meningkatkan efisiensi pemisahan partikel tersuspensi sebelum tahap filtrasi lanjutan.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang SPAM Mamminasata
Kapan 40.000 sambungan rumah mulai dialiri air olahan? Tahap I telah rampung secara teknis. Penyaluran air ke sambungan rumah bergantung pada kesiapan jaringan distribusi tingkat akhir di masing-masing wilayah pelayanan serta jadwal koneksi oleh pemerintah daerah setempat.
Apakah warga perlu membayar biaya pemasangan sambungan rumah? Biaya pemasangan sambungan rumah mengikuti ketentuan yang berlaku pada masing-masing PDAM atau operator daerah. Warga dapat menghubungi kantor pelayanan air setempat untuk informasi tarif dan prosedur koneksi.
Berapa kapasitas penuh sistem setelah seluruh tahap selesai? Target akhir sistem adalah 1.000 liter per detik, yang setara dengan layanan sekitar 80.000 sambungan rumah atau 400.000 jiwa. Tahap I yang baru rampung menyediakan separuh dari kapasitas tersebut.
Di mana sumber air baku dan apakah kualitasnya terjamin? Air baku berasal dari Bendungan Bili-Bili. Seluruh air mentah melewati proses pengolahan lengkap di IPA—termasuk sedimentasi, filtrasi, dan disinfeksi—sebelum didistribusikan, sehingga kualitas air olahan memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan.

