Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Regional

Gunung Karangetang Erupsi – Warga Diminta Tetap Waspada

Elizabeth Jones - tajukpublik.com 3 mins read 9 views

Gunung Karangetang Meletus, Warga Diminta Tetap Waspada Gunung Karangetang Erupsi - Gunung Karangetang kembali mengalami erupsi pada hari Minggu, 12 Juli

Gunung Karangetang Erupsi – Warga Diminta Tetap Waspada

Gunung Karangetang Meletus, Warga Diminta Tetap Waspada

Gunung Karangetang Erupsi – Gunung Karangetang kembali mengalami erupsi pada hari Minggu, 12 Juli 2026, pukul 19.14 WITA, di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara. Kegiatan vulkanik yang terjadi menunjukkan peningkatan intensitas, dengan tingkat aktivitas kini berada di Level II (Waspada). PVMBG melaporkan bahwa erupsi ini terjadi sebagai ledakan lemah dan strombolian, yang menghasilkan kolom abu serta material pijar yang terlempar ke sekitar kawah. Pemerintah setempat dan lembaga penanggulangan bencana secara aktif memantau situasi untuk memastikan keselamatan masyarakat sekitar.

Detik-detik Erupsi dan Dampak pada Lingkungan

Erupsi Gunung Karangetang pada 12 Juli 2026 dimulai dengan ledakan kecil yang memicu kenaikan aktivitas vulkanik. Abu vulkanik mencapai ketinggian sekitar 100 meter, sementara suara dentuman menggema di sekitar area puncak. Material pijar yang terlempar memperkuat ketegangan di wilayah terdekat, dengan aliran lava yang terus mengalir dari Kawah Utara menuju arah utara, barat daya, serta selatan. Meski tidak terjadi ledakan besar, PVMBG memperingatkan bahwa potensi peningkatan kekuatan erupsi masih terbuka, terutama karena fenomena aliran lava yang mengancam daerah penduduk.

Sejumlah api yang memicu kebakaran ilalang di area puncak Gunung Karangetang berhasil dipadamkan oleh BPBD Sitaro pada Senin, 13 Juli 2026. Namun, kekhawatiran tetap menghiasi warga setempat, terutama terkait kemungkinan penyebaran abu vulkanik ke permukiman. Pemantauan terus dilakukan oleh tim PVMBG dan BPBD, dengan fokus pada perubahan cuaca, kondisi kawah, serta potensi aktivitas yang bisa memicu bahaya lebih besar. Warga yang tinggal di radius 1,5 kilometer dari Kawah Dua dan Kawah Utama, serta area perluasan 2,5 kilometer ke arah selatan-barat daya, dianjurkan tetap berada di dalam zona aman.

“Erupsi Gunung Karangetang terjadi secara teratur, tetapi kita tetap harus waspada karena aktivitasnya bisa berubah kapan saja,” kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam siaran pers yang diterima RRI, Senin 13 Juli 2026. Ia menambahkan, para personel BPBD Sitaro sedang berjaga-jaga untuk merespons apabila terjadi perubahan kondisi yang signifikan, termasuk persiapan evakuasi jika diperlukan.

Sejarah dan Aktivitas Gunung Karangetang

Gunung Karangetang dikenal sebagai satu dari tiga gunung berapi paling aktif di Sulawesi Utara, bersama dengan Gunung Lokon dan Gunung Mahawu. Erupsi Gunung Karangetang terakhir terjadi pada bulan Januari 2025, dengan tingkat kekuatan yang masih tergolong sedang. Meski tidak terjadi kenaikan besar, PVMBG tetap mempertahankan status Level II (Waspada) karena risiko lahar hujan, guguran lava, dan awan panas yang bisa terjadi kapan saja. Sejarah letusan Gunung Karangetang mencatat bahwa aktivitasnya sering meningkat pada musim hujan, sehingga perubahan iklim menjadi faktor penting dalam memprediksi intensitas erupsi.

Pada tahun 2023, Gunung Karangetang mengalami erupsi yang lebih besar, dengan abu mencapai ketinggian sekitar 2.000 meter dan mengganggu penerbangan di sekitar daerah tersebut. Kegiatan vulkanik yang stabil namun tetap berpotensi naik tajam menjadi alasan PVMBG menjaga kewaspadaan tinggi. Selain itu, letusan Gunung Karangetang sering kali diikuti oleh guguran lava yang mengalir ke daerah pendataran, sehingga mengancam pertanian dan kehidupan masyarakat lokal. Masyarakat telah dibiasakan dengan risiko ini, namun kejadian erupsi kembali membuat mereka berhati-hati.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro, bersama dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), memberikan rekomendasi khusus untuk warga yang tinggal di sekitar Gunung Karangetang. Penutupan zona radius 1,5 kilometer dari Kawah Dua dan Kawah Utama diberlakukan untuk mengurangi risiko kontak langsung dengan material vulkanik yang bisa membahayakan. Selain itu, daerah perluasan 2,5 kilometer di arah selatan-barat daya juga dipantau secara intensif, terutama karena kemungkinan abu mengakibatkan gangguan kualitas udara atau menimbulkan risiko bagi penerbangan.

Langkah-Langkah Mitigasi dan Dukungan dari Pemerintah

Pemerintah daerah dan pihak terkait telah mengambil langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi dampak erupsi Gunung Karangetang. Kebijakan penutupan zona aman, pengumuman melalui media sos

Gabung diskusi