50 Ribu Warga Makassar Terdampak Kekeringan – BPBD Makassar Siapkan Tandon Air
Terdampak Kekeringan, BPBD Makassar Siapkan Tandon Air 50 Ribu Warga Makassar Terdampak Kekeringan - Musim kemarau yang terus berlangsung menyebabkan dampak
50 Ribu Warga Makassar Terdampak Kekeringan, BPBD Makassar Siapkan Tandon Air
50 Ribu Warga Makassar Terdampak Kekeringan – Musim kemarau yang terus berlangsung menyebabkan dampak serius pada sekitar 50 ribu warga Makassar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar dilaporkan telah melakukan evaluasi terhadap daerah-daerah yang terkena kesulitan air bersih. Dari hasil penelusuran, terdapat 50.342 penduduk yang terdampak kekeringan di enam kecamatan, yang terdiri dari 14.564 kepala keluarga. Mereka tersebar di 27 kelurahan, dengan tingkat ketergantungan pada sumber air lokal yang semakin tinggi.
Kondisi Air di Wilayah Terdampak
Krisis air mulai terasa di berbagai area yang tidak memiliki akses ke jaringan PDAM, terutama di kawasan perumahan dan desa-desa terpencil. Kebutuhan air sehari-hari seperti minum, mandi, mencuci, dan memasak menjadi sulit terpenuhi, sehingga memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kesehatan dan ketersediaan kebutuhan pokok. Fadli Tahar, kepala BPBD Makassar, mengungkapkan bahwa jumlah warga terdampak kekeringan telah mencapai 50 ribu orang, dengan kenaikan jumlah yang terus terjadi setiap hari.
“Berdasarkan asesmen BPBD Kota Makassar, sekitar lima puluh ribuan jiwa berpotensi mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan yang sedang melanda daerah tersebut,” jelas Fadli dalam jumpa pers di Makassar, Sabtu 11 Juli 2026.
Kondisi kritis ini terjadi karena penurunan curah hujan yang signifikan selama beberapa bulan terakhir. Wilayah yang paling parah terdampak adalah Kecamatan Ujung Tanah, Tallo, Biringkanaya, Tamalanrea, Panakkukang, dan Manggala. Di Biringkanaya, misalnya, 58 titik krisis air tercatat di empat kelurahan, sementara Tallo memiliki 36 titik di empat wilayah. Fadli menjelaskan bahwa daerah-daerah ini mengalami keterbatasan pasokan air dari sumber alami seperti sungai dan danau.
Langkah BPBD untuk Mengatasi Krisis Air
Sebagai respons cepat, BPBD Makassar telah menyiapkan empat unit mobil bak terbuka, 57 tandon air, serta empat pompa air untuk mendistribusikan air ke masyarakat terdampak. Total 12.717 rumah di seluruh kota yang dihuni 50.342 orang harus mengandalkan bantuan darurat. Personel yang diturunkan mencapai 180 orang, terdiri dari petugas penyediaan logistik dan komunikasi dengan warga.
Langkah-langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi penduduk yang terkena dampak kekeringan. BPBD juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat proses distribusi. Meski wilayah yang masih menerima pasokan air PDAM dinilai lebih aman, Fadli memperingatkan bahwa kemarau bisa berlanjut hingga 30 hari ke depan jika tidak segera diatasi.
“BPBD Makassar terus melakukan antisipasi dan kesiapsiagaan untuk menghindari dampak kekeringan meluas ke wilayah yang sebelumnya belum terkena. Kami juga memantau kondisi cuaca secara rutin, karena kekeringan bisa memperparah situasi jika intensitasnya meningkat,” tutur Fadli.
Kelompok paling rentan dalam krisis ini adalah warga yang bergantung pada sumur dan mata air. BPBD mencatat adanya 173 titik krisis air, yang membutuhkan intervensi darurat. Kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari meningkat tajam, sehingga mendorong BPBD untuk mengalokasikan sumber daya secara optimal. Dengan adanya tandon air dan mobil bak terbuka, distribusi air bisa dilakukan secara lebih cepat ke daerah-daerah yang paling membutuhkan.
Sebagai upaya jangka panjang, BPBD Makassar juga berencana mengembangkan sistem penyimpanan air bersih yang lebih permanen. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi risiko krisis air di masa depan, terutama saat musim kemarau datang kembali. Dengan 50 ribu warga Makassar yang terdampak, BPBD berharap bisa membangun kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan air masyarakat. Kolaborasi dengan pihak swasta dan komunitas lokal dianggap sangat penting dalam upaya pemulihan pasokan air.
