Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Olimpik

Kuda Pacu Jepang Tsurumaru Tsuyoshi Meninggal pada Usia 31 Tahun

Karen Garcia - tajukpublik.com 3 mins read 2 views

Kabar duka menyelimuti dunia pacuan kuda Jepang setelah Kuda Pacu Jepang Tsurumaru Tsuyoshi meninggal dunia pada usia 31 tahun. Sang kuda legendaris tersebut

Kuda Pacu Jepang Tsurumaru Tsuyoshi Meninggal pada Usia 31 Tahun

Kuda Pacu Jepang Tsurumaru Tsuyoshi Meninggal di Usia 31 Tahun, Tinggalkan Jejak Prestasi Gemilang

Tajukpublik.com – Kabar duka menyelimuti dunia pacuan kuda Jepang setelah Kuda Pacu Jepang Tsurumaru Tsuyoshi meninggal dunia pada usia 31 tahun. Sang kuda legendaris tersebut wafat secara mendadak pada hari Minggu, 2 Agustus 2026, pukul 10.15 waktu setempat. Pengumuman resmi ini disampaikan melalui situs pengelola peternakan tempat Tsurumaru Tsuyoshi menghabiskan masa tuanya, mengonfirmasi bahwa sang kuda menghembuskan napas terakhirnya dengan tenang.

Tsurumaru Tsuyoshi merupakan keturunan dari pejantan Symboli Rudolf dan kuda betina Sweet Cielo. Selama kariernya di lintasan pacuan, ia berhasil meraih gelar juara di Kyoto Daishoten serta memenangkan dua balapan utama dalam Asahi Challenge Cup tahun 1999. Setelah pensiun dari ajang pacuan, kuda ini mengabdi sebagai kuda penuntun di Arena Pacuan Kuda JRA Kyoto, memberikan kontribusi berharga bagi generasi muda kuda pacu Jepang.

Perjalanan Menuju Kehidupan Baru di Peternakan Yoshino

Kehidupan Tsurumaru Tsuyoshi memasuki babak baru sejak tahun 2017, ketika ia memutuskan untuk menghabiskan sisa usianya di Peternakan Yoshino yang terletak di Prefektur Miyazaki. Pemilik peternakan tersebut, Yoshino Shinsaku, memberikan keterangan mengenai kondisi sang kuda menjelang kematiannya. Baca juga: Sejarah Pacuan Kuda di Jepang

Yoshino menjelaskan bahwa sehari sebelum meninggal, Tsurumaru Tsuyoshi menunjukkan gejala demam. Namun, kondisi tersebut membaik menjelang pagi setelah sang pemilik memberikan obat penurun demam. “Kemarin, karena muncul gejala demam, saya memberikannya obat dan di awal pagi, demamnya turun. Karena itu, seperti biasa, saya membawa kuda itu ke padang rumput pada pukul 5 pagi,” ujar Yoshino pada hari Minggu, 2 Juli 2026.

“Setelah sekitar satu jam di sana, ketika saya berpikir untuk memasukkannya kembali ke kandang, kuda itu tiba-tiba tidak bisa berdiri lagi dan langsung menghembuskan napas terakhirnya,” kata Yoshino mengenang momen terakhir bersama Tsurumaru Tsuyoshi.

Momen Terakhir Sang Legenda di Padang Rumput

Walau tampak sehat, kejadian tak terduga terjadi saat Tsurumaru Tsuyoshi berada di padang rumput. Menurut Presiden Yoshino, Tsurumaru Tsuyoshi tidak pernah terserang penyakit sejak tiba di peternakan. Meskipun demikian, belakangan ini kondisi fisiknya memang mulai menurun dan memerlukan perhatian ekstra. “Sejak datang ke peternakan kami, ia tidak pernah sakit sama sekali dan selalu sehat. Kadang-kadang memang bertengkar dengan kuda di sekitarnya, tapi biasanya dia jinak,” kata Yoshino.

Perubahan perilaku sang kuda juga terlihat jelas. “Dulu dia sering berlari ke padang rumput, tapi sekarang sudah tidak lagi, dan dia juga tidak lagi makan pakan dengan lahap seperti dulu, sehingga berat badannya mulai berkurang sejak awal tahun ini,” ucapnya. “Saya terus mengamati proses penuaannya, tapi untungnya dia tidak menderita di saat-saat terakhirnya. Dia telah hidup panjang hingga usia ini,” ujarnya sambil mengenang masa lalunya dan merasa sedih karena harus berpisah.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kuda Pacu Jepang Tsurumaru Tsuyoshi

Berapa usia Tsurumaru Tsuyoshi saat meninggal? Tsurumaru Tsuyoshi meninggal pada usia 31 tahun, tepatnya pada hari Minggu, 2 Agustus 2026.

Di mana Tsurumaru Tsuyoshi menghabiskan masa tuanya? Sang kuda menghabiskan sisa usianya di Peternakan Yoshino yang terletak di Prefektur Miyazaki, Jepang.

Apa prestasi terbesar Tsurumaru Tsuyoshi? Tsurumaru Tsuyoshi meraih gelar juara di Kyoto Daishoten dan memenangkan dua balapan utama dalam Asahi Challenge Cup tahun 1999.

Mengapa Tsurumaru Tsuyoshi meninggal secara mendadak? Meskipun sehari sebelumnya menunjukkan gejala demam yang membaik, Tsurumaru Tsuyoshi tiba-tiba tidak bisa berdiri dan menghembuskan napas terakhirnya saat berada di padang rumput.

Apakah Tsurumaru Tsuyoshi pernah sakit selama di peternakan? Tidak, menurut Yoshino Shinsaku, Tsurumaru Tsuyoshi tidak pernah terserang penyakit sejak tiba di peternakan pada tahun 2017.

Gabung diskusi