Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

WALHI Paparkan Dampak Luas Pencemaran Kebakaran TPA Jatiwaringin

Mark Jones - tajukpublik.com 2 mins read 8 views

WALHI Jelaskan Dampak Ekologis yang Menyebar dari Kebakaran TPA Jatiwaringin WALHI Paparkan Dampak Luas Pencemaran Kebakaran - Tangerang - Setelah delapan

WALHI Paparkan Dampak Luas Pencemaran Kebakaran TPA Jatiwaringin

WALHI Jelaskan Dampak Ekologis yang Menyebar dari Kebakaran TPA Jatiwaringin

WALHI Paparkan Dampak Luas Pencemaran Kebakaran – Tangerang – Setelah delapan hari terjadi kebakaran di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, dampaknya tidak hanya terbatas pada polusi asap. Pekampanye Urban Nasional dari WALHI, Wahyu Eka Setyawan, menyoroti adanya pencemaran lingkungan akibat aliran limbah cair yang merembes ke area warga dan daerah aliran sungai. Ia menjelaskan bahwa petugas gabungan mengadopsi pendekatan baru dalam upaya memadamkan api, yaitu menggunakan cairan konsentrat yang berfungsi sebagai penutup hidrokarbon, agen pengencer, dan penurun suhu.

“Ini jelas menjadi bentuk kekerasan ekologis pelan-pelan atau *slow violence* bagi warga Mauk, Sukadiri, dan Rajeg,” katanya, Selasa 7 Juli 2026.

Wahyu menyebut metode ini memperparah masalah, karena TPA Jatiwaringin masih mengandalkan sistem pengumpulan sampah terbuka. Proses penyiram air bervolume besar dari darat dan udara justru memicu peningkatan volume limbah cair beracun secara drastis. Dampaknya, air limbah yang mengandung logam berat berpotensi merusak sumur air warga serta mengganggu ekosistem sekitar.

KLH Berencana Memberikan Sanksi Administrasi atas Kebakaran TPA Jatiwaringin

Menurut Wahyu, air limbah dari sampah campuran langsung merembes ke tanah, menyebarkan polutan ke sumber air bersih. Ini bisa mengancam kesehatan masyarakat di sekitar dengan risiko karsinogenik jangka panjang. “Selain menyebabkan asap plastik yang mengeluarkan zat dioksin dan furan, dampaknya sangat serius,” tambahnya. Ia mengingatkan bahwa kebakaran ini adalah bukti lemahnya pengawasan lingkungan, sehingga pemerintah perlu transparan tentang bahan kimia yang digunakan dalam pemadaman.

“Jika cairan tersebut meninggalkan residu kimia non-organik dalam jumlah besar, zat itu akan larut bersama air pemadaman, memperburuk kepekatan racun limbah cair yang merembes ke tanah warga,” ujarnya.

Sejumlah risiko lain seperti efek kerak padat di permukaan sampah plastik juga muncul. Meski tampak padam di luar, kantong gas metana di dalam tumpukan sampah tetap aktif dan membara di bawah permukaan. Wahyu menegaskan bahwa kebakaran bukanlah bencana alam, melainkan konsekuensi dari kelalaian pengelolaan sampah.

Dampak Kesehatan terhadap Masyarakat Akibat Kebakaran Sampah

Dokter spesialis paru dan ketua Majelis Kehormatan PDPI, Tjandra Yoga Aditama, mengungkapkan bahwa kebakaran TPA Jatiwaringin menyebabkan berbagai penyakit. Ia menjelaskan ada lima dampak utama kebakaran sampah, termasuk polusi udara akibat delapan gas berbahaya, seperti amonia (NH3), karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), hidrogen sulfida (H2S), metana (CH4), nitrogen dioksida (NO2), dan sulfur dioksida (SO2).

“Selain gas, kebakaran juga menghasilkan polusi bahan padat atau *Particulate Matter (PM)* dalam berbagai ukuran, termasuk PM 2,5 yang bisa mencapai alveolus paru,” katanya.

Tjandra menekankan pentingnya kajian ilmiah untuk menilai serta mengatasi dampak kesehatan. Ia meminta pemerintah segera melakukan audit lingkungan dan menegakkan hukum secara sistemik, sebab TPA Jatiwaringin telah melanggar Pasal 44 Undang-Undang Sampah No. 18/2008 yang wajib menutup sistem *open dumping* sejak 2013. Selain itu, warga berhak mendapatkan layanan kesehatan gratis, sesuai Pasal 28H UUD 1945, untuk mengurangi risiko dari asap karsinogenik.

Gabung diskusi