Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

USU Komitmen Tangani Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa

Patricia Jackson - tajukpublik.com 3 mins read 5 views

ehan Seksual Mahasiswa USU Komitmen Tangani Dugaan Pelecehan Seksual - Universitas Sumatra Utara (USU) menunjukkan komitmen yang kuat dalam menangani dugaan

USU Komitmen Tangani Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa

USU Berkomitmen Tangani Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa

USU Komitmen Tangani Dugaan Pelecehan Seksual – Universitas Sumatra Utara (USU) menunjukkan komitmen yang kuat dalam menangani dugaan pelecehan seksual yang menimpa mahasiswanya. Manager Humas dan Promosi USU, Irsan Mulyadi, mengungkapkan bahwa kampus secara aktif berupaya menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan seksual. “Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap mahasiswa dapat belajar dan berkembang tanpa mengalami pelecehan seksual, baik secara langsung maupun tidak langsung,” jelas Irsan dalam wawancara dengan PRO3 RRI, Sabtu, 18 Juli 2026. Ia menekankan bahwa USU tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga pada pencegahan dan edukasi terhadap kesadaran masyarakat kampus.

Pengaduan dari 10 Korban dan Modus Serupa

Sejauh ini, terdapat sepuluh mahasiswi yang telah melaporkan dugaan pelecehan seksual ke Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas P2K) USU. Semua pengaduan tersebut mengarah pada satu terduga pelaku yang diduga melakukan tindakan tersebut melalui pesan media sosial dan percakapan. “Modusnya serupa, yakni dengan mengirimkan pesan vulgar dan gambar yang mengandung konten seksual ke beberapa korban,” tambah Irsan. Ia menjelaskan bahwa pelaku, yang dikenal sebagai CHS, merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan telah menerima panggilan kedua dari Satgas P2K.

“Kami menjalankan proses penanganan dengan transparan dan terbuka, sehingga masyarakat dapat memantau perkembangan kasus secara real-time,” ujar Irsan. Ia juga menegaskan bahwa USU akan terus berupaya menguatkan sistem perlindungan korban, termasuk dengan menegaskan komitmen untuk menangani dugaan pelecehan seksual mahasiswa secara serius dan profesional.

Dalam upayanya mengatasi isu ini, USU telah mengaktifkan mekanisme laporan langsung dan menjamin kerahasiaan identitas korban selama proses penyelidikan berlangsung. “Kerahasiaan sangat penting agar korban merasa nyaman untuk melaporkan kejadian yang dialaminya,” kata Irsan. Ia juga menyebutkan bahwa pendampingan psikologis dan dukungan hukum telah siap diberikan kepada para pelapor.

Langkah-Langkah Penguatan Sistem Perlindungan

Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) USU, Meutia Nauly, menjelaskan bahwa Satgas telah melakukan langkah-langkah penguatan sistem perlindungan korban. “Kami tidak hanya menangani laporan, tetapi juga memastikan bahwa korban menerima perlindungan hingga proses hukum selesai,” tambah Meutia. Ia menegaskan bahwa USU telah mengadakan pelatihan bagi staf dan dosen mengenai penanganan kasus pelecehan seksual serta meningkatkan kesadaran mahasiswa mengenai hak dan kewajibannya dalam lingkungan akademik.

Meutia juga menyebutkan bahwa Satgas PPK telah memperkuat komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk fakultas, unit layanan mahasiswa, dan lembaga eksternal. “Koordinasi ini penting untuk memastikan respons yang cepat dan efektif terhadap setiap dugaan pelecehan seksual,” katanya. Selain itu, USU juga mengadakan sesi diskusi terbuka guna mendengarkan suara mahasiswa dan mendorong mereka untuk melaporkan kasus yang mereka alami.

Sebagai bagian dari komitmen menangani dugaan pelecehan seksual, USU juga berencana mengintegrasikan mekanisme laporan digital ke dalam sistem pengelolaan administrasi kampus. “Digitalisasi akan memudahkan mahasiswa untuk melaporkan kejadian secara langsung dan terus-menerus,” jelas Irsan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam mengawasi lingkungan kampus mereka.

USU berharap komitmen mereka dalam menangani dugaan pelecehan seksual mahasiswa dapat menjadi contoh bagi kampus-kampus lain di Indonesia. “Kami ingin menunjukkan bahwa setiap dugaan pelecehan seksual tidak hanya ditangani dengan serius, tetapi juga dengan solusi yang komprehensif,” ujar Meutia. Dalam beberapa bulan terakhir, USU telah menyelesaikan tiga kasus serupa dan sedang menunggu hasil investigasi dari instansi terkait.

Menurut Irsan, USU juga sedang mempersiapkan program khusus untuk meningkatkan kesadaran tentang pelecehan seksual di kalangan mahasiswa. “Program ini akan mencakup workshop, seminar, serta kampanye media sosial yang berkelanjutan,” katanya. Ia menambahkan bahwa USU akan terus mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam penanganan dugaan pelecehan seksual agar lebih efisien dan transparan.

Gabung diskusi