Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Special Plan: Pramono Anung Meneteskan Air Mata Melihat Siswa Sekolah Rakyat

Emily Thomas - tajukpublik.com 3 mins read 9 views

man Siswa Sekolah Rakyat Special Plan - Program Special Plan yang dicanangkan Pemerintah DKI Jakarta semakin memperlihatkan dampak nyata dalam membentuk masa

Special Plan: Pramono Anung Meneteskan Air Mata Melihat Siswa Sekolah Rakyat

Special Plan: Pramono Anung Bercerita tentang Pengalaman Siswa Sekolah Rakyat

Special Plan – Program Special Plan yang dicanangkan Pemerintah DKI Jakarta semakin memperlihatkan dampak nyata dalam membentuk masa depan anak-anak dari kalangan kurang mampu. Selama acara “Open House” Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 di Jakarta Selatan, Jumat 3 Juli 2026, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan emosi mendalam saat menyaksikan perubahan positif yang dialami para siswa. Ia mengingat kembali masa kecilnya yang sempat mengalami kesulitan biaya pendidikan, sehingga menggambarkan keharusan pemerintah untuk terus memperkuat komitmen dalam Special Plan ini.

“Melihat kondisi saat ini, saya jujur merasa berharap. Dari tadi, Pak Menteri, saya meneteskan air mata. Pengalaman yang saya alami mirip dengan yang mereka rasakan,” ujarnya dengan penuh perasaan.

Dalam sesi dialog yang dipandu Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Pramono Anung menekankan bahwa Special Plan bukan hanya berupa bantuan pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya transformasi sosial yang lebih luas. Ia menyoroti peran beasiswa dalam memberikan akses pendidikan yang lebih adil dan berkelanjutan bagi siswa dari keluarga miskin. “Kalau bukan karena bantuan pemerintah melalui beasiswa, saya tidak akan bisa melanjutkan pendidikan. Saya menikmati cerita yang disampaikan oleh para siswa,” imbuhnya.

Kebutuhan Penambahan Kapasitas Sekolah Rakyat

Program Special Plan telah memicu perluasan kapasitas Sekolah Rakyat di seluruh DKI Jakarta. Pemprov DKI berkomitmen untuk menyiapkan lahan tambahan guna menampung lebih banyak siswa yang membutuhkan dukungan pendidikan. Langkah ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pengembangan pendidikan inklusif, serta memastikan bahwa kebijakan ini tidak hanya fokus pada Jakarta, tetapi juga berlaku secara nasional.

“Kami akan secara mendalam menyiapkan lokasi untuk menyambut 1.000 siswa. Special Plan ini bertujuan memberikan akses pendidikan yang merata dan berkelanjutan, terutama bagi anak-anak yang tidak memiliki kondisi finansial yang memadai,” tambah Pramono Anung.

Di Jakarta, saat ini terdapat 10 titik Sekolah Rakyat yang siap dikembangkan. Delapan dari jumlah tersebut sudah masuk tahap renovasi, termasuk gedung di Pejompongan, Marunda, dan Curug. Program ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia yang tangguh. Dengan Special Plan, pemerintah juga ingin memastikan bahwa setiap anak, terlepas dari latar belakang ekonominya, memiliki kesempatan meraih pendidikan berkualitas.

Program Pendidikan yang Memberikan Harapan

Sekolah Rakyat menjadi simbol dari Special Plan yang mengusung pendekatan pendidikan inklusif. Dalam acara tersebut, Pramono Anung menyampaikan bahwa program ini tidak hanya memberikan akses ke pendidikan formal, tetapi juga memperkuat pengembangan karakter siswa. “Perubahan yang terjadi pada siswa menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan kemampuan sosial yang luar biasa,” ujar Gus Ipul, Menteri Sosial, yang turut menyoroti keberhasilan Special Plan dalam memperluas cakupan pendidikan.

Kebijakan Special Plan ini juga diharapkan menjadi contoh bagus bagi daerah lain. Dengan pembangunan Sekolah Rakyat yang terus berlanjut, pemerintah ingin mendorong pemerintah daerah untuk mengikuti langkah yang sama. “Program ini bisa diadaptasi oleh kota-kota lain, terutama yang memiliki jumlah siswa kurang mampu yang cukup besar,” kata Gus Ipul. Ia menambahkan bahwa selain memperluas jumlah sekolah, pemerintah juga fokus pada kualitas pengelolaan program agar mampu menciptakan perubahan yang lebih signifikan.

Sebagai bagian dari Special Plan, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga mendukung pembelajaran berbasis kebutuhan siswa. Program ini menawarkan kurikulum yang disesuaikan dengan kondisi lokal, serta program pelatihan keahlian yang bisa dilakukan secara paralel dengan belajar akademik. Dengan pendekatan ini, para siswa diberi peluang untuk tumbuh secara holistik, baik secara intelektual maupun sosial.

Special Plan membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga tentang membentuk anak-anak yang siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkas Pramono Anung dalam sesi wawancara akhir acara.

Gabung diskusi