Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Proyek North Hub Bidik 1.000 MMSCFD Gas dan 8.000 Lapangan Kerja

Patricia Jackson - tajukpublik.com 2 mins read 16 views

Proyek North Hub Bidik 1 000 MMSCFD telah resmi ditetapkan sebagai salah satu program prioritas nasional dengan nilai investasi total mencapai US$11,8 miliar

Proyek North Hub Bidik 1.000 MMSCFD Gas dan 8.000 Lapangan Kerja

Proyek North Hub Bidik 1 000 MMSCFD: Langkah Strategis Menuju Kemandirian Energi

Tajukpublik.com – Proyek North Hub Bidik 1 000 MMSCFD telah resmi ditetapkan sebagai salah satu program prioritas nasional dengan nilai investasi total mencapai US$11,8 miliar. Melalui inisiatif ambisius ini, Indonesia menargetkan produksi gas sebesar 1.000 MMSCFD serta kondensat 80.000 BCPD yang akan mulai beroperasi pada kuartal keempat tahun 2028. Tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas produksi energi, proyek ini juga diproyeksikan mampu menyerap tenaga kerja hingga lebih dari 8.000 orang dari berbagai sektor industri terkait.

Peran Vital dalam Pencapaian Target Nasional 2030

Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas, menegaskan bahwa kontribusi Proyek North Hub Bidik 1 000 akan menjadi faktor krusial dalam mendukung tercapainya target produksi minyak dan gas nasional pada tahun 2030. Pemerintah Indonesia telah menetapkan visi ambisius untuk mencapai produksi sebesar 1 juta barel minyak per hari serta 12 miliar kaki kubik gas per hari. Pencapaian target ini memerlukan sinergi kuat antara pengembangan sumber daya hulu dan infrastruktur pendukung yang memadai.

Kita berharap proyek ini tidak hanya membantu, tetapi menjadi mesin penggerak utama dalam mencapai target produksi nasional di tahun 2030. Yang telah ditetapkan Pemerintah, yaitu 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari,

— Djoko Siswanto, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Kamis, 23 Juli 2026

Integrasi Infrastruktur Produksi di Cekungan Kutai

Proyek North Hub Bidik 1 000 menggabungkan pengembangan dua lapangan minyak strategis, yaitu Lapangan Geng North dan Lapangan Gehem yang terletak di Cekungan Kutai, lepas pantai Kalimantan Timur. Sebagai proyek hulu migas ultra-dalam, inisiatif ini mengalokasikan dana sebesar US$2,9 miliar untuk pembangunan Floating Production Storage and Offloading (FPSO) Bahtera Haluan Lestari. Saat ini, konstruksi fasilitas tersebut telah memasuki tahap pemotongan baja pertama bagian topside di Tanjung Balai Karimun.

Pengembangan infrastruktur ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi regional. Dengan meningkatkan kapasitas industri fabrikasi lepas pantai dalam negeri, proyek ini membuka peluang kerja baru bagi masyarakat lokal. Selain itu, kehadiran proyek strategis ini diharapkan dapat mendorong peningkatan nilai tambah sektor migas Indonesia di kancah internasional.

Komitmen Eni dan Dukungan Kebijakan Pemerintah

Mirko Araldi, Direktur Eni North Ganal Ltd, menyatakan bahwa perusahaan berkomitmen penuh untuk memenuhi target produksi perdana pada tahun 2028 sesuai jadwal yang telah direncanakan. Menurutnya, keberhasilan tahap konstruksi merupakan hasil kolaborasi multipihak yang menghadirkan pasokan energi andal bagi Indonesia. Eni juga menekankan pentingnya keberlanjutan proyek dalam jangka panjang.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan terus memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan lapangan migas strategis. Fokus utama adalah pada pemanfaatan sumber daya gas sebagai energi transisi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. Ketepatan waktu penyelesaian Proyek North Hub Bidik 1 000 diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen energi regional yang kompetitif dan andal.

Gabung diskusi