Nasional

PROJO 12 Tahun, Tetap Jadi Mata dan Telinga Pemerintah

xl_1787485996866785_cc05b708a8_berita_pusat-pemberitaan

PROJO Genap 12 Tahun: Relawan Berkomitmen Jadi Suara Jujur di Sisi Pemerintah

Tajukpublik.com – Perayaan ulang tahun ke-12 organisasi relawan PROJO berlangsung di markas besarnya, Jalan Perdatam Raya 37, Jakarta Selatan, pada Minggu, 23 Agustus 2026. Dalam kesempatan itu, Ketua Umum DPP PROJO Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa organisasi akan terus berfungsi sebagai mata dan telinga pemerintah yang menyampaikan kebenaran tanpa embellishment.

Budi Arie menolak pandangan umum yang menganggap kelompok relawan sebagai entitas musiman—muncul saat pemilu berlangsung lalu lenyap begitu penghitungan suara rampung. Ia menyatakan bahwa PROJO memilih bertahan setelah mengawal kemenangan Joko Widodo pada Pilpres 2014, dan sejak itu terus berkembang melewati beberapa fase besar.

Tiga Babak Perjalanan Organisasi

Menurut Budi Arie, PROJO telah melewati tiga babak utama dalam perjalanannya. Babak pertama mencakup konsolidasi akar rumput pada rentang 2013–2014. Babak kedua berupa pengawalan kebijakan pemerintah selama periode 2014–2019. Babak ketiga, yang berlangsung 2019–2024, menandai transformasi organisasi menjadi gerakan kebijakan yang lebih luas.

“Usia 12 tahun bukan sekadar penanda waktu di kalender, namun jejak perjalanan untuk tetap relevan dalam dinamika politik Indonesia.”

Musyawarah Rakyat dan Pilihan Politik 2024

Pada Agustus 2022, PROJO menggelar eksperimen politik melalui forum Musyawarah Rakyat (Musra) di berbagai daerah. Forum itu dirancang sebagai wadah menjaring aspirasi masyarakat dalam menentukan calon pemimpin nasional penerus Presiden Joko Widodo. Aspirasi yang terkumpul dari Musra kemudian menjadi dasar dukungan PROJO terhadap pasangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.

Dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Budi Arie memosisikan PROJO sebagai jembatan antara pencapaian masa lalu dan penyempurnaan kebijakan ke depan. Organisasi, kata dia, akan mempertahankan identitas kerakyatan melalui cara berpikir independen serta keberanian menyampaikan kondisi riil masyarakat kepada pemerintah.

“PROJO juga memastikan komitmen kerakyatan tetap terjaga.”

“Jujur artinya, menyampaikan kesulitan rakyat tanpa pemanis buatan.”

Perspektif Sekretaris Jenderal: Lebih dari Sekadar Angka

Sekretaris Jenderal DPP PROJO Handoko menambahkan bahwa HUT ke-12 merupakan momentum untuk mensyukuri seluruh perjalanan organisasi. Ia menjelaskan bahwa angka 12 dihitung sejak PROJO secara resmi berstatus organisasi masyarakat, dengan kongres pertamanya yang digelar pada 23 Agustus 2014 dan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo.

“Jadi 12 tentu bukan sekadar angka bagi kami PROJO. Ada 13 tahun jejak perjuangan kita.”

Handoko mengingatkan bahwa keterlibatan PROJO bersama Jokowi sesungguhnya bermula sejak 2013, ketika relawan dan masyarakat bergerak bersama mendukung perjuangan politik tersebut. Ia menilai rekam jejak itu membuktikan kapasitas organisasi untuk bertahan dan tumbuh sebagai gerakan rakyat. Ke depan, Handoko menekankan bahwa PROJO harus mampu bertransformasi mengikuti dinamika politik dan sosial yang terus berubah.

“Kita mampu bertahan, berkembang, dan ke depan harus mampu bertransformasi.”

Frequently Asked Questions

What is PROJO 12 Tahun Tetap Jadi Mata?

PROJO 12 Tahun Tetap Jadi Mata is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does PROJO 12 Tahun Tetap Jadi Mata matter?

PROJO 12 Tahun Tetap Jadi Mata matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *