Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Peserta Asal Banten Terkesan Toleransi di Zikir Kebangsaan

Mark Jones - tajukpublik.com 2 mins read 5 views

Monumen Nasional menjadi saksi bisu atas momen spiritual yang menyentuh hati para hadirin pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Acara Zikir dan Doa Kebangsaan yang

Peserta Asal Banten Terkesan Toleransi di Zikir Kebangsaan

Fio dari Banten Menyambut Kerenyuan Toleransi dalam Zikir Kebangsaan di Monas

Tajukpublik.com – Monumen Nasional menjadi saksi bisu atas momen spiritual yang menyentuh hati para hadirin pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Acara Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar di sana meninggalkan kesan mendalam bagi setiap peserta. Di antara mereka yang hadir adalah Fio, seorang pelajar asal Pandeglang, Banten, yang datang bersama rombongan madrasahnya.

Bagi Fio, kesempatan mengikuti zikir bersama di Monas merupakan pengalaman baru. Selama ini, ia hanya bisa melihat kegiatan semacam itu melalui siaran televisi di rumah. “Ini pertama kalinya ikut zikir bersama di Monas. Biasanya ikut zikir di rumah, cuma menyaksikan dari layar kaca,” ungkapnya dengan penuh antusiasme.

Momen Doa Lintas Agama yang Menginspirasi

Salah satu hal yang paling berkesan bagi Fio adalah adanya doa bersama yang melibatkan seluruh pemeluk agama. Ia melihat kegiatan ini sebagai cerminan semangat persatuan dan penghormatan terhadap keberagaman bangsa Indonesia.

“Yang paling terkesan adalah ketika zikir itu mewakili semua agama. Tadi ada doa berdasarkan agama Katolik, Protestan, Islam, dan lain sebagainya,” katanya.

Fio menilai pelaksanaan doa lintas agama tersebut sebagai bukti nyata bahwa nilai toleransi masih tetap dijunjung tinggi. Suasana yang tercipta pun terasa sangat mengharukan bagi para peserta yang hadir.

“Jadi menunjukkan bahwa kita memang menaungi semua agama. Toleransi itu dijunjung, itu yang paling berkesan,” ucapnya.

Bingkisan dan Harapan untuk Masa Depan

Selain menikmati rangkaian kegiatan spiritual, Fio juga mendapatkan bingkisan dari panitia penyelenggara. Paket tersebut berisi perlengkapan ibadah yang sesuai dengan tema acara.

“Sesuai temanya zikir, isinya alat ibadah. Untuk perempuan ada mukena, hijab, dan sejadah,” ujarnya.

Fio berharap bisa kembali berpartisipasi dalam kegiatan serupa jika suatu saat diselenggarakan lagi. Ia berencana datang lebih awal agar bisa mendapatkan posisi yang lebih dekat dengan panggung utama.

Bagi Fio, peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bukan sekadar momen peringatan biasa. Ia memaknai kesempatan ini sebagai momentum untuk refleksi diri. Menurut pandangannya, kemerdekaan harus menjadi pengingat bagi seluruh rakyat Indonesia untuk terus membangun negara yang lebih baik dan penuh persatuan.

Gabung diskusi