Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

New Policy: Wamen LH Pastikan Proyek PSEL TPA Jatiwaringin Tetap Berlanjut

Patricia Jackson - tajukpublik.com 4 mins read 8 views

New Policy: Wamen LH Pastikan Proyek PSEL TPA Jatiwaringin Tetap Berlanjut New Policy - Sebuah New Policy baru diperkenalkan oleh Wakil Menteri Lingkungan

New Policy: Wamen LH Pastikan Proyek PSEL TPA Jatiwaringin Tetap Berlanjut

New Policy: Wamen LH Pastikan Proyek PSEL TPA Jatiwaringin Tetap Berlanjut

New Policy – Sebuah New Policy baru diperkenalkan oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LH), Diaz Faisal Malik Hendropriyono, yang menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk menjaga kelanjutan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Penyimpanan Sampah (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang. Meskipun menghadapi insiden kebakaran yang mengganggu operasional, New Policy ini menjadi langkah strategis dalam mengatasi masalah sampah dan mengurangi dampak lingkungan. “Proyek WtE tetap akan dijalankan sebagai bagian dari New Policy nasional yang dicanangkan presiden, termasuk PSEL di TPA Jatiwaringin,” kata Diaz saat memberikan pernyataan di Tangerang, Sabtu 4 Juli 2026. Ia menekankan bahwa kebijakan ini bertujuan memastikan pengelolaan sampah yang lebih efisien dan berkelanjutan, serta memperkuat komitmen pemerintah dalam mewujudkan ekonomi sirkular.

Peluncuran New Policy dan Rancangan Proyek PSEL

Dalam New Policy ini, pemerintah pusat menetapkan bahwa pengolahan sampah menjadi energi listrik (Waste-to-Energy, atau WtE) akan menjadi prioritas nasional. Proyek PSEL di TPA Jatiwaringin menjadi salah satu inisiatif utama yang diusulkan sebagai solusi bagi peningkatan kapasitas pengelolaan sampah di wilayah Jabodetabek. “Lahan yang dialokasikan untuk proyek WtE sebesar lima hektare, ditambah dua hektare untuk FABA, akan tetap dipertahankan dan tidak dialihfungsikan untuk keperluan lain,” jelas Diaz. Ia menegaskan bahwa New Policy ini dirancang untuk mempercepat pengoperasian infrastruktur pengolahan sampah, serta memastikan koordinasi yang lebih baik antara pemerintah pusat dan daerah.

“Dengan New Policy ini, kita bisa mengatasi tantangan pengelolaan sampah secara lebih terstruktur dan berkelanjutan,”

kata dia, menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan rencana pelaksanaan yang terperinci untuk menghindari hambatan di masa depan. Proyek ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang ditimbun di TPA Jatiwaringin, sekaligus menciptakan sumber energi baru dan terbarukan (Surya, angin, dll) yang ramah lingkungan.

Pengaruh Kebakaran dan Pemutusan Proyek PSEL

Sebelumnya, proyek PSEL Tangerang Raya di TPA Jatiwaringin sempat mengalami hambatan setelah terjadi kebakaran yang memengaruhi operasional tempat penyimpanan. Pemkab Tangerang awalnya mengambil keputusan untuk membatalkan proyek tersebut, tetapi New Policy yang diusulkan oleh pemerintah pusat mendorong pemulihan kegiatan. “Kebakaran tersebut memang menimbulkan keraguan, tapi New Policy memberikan arahan yang jelas untuk melanjutkan proyek ini,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Wawan Fauzi, Selasa 26 Mei 2026. Ia menambahkan bahwa keputusan untuk tetap melanjutkan proyek ini didukung oleh Gubernur Banten dan DPRD Kota Tangerang.

“Selama ini, biaya proyek PSEL sangat tinggi, tapi dengan New Policy kita bisa mengoptimalkan anggaran dan mengurangi risiko kerugian,”

kata Wawan. Pemkab Tangerang menyatakan bahwa perubahan ini diperlukan agar proyek bisa berjalan secara lebih efektif dan menjangkau manfaat yang lebih luas. Proyek PSEL, yang diharapkan mampu mengolah 1.000 ton sampah per hari, menjadi bagian dari New Policy untuk menghadapi krisis lingkungan yang semakin kritis.

Implementasi New Policy dan Strategi Pemda

Sebagai bagian dari New Policy, proyek PSEL di TPA Jatiwaringin akan mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat dalam hal regulasi, teknologi, dan pembiayaan. “Kami yakin proyek ini akan menjadi contoh sukses dalam pengelolaan sampah yang berbasis energi,” tutur Diaz. Keputusan untuk tetap melanjutkan proyek ini juga didasari pertimbangan bahwa TPA Jatiwaringin adalah salah satu tempat pengelolaan sampah terbesar di wilayah Jabodetabek, sehingga New Policy ini memiliki dampak yang signifikan.

New Policy ini tidak hanya menyelesaikan masalah sampah, tapi juga mendorong transisi menuju ekonomi sirkular yang berkelanjutan,”

tambah Diaz. Pemkab Tangerang menyiapkan skema pengelolaan sampah yang lebih mandiri, dengan memastikan bahwa proyek PSEL bisa berjalan tanpa mengganggu kegiatan sehari-hari masyarakat. Selain itu, New Policy ini juga memperkuat kerja sama antar daerah untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang serupa.

Pengembangan Infrastruktur dan Manfaat New Policy

Pelaksanaan New Policy ini memerlukan penguatan infrastruktur, termasuk pembangunan unit pengolahan sampah yang modern dan kapasitas penimbunan yang lebih besar. “Lahan yang dialokasikan akan digunakan sepenuhnya untuk proyek WtE, dan kita juga akan mempercepat proses perizinan,” jelas Diaz. Hal ini bertujuan memastikan proyek bisa segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat sekitar. New Policy ini juga mencakup pembangunan fasilitas penanganan darurat, seperti unit pemadam kebakaran tambahan, untuk mengurangi risiko insiden serupa.

“Dengan New Policy yang terstruktur, kita bisa mengantisipasi hambatan dan memastikan proyek PSEL berjalan optimal,”

katanya. Proyek ini diharapkan tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, menurunkan emisi gas rumah kaca, dan menjamin ketersediaan energi listrik tambahan. Pemerintah daerah juga berharap New Policy ini bisa menjadi model bagi kota-kota lain yang menghadapi masalah serupa.

Harapan dan Tantangan dalam New Policy

Dengan New Policy yang diterapkan, pemerintah mengharapkan proyek PSEL bisa menjadi solusi terpadu untuk masalah sampah dan energi. “Kami yakin New Policy ini akan meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah sekaligus menstabilkan ekosistem lingkungan,” ujar Diaz. Namun, ia juga mengakui bahwa tantangan masih ada, terutama dalam hal koordinasi antar lembaga dan mengatasi ketidakpastian dari masyarakat sekitar.

“Kami akan terus mengawasi pelaksanaan New Policy ini, termasuk dalam memastikan keberlanjutan proyek PSEL di TPA Jatiwaringin,”

tegas Diaz. Pemkab Tangerang berkomitmen untuk menyelesaikan semua proses administratif sebelum proyek ini benar-benar dioperasikan. Dengan New Policy ini, pihaknya yakin TPA Jatiwaringin bisa menjadi pusat pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

Gabung diskusi