MPR: Kegiatan Mendidik Adalah Investasi bagi Masa Depan Bangsa
MPR - Jakarta - Dalam rangka memperingati dua dekade berdirinya Yayasan Sukma Bangsa, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyampaikan pesan penting mengenai
MPR Menegaskan Pendidikan sebagai Investasi Strategis Bangsa
Tajukpublik.com – MPR – Jakarta – Dalam rangka memperingati dua dekade berdirinya Yayasan Sukma Bangsa, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyampaikan pesan penting mengenai peran pendidikan. Acara yang diselenggarakan di Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe, Aceh, menjadi wadah bagi ia untuk menegaskan bahwa proses mendidik bukan sekadar mentransfer pengetahuan. Melainkan, hal tersebut merupakan bentuk investasi strategis untuk kemajuan bangsa ke depan. MPR melalui Lestari menekankan bahwa pendidikan memiliki peran sentral dalam membangun fondasi negara yang kuat.
Menurut Lestari, melalui pendidikan kita menanamkan nilai-nilai luhur, keberanian, serta cita-cita tinggi kepada generasi muda. Ia menjelaskan bahwa pendidikan tidak hanya berhenti pada pemberian ilmu. Lebih dari itu, pendidikan membangun karakter dan meyakinkan setiap anak bahwa mereka memiliki peluang untuk berkembang sesuai potensi masing-masing. MPR melihat bahwa investasi dalam sektor pendidikan akan memberikan hasil yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Mendidik sesungguhnya adalah menanamkan keberanian, menanamkan cita-cita masa depan. Meskipun hasilnya belum tentu kita nikmati sendiri, namun kita yakin bahwa generasi yang terdidik akan membawa perubahan positif bagi bangsa ini.
— Lestari Moerdijat, Kamis, 23 Juli 2026
Peran MPR dalam Mendukung Pembangunan Pendidikan Nasional
Pernyataan tersebut diungkapkan saat Lestari menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-20 Yayasan Sukma Bangsa. Ia menilai bahwa lembaga pendidikan yang diinisiasi oleh Surya Paloh ini memiliki fondasi yang kuat. Bukan hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga berlandaskan semangat kemanusiaan yang mendalam. MPR mendukung penuh inisiatif-inisiatif seperti ini karena sejalan dengan visi pembangunan nasional.
Lestari menyoroti bahwa para lulusan Sukma Bangsa telah menunjukkan kiprah mereka di berbagai sektor. Mulai dari dunia akademik, profesional, hingga menjadi pemimpin di level nasional maupun internasional. Selain itu, menurutnya, Sukma Bangsa juga berperan aktif dalam diplomasi kemanusiaan melalui pendekatan pendidikan. MPR mencatat bahwa pendidikan berkualitas mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing global.
Salah satu kontribusi nyata yang disebutkan adalah dukungan terhadap pemberian akses pendidikan bagi anak-anak yang tinggal di wilayah konflik. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai dasar yang tetap dipertahankan oleh Yayasan Sukma Bangsa memasuki usia ke-20 tahun. Nilai-nilai tersebut meliputi kejujuran, kepedulian, keadilan, serta penghormatan terhadap harkat kemanusiaan. MPR menilai bahwa pendidikan di daerah konflik merupakan prioritas yang harus terus didukung.
Lestari menambahkan bahwa di era perkembangan teknologi yang pesat, pendidikan harus tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Ia menekankan bahwa teknologi tidak mampu menggantikan peran kasih sayang dan pembentukan karakter manusia secara utuh. MPR berharap agar setiap lembaga pendidikan mampu menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan pelestarian nilai-nilai luhur bangsa.
Sebagai penutup, Lestari menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan pendidikan melalui Yayasan Sukma Bangsa. Ia berharap agar semangat kemanusiaan dan pendidikan terus menjadi fondasi utama dalam membangun Indonesia yang lebih maju. MPR akan terus mendukung berbagai inisiatif pendidikan yang berdampak langsung bagi masyarakat Indonesia.
