Nasional

Menteri PU Percepat Rehabilitasi Dua Jembatan Terdampak Gempa Flores

khrisna-edit-1787986891-835194a6c4

Menteri PU Percepat Rehabilitasi Dua Jembatan Pascagempa Flores

Tajukpublik.com – Jakarta – Menteri PU Percepat Rehabilitasi Dua Jembatan yang terdampak gempa Flores menjadi prioritas utama Kementerian Pekerjaan Umum. Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemulihan konektivitas di Pulau Flores tidak boleh tertunda, mengingat mobilitas warga dan rantai distribusi logistik masih bergantung pada infrastruktur yang rusak. Dua struktur yang menjadi fokus percepatan penanganan adalah Jembatan Wae Pesi di Kabupaten Manggarai serta Jembatan Wae Dampek di Kabupaten Manggarai Timur.

Dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Sabtu, 29 Agustus 2026, Dody menekankan bahwa setiap elemen yang dipulihkan wajib memenuhi standar ketahanan gempa yang lebih tinggi dari kondisi semula. Ia menolak pendekatan sekadar mengembalikan fungsi tanpa peningkatan kualitas.

“Yang menjadi porsi kita harus kita kerjakan secepat-cepatnya. Dengan kualitas harus lebih bagus lagi dan berkarakter lebih tahan terhadap gempa,” tegasnya.

Status Kerusakan dan Rencana Rehabilitasi Jembatan Wae Pesi

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur telah mengidentifikasi sejumlah kerusakan struktural pada Jembatan Wae Pesi, meliputi retakan pada oprit, kerusakan expansion joint, serta degradasi pada bagian daerah aliran sungai. Jembatan ini terletak di ruas Ruteng–Reo–Kedindi yang terhubung langsung ke Pelabuhan Reo, tempat beroperasinya depo Pertamina sebagai jalur distribusi bahan bakar minyak bagi wilayah sekitar. Pemulihannya menjadi krusial agar arus orang dan barang tidak terhambat lebih lama.

Dody mengungkapkan bahwa peralatan berat untuk rehabilitasi sedang dalam perjalanan dari Jakarta menuju lokasi. Ia menargetkan dimulainya pekerjaan paling lambat pertengahan September 2026.

“Wae Pesi ini secara keseluruhan terdampak paling parah, kita berusaha merehabilitasi dengan cepat. Saat ini sedang mendatangkan alat dari Jakarta, mudah-mudahan paling lambat pertengahan September kita sudah mulai melakukan rehabilitasi,” ujar Dody.

Peninjauan Jembatan Wae Dampek dan Prinsip Build Back Better

Setelah meninjau Wae Pesi, Dody melanjutkan ke Jembatan Wae Dampek yang membentang di atas Sungai Wae Laing, Kabupaten Manggarai Timur. Jembatan sepanjang 60 meter dengan konstruksi rangka baja ini melayani ruas Wae Gongger–Batas Kabupaten Manggarai–Pota. Dalam peninjauan tersebut, ia memeriksa kondisi oprit dan bagian bawah struktur untuk memastikan skema penanganan yang tepat.

Dody menegaskan bahwa karakter geologis Flores sebagai daerah rawan gempa harus menjadi landasan desain ulang setiap infrastruktur yang dipulihkan. Prinsip build back better diterapkan agar struktur baru tidak sekadar berfungsi, tetapi juga lebih tangguh menghadapi ancaman seismik di masa depan.

“Ini adalah daerah gempa, jadi bangunannya harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi alamnya. Prinsipnya kita harus membangun dengan lebih baik lagi, tetapi dengan lebih cepat,” kata Dody.

Skala Dampak dan Mobilisasi Sumber Daya

Berdasarkan data per 20 Agustus 2026, gempa Flores berdampak pada 11 ruas jalan nasional dengan total 64 titik longsoran, tujuh titik patahan badan jalan, serta 14 unit jembatan dan deuker yang mengalami kerusakan. Untuk mempercepat pemulihan, BPJN NTT telah memobilisasi 12 unit ekskavator dan empat unit loader. Kementerian PU juga mendatangkan jembatan Bailey dari Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Sulawesi Selatan sebagai solusi sementara.

Saat ini, seluruh ruas jalan nasional di Pulau Flores telah dapat dilalui kendaraan secara fungsional. Namun, pemulihan dua jembatan tersebut tetap menjadi langkah lanjutan yang menentukan agar konektivitas masyarakat kembali pulih secara penuh dan berkelanjutan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Rehabilitasi Jembatan Pascagempa Flores

Kapan rehabilitasi Jembatan Wae Pesi dijadwalkan dimulai? Pekerjaan ditargetkan paling lambat pertengahan September 2026, setelah peralatan berat tiba dari Jakarta.

Apa yang membedakan rehabilitasi kali ini dari perbaikan biasa? Kementerian PU menerapkan prinsip build back better, sehingga struktur yang dipulihkan harus memiliki ketahanan gempa lebih tinggi dibanding kondisi semula.

Berapa skala kerusakan infrastruktur akibat gempa Flores? Sebanyak 11 ruas jalan nasional terdampak, mencakup 64 titik longsoran, tujuh patahan badan jalan, dan 14 unit jembatan serta deuker.

Apakah jalan nasional di Flores sudah bisa dilalui? Ya, seluruh ruas jalan nasional di Pulau Flores telah berfungsi secara fungsional per akhir Agustus 2026, meskipun rehabilitasi struktur jembatan masih berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *