Nasional

Mentan Amran Percepat Peremajaan dan Perluasan Tebu untuk Kejar Swasembada Gula

xl_1787785199837415_1aeb4c863a_berita_pusat-pemberitaan

Percepatan Swasembada Gula: Target Dua Tahun Melalui Peremajaan dan Perluasan Tebu

Tajukpublik.com – Presiden Prabowo Subianto menetapkan ambisi swasembada gula nasional dalam rentang empat tahun, sebagaimana disampaikan saat acara Panen Raya Tebu di Malang pada 17 Juli 2026. Namun, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan kesiapan untuk memangkas durasi tersebut menjadi hanya dua tahun. Percepatan ini ditopang oleh program peremajaan tanaman tebu seluas 100 ribu hektare setiap tahunnya.

“Tadi Menteri Pertanian melaporkan kepada saya program kita sekarang adalah 100 ribu hektare per tahun. Dengan demikian akan dicapai dalam empat tahun. Tapi setelah saya tanya lagi ke beliau, dengan gagah dan berani beliau mengatakan, ‘Pak, kita bisa dalam dua tahun’.”

Kutipan tersebut diucapkan langsung oleh Presiden Prabowo, merujuk pada keberanian Amran dalam memperpendek timeline swasembada gula.

Ekspansi Areal di Lampung Capai 30 Ribu Hektare

Sebagai bagian dari strategi penguatan pasokan bahan baku industri gula, pembukaan lahan tebu baru di Lampung telah menyentuh angka sekitar 30 ribu hektare. Kunjungan kerja Amran ke Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang, pada Rabu 26 Agustus 2026, menjadi momentum untuk menegaskan komitmen tersebut.

“Moga-moga bisa (produksi) 100 ton satu hektare.”

Target rendemen per hektare itu mencerminkan ambisi pemerintah untuk tidak sekadar memperluas lahan, tetapi juga mendongkrak produktivitas per satuan area.

Peremajaan 86 Persen Tebu Rakyat dengan Anggaran Rp1,7 Triliun

Menurut Amran, sekitar 86 persen tanaman tebu plasma atau rakyat telah melewati masa produktif dan tidak lagi layak dipanen secara ekonomis. Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,7 triliun untuk membongkar tanaman-tanaman tua tersebut dan menggantinya dengan varietas tebu baru. Proses peremajaan ini dijadwalkan rampung dalam tiga tahun.

“86 persen itu plasma, tebu rakyat yang tidak layak, dibongkar. Sehingga Bapak Presiden perintahkan, kami diberi anggaran Rp1,7 triliun untuk membongkar plasma-plasma ini menjadi tebu baru.”

Amran optimistis langkah peremajaan akan memperbaiki rendemen secara signifikan dan memperkuat posisi produksi gula nasional secara menyeluruh.

“Kalau itu terjadi, insya Allah kebutuhan white sugar bisa cukup, bahkan lebih.”

Statistik Produksi: Lonjakan 13,1 Persen pada 2026

Berdasarkan data Taksasi Tengah Giling 2026, produksi Gula Kristal Putih (GKP) nasional diproyeksikan mencapai 3,02 juta ton — naik sekitar 13,1 persen dibanding capaian 2025. Kenaikan ini ditopang oleh tiga faktor sekaligus: bertambahnya luas tanam tebu, peningkatan volume produksi tebu, serta perbaikan rendemen giling.

Secara spesifik, luas areal tebu pada 2026 diperkirakan menyentuh 585.390 hektare, dengan total produksi tebu sekitar 40,20 juta ton dan rendemen rata-rata 7,51 persen.

Penguatan Ekosistem Pergulaan dari Hulu hingga Hilir

Pemerintah tidak berhenti pada sisi hulu. Seluruh pabrik gula di Indonesia akan mendapat dukungan untuk menaikkan kapasitas dan efisiensi operasinya, sehingga lonjakan pasokan tebu dapat diterjemahkan menjadi lonjakan produksi gula.

“Semua pabrik gula unit usaha seluruh Indonesia kita dukung. Kita support supaya berproduksi tinggi.”

Amran menegaskan bahwa rendemen merupakan variabel kunci dalam percepatan swasembada. Pemerintah mendorong penggunaan benih unggul, perbaikan praktik budidaya, peningkatan rendemen, serta penguatan kemitraan antara pekebun dan pabrik gula.

“Yang terpenting rendemen tebu. Saya gigit saja sudah tahu rendemennya.”

Tulang Bawang sebagai Sentra Strategis

Kawasan Tulang Bawang menempati posisi penting sebagai salah satu sentra utama tebu di Provinsi Lampung. Data pemerintah daerah mengonfirmasi bahwa wilayah ini memiliki areal tebu yang luas dan berperan sebagai salah satu pemasok utama bahan baku industri gula di provinsi tersebut. Melalui kombinasi pengembangan lahan baru di Gedung Meneng dan peremajaan tanaman rakyat, pemerintah berupaya memperkuat rantai produksi gula secara menyeluruh — mulai dari peningkatan produktivitas, penguatan pasokan domestik, hingga peningkatan kesejahteraan pekebun tebu.

Frequently Asked Questions

What is Mentan Amran Percepat Peremajaan dan Perluasan?

Mentan Amran Percepat Peremajaan dan Perluasan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Mentan Amran Percepat Peremajaan dan Perluasan matter?

Mentan Amran Percepat Peremajaan dan Perluasan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *