Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Meeting Results: Mendag Ajak UMKM Salatiga Manfaatkan Program Ekspor Kemendag

Sandra Smith - tajukpublik.com 3 mins read 11 views

Mendag Ajak UMKM Salatiga Manfaatkan Program Ekspor Meeting Results - Salatiga, Jawa Tengah – Dalam meeting results yang diadakan di Toko Oleh-Oleh dan Wisata

Meeting Results: Mendag Ajak UMKM Salatiga Manfaatkan Program Ekspor Kemendag

Mendag Ajak UMKM Salatiga Manfaatkan Program Ekspor

Meeting Results – Salatiga, Jawa Tengah – Dalam meeting results yang diadakan di Toko Oleh-Oleh dan Wisata Edukasi Argotelo, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak para pengusaha UMKM di Salatiga untuk memanfaatkan berbagai program ekspor yang diperkenalkan oleh Kementerian Perdagangan. Tujuan utama meeting results ini adalah membuka akses ekspor yang lebih luas bagi produk lokal, dengan fokus pada meningkatkan kapasitas pengusaha mikro dan menumbuhkan ekosistem bisnis yang kompetitif. Kehadiran sekitar 30 pelaku usaha dari berbagai sektor seperti kuliner, fashion, dan kerajinan tangan menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap peluang tersebut.

Strategi Penguatan Ekspor Melalui Fasilitas Kemendag

Dalam meeting results tersebut, Budi Santoso menekankan bahwa Kemendag telah mengembangkan sejumlah alat bantu yang dirancang khusus untuk memudahkan UMKM dalam menembus pasar internasional. Fasilitas ini mencakup pelatihan ekspor, program pengembangan pasar, serta akses langsung ke jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri. “Melalui meeting results ini, kita berharap UMKM Salatiga bisa memperoleh pemahaman lebih dalam mengenai langkah-langkah strategis dalam ekspor,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya pengusaha untuk mengikuti pelatihan yang disediakan oleh Kemendag, agar mampu memenuhi standar internasional dan membangun hubungan jaringan yang kuat.

Kemendag menawarkan beberapa program penunjang seperti Export Coaching Program, yang bertujuan membimbing pengusaha dalam menghadapi proses ekspor secara efektif. Program ini memberikan pelatihan terstruktur mengenai pengemasan, pengiriman, dan pemasaran produk ke luar negeri. Selain itu, layanan otomasi Surat Keterangan Asal (SKA) juga diperkenalkan untuk mengurangi beban administratif. “SKA bisa mempercepat prosedur pengiriman barang, sehingga UMKM tidak perlu menghabiskan banyak waktu dan biaya untuk memenuhi persyaratan ekspor,” tambah Budi. Keanggotaan INAEXPORT, organisasi ekspor nasional, juga menjadi salah satu poin penting yang disampaikan dalam meeting results ini, karena bisa membantu pengusaha membangun kepercayaan dengan calon pembeli internasional.

“Kemendag memiliki berbagai instrumen pendukung ekspor yang siap dimanfaatkan oleh UMKM. Para pengusaha bisa mengakses jaringan perwakilan perdagangan RI di luar negeri untuk mencari peluang dan menegosiasi bisnis,” ujar Budi Santoso di Salatiga, Kamis, 18 Juni 2026.

Salah satu hal yang menjadi sorotan dalam meeting results ini adalah kebijakan pemerintah terkait Nomor Induk Berusaha (NIB). Budi menekankan bahwa pengusaha e-commerce wajib memiliki NIB sebagai persyaratan untuk mengikuti ekspor. “Kemendag memberikan masa transisi agar UMKM bisa mempersiapkan diri secara baik,” jelasnya. Dengan adanya NIB, diharapkan proses pengajuan ekspor menjadi lebih sederhana dan transparan, serta meningkatkan kualitas dokumen yang diperlukan.

Dalam meeting results, Budi juga menyampaikan harapan bahwa ekspor bisa menjadi salah satu pilar utama dalam pertumbuhan UMKM Salatiga. “Kota ini dikenal dengan produk unggul seperti keripik salak dan kue tradisional. Jika dijalankan secara optimal, produk-produk tersebut bisa memperkuat citra Salatiga di pasar internasional,” katanya. Ia menambahkan bahwa Kemendag siap memberikan dukungan penuh, termasuk pemantauan kinerja UMKM dan bantuan dalam pengembangan strategi pemasaran. “Dengan meeting results ini, kita akan mencatatkan langkah konkret untuk membuka peluang ekspor yang lebih besar,” tutup Budi.

Para peserta meeting results menyambut baik inisiatif Kemendag, dengan harapan program ekspor bisa meningkatkan penjualan dan mengurangi ketergantungan pada pasar lokal. Sejumlah pengusaha kuliner mengungkapkan bahwa mereka berminat untuk menjual produk ke negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Sementara pengusaha kerajinan menyebutkan bahwa fasilitas ekspor akan membantu mereka membangun kepercayaan dengan pembeli internasional. Dengan meeting results yang diselenggarakan Kemendag, diharapkan akan tercipta sinergi yang lebih baik antara pemerintah dan sektor usaha mikro.

Kemendag juga menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam mengakselerasi ekspor. Dalam meeting results, Budi Santoso mengajak berbagai pihak, termasuk dinas daerah dan asosiasi usaha, untuk bekerja sama dalam mempromosikan produk Salatiga ke pasar internasional. “Kolaborasi ini akan memastikan kebijakan ekspor tidak hanya diterapkan, tetapi juga dirasakan manfaatnya secara nyata oleh UMKM,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Kemendag siap menjadi mitra yang aktif dalam mendukung penguatan kapasitas usaha mikro melalui berbagai program yang disediakan. Dengan meeting results sebagai pemicu, diharapkan muncul langkah-langkah konkret yang dapat diimplementasikan oleh UMKM Salatiga dalam jangka pendek dan jangka panjang.

Gabung diskusi