Nasional

Masyarakat Terdampak Gempa NTT, Ingin Program MBG dilanjutkan

xl_1787758141303453_a0f76d42a9_berita_pusat-pemberitaan

Komunitas Terdampak Gempa Nagekeo Suarakan Dukungan Penuh terhadap Program MBG

Interaksi Langsung di Posko Utama

Tajukpublik.com – Di Lapangan Berdikari Danga, Kabupaten Nagekeo, Rabu, 26 Agustus 2026, Presiden Prabowo Subianto hadir di tengah warga yang masih berada di posko utama pascagempa. Dalam kesempatan itu, Kepala Negara secara langsung menanyakan kepada masyarakat apakah mereka benar-benar merasakan dampak positif dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Saya dapat laporan dari bapak bupati bahwa rakyat Kabupaten Nagekeo itu merasakan manfaat dari MBG apa benar?”

Jawaban warga datang serentak dan tegas: “Iya'”. Ketika Prabowo kemudian bertanya apakah program tersebut perlu dilanjutkan, masyarakat kembali kompak menyatakan persetujuan.

“Mau diteruskan atau tidak,”

Warga menjawab singkat namun bulat: “Teruskan”.

Komitmen Presiden untuk Melanjutkan Program

Berdasarkan respons tersebut, Prabowo menegaskan bahwa MBG akan terus berjalan. Ia menekankan bahwa tujuan utama program ini adalah menjaga kesehatan anak-anak, ibu hamil, serta kelompok lanjut usia.

“Saya kira kita lanjutkan supaya anak-anak kita sehat, supaya ibu-ibu hamil kita sehat. Mereka yang lanjut usia aman di saat mereka menikmati usia lanjut mereka.”

Presiden juga menjelaskan bahwa bagi kelompok masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, akses terhadap satu porsi makanan bergizi bukan hal sepele. Ia mengutip pengalaman pribadi dari berbagai tokoh yang kini telah sukses namun masih mengingat kelaparan di masa kecil mereka.

“Kalau untuk orang yang mampu satu porsi makanan itu tdak ada artinya. Tapi untuk mereka yang dalam keadaan susah dan susahnya berhari-hari.”

“Banyak yang cerita kepada saya, mereka-mereka yang sebetulnya sudah jadi orang, mereka ingat waktu saya kecil. ‘Pak, saya berangkat sekolah dan pulang sekolah lapar dan syukur tidak lolos’ tapi sekarang yang kita mikir adalah ibu-ibu dan anak-anak MBG berperan.”

Dukungan Bupati Nagekeo: Data Lapangan dan Dampak Nyata

Bupati Nagekeo Simplisius Donatus sebelumnya telah menyampaikan dukungan penuh terhadap MBG. Berdasarkan survei nonformal yang ia lakukan sendiri, kehadiran siswa di sekolah nyaris mencapai angka sempurna, sementara keluhan sakit seperti flu dan pilek yang dulu muncul setiap dua hingga tiga minggu kini nyaris hilang.

“Kami sangat mendukung program MBG, saya sudah melakukan survei non formil, kehadiran siswa nyaris 100 persen, tingkat kebugaran kalau dulu 2 atau 3 minggu sekali, kena flu, pilek. Hari ini tidak ada (sakit), jadi tingkat kebugarannya luar biasa untuk siswa-siswa yang mendapatkan jatah MBG ini.”

Dampak lain yang tercatat oleh Bupati adalah penurunan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Sebelumnya, ketimpangan ekonomi kerap memicu konflik rumah tangga ketika istri meminta uang belanja namun suami tidak mampu memenuhi. Dengan adanya MBG, istri kini memiliki penghasilan sendiri sehingga tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasangan.

“Dulu istri tuntut minta uang ketika uangnya tidak ada, suaminya marah, pukul istri dan sekarang, kalau suaminya tidak kasih uang, istsri punya uang sendiri dari MBG. Mereka punya penghasilan, ini hal yang memang tidak orang bayangkan.”

“Setelah dalam survei kami, kami temukan keadaan yang luar biasa, jadi kami berharap bahwa MBG untuk wilayah kami. Orang lain boleh bicara apapun untuk wilayah kami, kami minta kalau perlu ditingkatkan.”

Tantangan Operasional: 49 Unit Diberikan, Hanya 11 Beroperasi

Di akhir pertemuan, Bupati Simplisius menyoroti kendala teknis dalam pelaksanaan program. Dari total 49 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang telah dialokasikan untuk Nagekeo, baru 11 unit yang benar-benar beroperasi. Ia meminta agar proses pembentukan dan pengoperasian dapur-dapur tersebut dipermudah sehingga cakupan layanan dapat diperluas.

“Kami punya jatah 49, yang bisa bergerak hanya 11 MBG yang kami kerjakankami. Mohon bantuan bagaimana untuk bisa mempermudah MBG ini tetap berada di Nagekeo.”

Frequently Asked Questions

What is Masyarakat Terdampak Gempa NTT Ingin Program?

Masyarakat Terdampak Gempa NTT Ingin Program is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Masyarakat Terdampak Gempa NTT Ingin Program matter?

Masyarakat Terdampak Gempa NTT Ingin Program matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *