Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Main Agenda: KSPEAN Papua Selatan Dipercepat, Menko Pangan Serap Aspirasi Daerah

Lisa Jones - tajukpublik.com 3 mins read 5 views

KSPEAN Papua Selatan Dipercepat, Menko Pangan Serap Aspirasi Daerah Main Agenda menjadi fokus utama dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) yang digelar di

Main Agenda: KSPEAN Papua Selatan Dipercepat, Menko Pangan Serap Aspirasi Daerah

KSPEAN Papua Selatan Dipercepat, Menko Pangan Serap Aspirasi Daerah

Main Agenda menjadi fokus utama dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) yang digelar di Merauke, Jumat (17/02/2023). Menteri Koordinator Bidang Pangan, Perkebunan, dan Kelautan (Menko Pangan) mengajak para pemangku kepentingan, termasuk pemangku kebijakan daerah dan masyarakat adat, untuk menyampaikan aspirasi terkait percepatan pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) di Papua Selatan. Rakorda ini bertujuan mengoptimalkan strategi pembangunan yang selaras dengan kebutuhan lokal, sehingga Main Agenda tidak hanya menjadi rencana nasional tetapi juga terwujud dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Mendorong Keberlanjutan Pembangunan

Dalam Rakorda, Menko Pangan menegaskan pentingnya kebijakan yang berbasis partisipasi. “Main Agenda ini tidak hanya tentang kecepatan, tetapi juga tentang keberlanjutan dan manfaat yang merata,” jelasnya. Diskusi mengupas masalah kritis seperti keterbatasan akses pasar, perubahan iklim, dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Selain itu, pihak daerah juga mengusulkan peningkatan investasi dalam infrastruktur pendukung seperti jalan, irigasi, dan fasilitas pertanian. Menko Pangan menyatakan, masukan dari lapangan akan menjadi acuan dalam menyesuaikan program KSPEAN dengan kondisi nyata.

Persiapan Infrastruktur Strategis

Kawasan KSPEAN di Papua Selatan diperkirakan akan mengubah pola produksi pangan dan energi nasional. Menko Pangan menyebutkan, pemerintah sedang mempercepat pembangunan infrastruktur yang menjadi tulang punggung keberhasilan kawasan ini. Selain itu, perkebunan kelapa sawit dan tebu menjadi dua sektor utama yang disasar dalam Main Agenda. “Infrastruktur yang memadai akan memastikan akses yang baik bagi masyarakat,” tambahnya. Dalam peninjauan lokasi, terlihat progres pelabuhan dan jaringan irigasi yang telah rampung, menjadikan KSPEAN sebagai pusat distribusi bahan pokok di Indonesia Timur.

“Main Agenda ini akan menjadi pendorong utama untuk menjadikan Papua Selatan sebagai lumbung pangan nasional. Dengan KSPEAN, kita tidak hanya mengatasi kebutuhan lokal tetapi juga menjadi pilihan untuk kawasan Asia Pasifik,” ujar Bupati Merauke, dalam diskusi yang dipandu oleh Menko Pangan.

Pertanian dan Peternakan: Pilar Utama

Kawasan KSPEAN diperkirakan akan menyerap 548.059 hektare lahan pertanian untuk meningkatkan produksi bahan pokok. Di sisi lain, sektor peternakan sapi dan kerbau juga menjadi prioritas, dengan target peningkatan produktivitas seiring keberhasilan program cetak sawah yang telah menyelesaikan 200 hingga 300 hektare. Dalam Main Agenda, pemerintah berkomitmen memastikan panen pertama dari kawasan ini tercapai pada Oktober hingga Desember 2026, menunjukkan keseriusan dalam mengembangkan ekonomi daerah. “Main Agenda ini harus mengutamakan kebutuhan rakyat, bukan hanya peningkatan produksi,” tambah Menko Pangan.

“Kami menyambut baik Main Agenda pemerintah karena berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. KSPEAN menjadi jawaban atas tantangan ketahanan pangan dan energi,” kata Ketua Masyarakat Adat Fredi Gebze.

Kebijakan Nasional dan Pemetaan Potensi

Menko Pangan menekankan bahwa KSPEAN di Papua Selatan adalah bagian dari kebijakan nasional yang menyasar peningkatan Indeks Ketahanan Pangan Nasional dari 73,2 pada 2025 menjadi 82 pada 2029. Selain itu, Indeks Ketahanan Energi Nasional juga diharapkan meningkat dari 6,77 ke 6,95. Dalam Main Agenda, kebijakan ini diperkuat dengan pemetaan potensi lahan dan sumber daya alam daerah. “Kami yakin KSPEAN bisa menjadi bentuk perwujudan pemerataan kesejahteraan di Tanah Papua,” tegas Menko Pangan, menambahkan bahwa proyek ini akan dikelola secara kolaboratif oleh pemerintah pusat dan daerah.

Pengembangan KSPEAN juga berdampak pada penguatan ketahanan pangan nasional, khususnya di Indonesia Timur. Dengan mengurangi ketergantungan pasokan luar daerah, kawasan ini diperkirakan akan menekan harga bahan makanan dan meningkatkan stabilitas ekonomi regional. Menko Pangan menegaskan bahwa Main Agenda ini tidak hanya terfokus pada produksi tetapi juga pada distribusi, pengolahan, dan pemasaran hasil pertanian. “Kawasan ini harus menjadi lebih dari sekadar lahan pertanian, tetapi pusat ekonomi yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Dalam rangka mempercepat Main Agenda, pemerintah pusat melakukan sinergi dengan pemerintah daerah. Dukungan dari Forkopimda dan masyarakat adat menunjukkan keberhasilan keterlibatan stakeholders dalam proses pengambilan keputusan. Jumlah ruas jalan Wanam–Muting yang telah terbangun sebanyak 35 kilometer dari total 138 kilometer menjadi bukti komitmen tersebut. Selain itu, infrastruktur pengendali banjir yang mencapai 30 persen dari target juga menunjukkan prioritas pembangunan yang seimbang.

Percepatan pengembangan KSPEAN di Papua Selatan menjadi prioritas Main Agenda pemerintah. Proyek ini diperkirakan akan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat. Dengan memperkuat produksi pangan dan energi, kawasan ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga Maluku. Menko Pangan menegaskan, Main Agenda ini harus dijaga agar tidak hanya menjadi rencana jangka pendek, tetapi sebagai fondasi untuk pertumbuhan jangka panjang. “Kami berharap KSPEAN menjadi contoh keberhasilan pembangunan inklusif,” pungkasnya.

Gabung diskusi