Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Main Agenda: Kemeninves Gandeng Australia Perkuat Investasi Hilirisasi Indonesia

Karen Williams - tajukpublik.com 3 mins read 13 views

ia Perkuat Investasi Hilirisasi Indonesia: Main Agenda Main Agenda menjadi tema utama Indonesia-Australia Business Summit for Indonesia Updates 2026 yang

Main Agenda: Kemeninves Gandeng Australia Perkuat Investasi Hilirisasi Indonesia

Kemeninves dan Australia Perkuat Investasi Hilirisasi Indonesia: Main Agenda

Main Agenda menjadi tema utama Indonesia-Australia Business Summit for Indonesia Updates 2026 yang berlangsung di Sydney pada Selasa, 3 Juni 2026. Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, mengatakan bahwa kerja sama antara Kementerian Investasi (Kemeninves) dan Australia sedang dijalankan untuk memperkuat sektor hilirisasi di Indonesia. Ia menekankan bahwa penerapan Perjanjian Investasi dan Ekonomi Pasifik-Australia (IA-CEPA) menjadi fondasi utama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional melalui investasi berkelanjutan. “Main Agenda ini menggambarkan komitmen untuk mendorong transformasi ekonomi dengan fokus pada hilirisasi sebagai motor penggerak,” tambah Todotua.

Kebijakan Pendukung Investasi Hilirisasi

Untuk memperkuat Main Agenda, Kemeninves terus mengupayakan reformasi iklim investasi dengan menghadirkan berbagai kebijakan yang menarik bagi investor. “Pemerintah sedang menyederhanakan prosedur perizinan, menawarkan insentif fiskal dan nonfiskal, serta memperluas kawasan industri untuk meningkatkan daya saing,” jelas Todotua dalam pernyataan tertulis yang diterima RRI.CO.ID pada Kamis, 2 Juli 2026. Ia menegaskan bahwa ketersediaan regulasi yang jelas dan menarik akan menjadi penarik utama bagi pihak asing, termasuk dari Australia, untuk berinvestasi dalam sektor hilirisasi.

Industri Baterai sebagai Proyek Hilirisasi Prioritas

Dalam kunjungan kerjanya di Sydney (29-30 Juni 2026), Todotua melakukan pertemuan penting dengan Pure Battery Technologies, sebuah perusahaan asal Australia. Pertemuan tersebut menyoroti potensi pembangunan fasilitas precursor Cathode Active Material (pCAM) di Indonesia sebagai bagian dari Main Agenda untuk memperkuat ekosistem baterai nasional. “Indonesia telah menyiapkan fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) dan akan segera mengejar manufaktur sel baterai. Mata rantai yang perlu diperkuat adalah pCAM dan katoda,” kata Wamen Todotua. Ia menegaskan bahwa keberhasilan industri baterai akan menjadi penggerak utama dalam transisi energi dan ekonomi hijau.

Strategi Hilirisasi 28 Komoditas Pilar

Todotua menyebutkan bahwa hilirisasi telah diidentifikasi sebagai inti dari transformasi ekonomi Indonesia. “Pemerintah telah menetapkan 28 komoditas strategis dengan proyeksi investasi mencapai USD618 miliar hingga 2040,” tuturnya. Selain meningkatkan nilai ekspor sebesar USD857 miliar, program ini juga diperkirakan akan menciptakan lebih dari tiga juta lapangan kerja langsung. “Main Agenda ini menunjukkan komitmen untuk mewujudkan ekonomi Indonesia yang lebih mandiri dan berkelanjutan,” lanjut Todotua, menambahkan bahwa kolaborasi dengan Australia akan membantu menyelesaikan ketergantungan pada impor bahan baku.

Potensi ALKI II dan Jalur Perdagangan Strategis

Di samping fokus pada hilirisasi, Todotua juga menyoroti peran Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI II) dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi. “ALKI II adalah jalur perdagangan yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Hindia melalui Selat Lombok serta Selat Makassar,” jelasnya. Pada 2024, koridor ini dilalui perdagangan bijih besi senilai A$138 miliar, batu bara A$91 miliar, dan LNG A$69 miliar. “Dengan memanfaatkan ALKI II, Main Agenda akan mendorong optimasi rantai pasok dan logistik,” tambah Todotua. Ia menegaskan bahwa peningkatan infrastruktur laut dan transportasi akan menjadi faktor penunjang dalam menghadirkan investor asing ke Indonesia.

“Hilirisasi merupakan inti transformasi ekonomi Indonesia. Pemerintah telah mengidentifikasi 28 komoditas strategis dengan potensi investasi mencapai USD618 miliar hingga tahun 2040,”

Kesiapan Lokasi Proyek dan Inisiatif Kolaborasi

Pertemuan di Sydney juga membahas kesiapan lokasi proyek hilirisasi, termasuk keberlanjutan realisasi investasi. Selain Pure Battery Technologies, Todotua bertemu dengan BCI Minerals untuk menganalisis potensi hilirisasi garam industri. “Fokus diskusi mencakup pengelolaan bahan baku dan peningkatan nilai tambah mineral nonlogam,” kata Wamen Todotua. Ia menegaskan bahwa proyek ini akan menjadi bagian dari Main Agenda yang mencakup pengembangan sektor pertanian, energi terbarukan, dan logistik. “Dengan pendekatan holistik, kolaborasi ini akan mendorong Indonesia menjadi pusat manufaktur dan ekspor komoditas hilirisasi,” tambahnya.

Dalam acara Indonesia-Australia Business Summit tahun ini, tema utama adalah penguatan sistem pangan, infrastruktur, dan ketahanan ekonomi. Todotua mengatakan bahwa investasi Pure Battery Technologies adalah contoh nyata bagaimana Main Agenda dapat mewujudkan ekosistem baterai nasional yang terintegrasi. Ia menambahkan bahwa kerja sama dengan Australia akan memberikan akses ke teknologi canggih, sumber daya manusia yang berkualitas, serta pasar yang luas. “Kemeninves berharap kolaborasi ini dapat membuka peluang baru bagi investor Australia dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global,” pungkas Todotua.

Gabung diskusi