Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Main Agenda: Anggaran 2026 Menurun, Perpusnas Optimistis Perkuat Literasi Nasional

Patricia Jackson - tajukpublik.com 3 mins read 6 views

Main Agenda 2026: Perpusnas Perkuat Literasi Nasional Meski Anggaran Berkurang Main Agenda - Jakarta - Kepala Perpustakaan Nasional, E.

Main Agenda: Anggaran 2026 Menurun, Perpusnas Optimistis Perkuat Literasi Nasional

Main Agenda 2026: Perpusnas Perkuat Literasi Nasional Meski Anggaran Berkurang

Main Agenda – Jakarta – Kepala Perpustakaan Nasional, E. Aminudin Aziz, menyatakan bahwa meskipun anggaran untuk tahun 2026 mengalami penurunan, lembaga tersebut tetap optimis dalam upaya memperkuat literasi nasional. Ia menegaskan bahwa anggaran yang diubah tidak mengurangi komitmen untuk mendorong akses ke sumber daya literasi di seluruh wilayah Indonesia. Dukungan dari Komisi X DPR RI dan peran aktif masyarakat dalam penggunaan layanan Perpusnas menjadi faktor utama yang memastikan keberlanjutan program, meskipun terdapat penyesuaian anggaran signifikan.

Realisasi Anggaran 2025 Menjadi Dasar Optimisme

Dalam rapat dengar pendapat yang disiarkan melalui YouTube TVR, Jumat, 17 Juli 2026, Aminudin Aziz menjelaskan bahwa anggaran tahun 2025 telah tercapai dengan baik. Realisasi dana mencapai Rp583,26 miliar, atau 98,93 persen dari pagu efektif. Capaian ini membuktikan bahwa seluruh unit kerja mampu mengoptimalkan penggunaan dana dengan efisiensi di atas 98 persen. Meskipun anggaran 2026 mengalami penurunan, hasil tahun lalu memberikan harapan bahwa Main Agenda tetap bisa dijalankan secara efektif.

“Kami percaya bahwa perubahan anggaran tidak menghalangi semangat untuk mendorong literasi nasional. Kualitas layanan dan inovasi di bidang ini tetap menjadi prioritas utama,” kata Aminudin dalam wawancara.

Anggaran yang dianggarkan untuk 2026 mencakup beberapa program utama, termasuk penguatan infrastruktur perpustakaan, pembukaan akses digital, dan kolaborasi dengan berbagai lembaga. Meski angka total anggaran berkurang, Penyesuaian indikator kinerja bersama Kementerian PPN/Bappenas diharapkan bisa memastikan fokus utama pada program yang paling berdampak. Perpusnas juga menjelaskan bahwa pengurangan anggaran akan diimbangi dengan penghematan biaya dan penggunaan sumber daya yang lebih optimal.

Strategi Penguatan Literasi Nasional dalam Anggaran 2026

Untuk menjaga konsistensi pencapaian literasi, Perpusnas menggandeng berbagai kementerian, lembaga filantropi, dan mitra internasional strategis. Langkah ini diharapkan memperkuat kolaborasi dalam menjaga kualitas layanan serta inovasi. Dengan Main Agenda 2026, Perpusnas berencana menambah jumlah rak buku dan menyiapkan program pelatihan bagi masyarakat pedesaan, khususnya di daerah terpencil. Program ini dirancang agar literasi dapat merata dan mencapai masyarakat yang lebih luas.

“Komitmen terhadap literasi nasional tetap dijaga meskipun ada penyesuaian anggaran. Kualitas layanan dan inovasi pun tidak terganggu,” tambah Aminudin dalam pidatonya.

Sejumlah program seperti pemberian buku berkualitas kepada perpustakaan desa, taman baca, dan puskesmas akan diprioritaskan. Namun, anggaran yang lebih kecil memaksa Perpusnas untuk melakukan penyesuaian dalam skala kegiatan dan penyebaran sumber daya. Misalnya, penguatan digital akan fokus pada penggunaan teknologi yang lebih hemat, sementara program fisik seperti pembangunan rak dan pemberian buku akan disesuaikan dengan ketersediaan dana.

Kemitraan dan Pelibatan Masyarakat dalam Main Agenda

Perpusnas juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan Main Agenda 2026. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan literasi nasional tidak hanya bergantung pada dana, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat. Untuk itu, lembaga tersebut berencana mengadakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pengelolaan perpustakaan di tingkat desa dan kecamatan. Kolaborasi dengan komunitas lokal dan lembaga filantropi diharapkan mampu mempercepat realisasi program, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan sumber daya.

Program pelibatan masyarakat ini juga mencakup pengembangan keterampilan digital bagi pengunjung perpustakaan. Dengan Main Agenda 2026, Perpusnas berupaya memberikan akses layanan yang lebih inklusif, termasuk pembuatan katalog digital dan penyediaan aplikasi pengelolaan perpustakaan. Langkah ini diharapkan menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi.

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menilai bahwa penyesuaian anggaran perlu dipertimbangkan secara matang. Namun, ia percaya bahwa Perpusnas mampu menjaga kualitas dan efektivitas kegiatan meskipun menghadapi keterbatasan dana. “Komitmen dan kreativitas dalam Main Agenda 2026 tetap menjadi aset penting untuk keberlanjutan program literasi,” katanya dalam komentar terpisah.

Gabung diskusi