Fashion Show “Beauty in Diversity: Symphony Nusantara” Hadirkan Warna-Warni Budaya Nusantara di Kampus UNJ
Tajukpublik.com – Pada 17 Agustus 2026, Aula Bung Hatta di Kampus A Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menjadi panggung bagi mahasiswa asal Kabupaten Mappi, Papua Selatan, yang memamerkan kekayaan budaya Indonesia lewat peragaan busana bertajuk Beauty in Diversity: Symphony Nusantara. Acara ini digelar sebagai salah satu rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam peragaan tersebut, para mahasiswa mengenakan busana adat yang mewakili sejumlah besar wilayah di Tanah Air. Mulai dari Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, Betawi, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Bugis, Toraja, hingga Gorontalo. Setiap kostum membawa serta identitas dan makna khas daerah asalnya.
Landasan Akademik dan Keterampilan Hidup
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNJ, Prof. Ifan Iskandar, menjelaskan bahwa peragaan busana ini merupakan kelanjutan dari program mahasiswa Mappi tahun sebelumnya yang mengangkat tema kebinekaan Indonesia. Jika pada periode lalu mahasiswa menghasilkan proyek dan video bertema keberagaman budaya, maka tahun ini konsep tersebut dikembangkan menjadi eksplorasi keindahan Nusantara.
Prof. Ifan menegaskan bahwa keindahan yang ditampilkan tidak semata-mata soal estetika penampilan, melainkan juga menyangkut nilai serta filosofi yang melekat pada keberagaman budaya. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud keinginan Pemerintah Kabupaten Mappi agar putra-putri daerah yang menempuh studi di UNJ memperoleh kecakapan hidup melampaui ranah akademik semata.
“Kegiatan pada hari ini adalah bagian dari keinginan Pemerintah Daerah Mappi, bahwa anak Mappi yang ada di UNJ dengan jumlah yang banyak harus memiliki keterampilan dan kecakapan hidup. Sehingga bukan sekadar keterampilan akademik.”
Ia turut berharap acara semacam ini mampu mempertajam kemampuan mahasiswa dalam menghargai perbedaan serta memperkokoh semangat kebangsaan.
“Semoga kegiatan ini menambah kemampuan kita untuk saling menghargai. Sekaligus saling berusaha membangun negeri ini menjadi lebih baik.”
Apresiasi Rektor dan Gagasan “Kampung Mappi”
Rektor UNJ, Prof. Komarudin, menyampaikan apresiasi atas kreativitas mahasiswa Mappi dalam memperkenalkan keragaman budaya Indonesia kepada lingkungan kampus. Baginya, tema Beauty in Diversity sejalan dengan karakter Indonesia yang kaya akan suku, tradisi, bahasa, seni, dan budaya.
Komarudin mendorong agar pengenalan budaya Mappi di lingkungan UNJ terus dikembangkan melalui berbagai medium, seperti kerajinan tangan, seni tari, musik, serta tradisi masyarakat setempat. Ia bahkan membuka wacana pembentukan “Kampung Mappi” sebagai ruang edukasi budaya Papua di sekitar kawasan kampus.
“Saya punya pikiran, menghadirkan Mappi di UNJ. Kita membuat program Kampung Mappi yang bisa kita gagas, menghadirkan suasana Mappi.”
Pendidikan di Luar Ruang Kelas dan Jejaring Antar-Region
Direktur Akademik UNJ, Agung Premono, menilai kegiatan semacam ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk belajar di luar kelas. Melalui peragaan busana, mahasiswa dapat mengasah kreativitas, kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta kepercayaan diri.
“Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Selain itu juga menumbuhkan kepercayaan diri.”
Ia menambahkan bahwa pengenalan budaya dari berbagai daerah mampu memperluas wawasan mahasiswa sekaligus menanamkan pemahaman bahwa perbedaan merupakan bagian tak terpisahkan dari kekayaan Indonesia.
Senada dengan itu, Direktur Kerja Sama dan Bisnis UNJ, Rahmat Darmawan, menyatakan bahwa kolaborasi antara UNJ dan Pemerintah Kabupaten Mappi tidak terbatas pada pendidikan formal. Fokusnya juga mencakup pengembangan potensi serta karakter mahasiswa.
“Interaksi mahasiswa Mappi dengan mahasiswa dari berbagai daerah dapat memperluas wawasan. Sekaligus membangun jejaring.”
Suara dari Panggung: Pengalaman Mahasiswa
Kersensia Yasu Cinofu, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2025 asal Kabupaten Mappi, mengungkapkan bahwa peragaan busana ini memberinya pengalaman baru sekaligus meningkatkan rasa percaya diri. Persiapan acara dilakukan selama tiga hari, mencakup proses fitting pakaian hingga latihan di panggung.
“Di sini kita tidak sendiri. Ada dosen pendamping dan saya merasa percaya diri sekali.”
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang agar mahasiswa memperoleh kesempatan lebih luas untuk mengekspresikan identitas budaya mereka di lingkungan akademik.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Mahasiswa Mappi UNJ Tampilkan Keberagaman Budaya?
Mahasiswa Mappi UNJ Tampilkan Keberagaman Budaya is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Mahasiswa Mappi UNJ Tampilkan Keberagaman Budaya matter?
Mahasiswa Mappi UNJ Tampilkan Keberagaman Budaya matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

