Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Lemonilo: Anak Berhak Atas Gizi Sehat dan Pendidikan Berkualitas

Mark Jones - tajukpublik.com 2 mins read 8 views

Jakarta - Shinta Nurfauziah, pendiri bersama Lemonilo, menyampaikan bahwa perusahaan memiliki tekad kuat untuk mendukung hak-hak anak. Komitmen ini mencakup

Lemonilo: Anak Berhak Atas Gizi Sehat dan Pendidikan Berkualitas

Lemonilo: Anak Berhak Atas Gizi Sehat dan Pendidikan Berkualitas

Tajukpublik.com – Jakarta – Shinta Nurfauziah, pendiri bersama Lemonilo, menyampaikan bahwa perusahaan memiliki tekad kuat untuk mendukung hak-hak anak. Komitmen ini mencakup penyediaan akses pangan bergizi serta kesempatan belajar secara formal dan nonformal. Menurut pandangannya, setiap anak berhak mendapatkan peluang yang setara untuk tumbuh kembang, termasuk melalui sektor ekonomi kreatif seperti seni dan musik.

Shinta menjelaskan bahwa Lemonilo tidak sekadar menyediakan makanan sehat. Perusahaan juga berupaya memastikan anak-anak memperoleh pendidikan yang layak sehingga mereka bisa mengembangkan potensi dan meraih masa depan yang lebih cerah.

Wawancara di Jakarta Timur

Kepala BGN sebelumnya juga menekankan pentingnya petugas SPPG menjalankan program MBG dengan hati nurani. Sementara itu, Shinta menambahkan bahwa pengembangan potensi anak kini tidak lagi hanya berfokus pada kemampuan akademik. Kreativitas menjadi bekal penting di era modern yang dapat membuka berbagai peluang masa depan.

«Kami tidak hanya ingin anak-anak mendapat akses makanan sehat, tetapi juga pendidikan yang layak, baik formal maupun nonformal. Musik dan seni juga bisa menjadi ruang bagi mereka untuk berkarya dan berkembang.»

Ungkapan tersebut disampaikan Shinta saat ditemui awak media di kawasan Jakarta Timur pada Minggu, 26 Juli 2026.

Hari Anak Nasional 2026: Gadget Harus Jadi Teman, Bukan Ancaman

Menurut Shinta, kecerdasan anak tidak lagi diukur hanya dari kemampuan matematika atau bahasa Inggris. Ekonomi kreatif dapat tumbuh melalui musik maupun tarian, dan itulah yang ingin mereka dukung bersama.

«Sekarang bukan hanya soal pintar matematika atau bahasa Inggris. Ekonomi kreatif juga bisa lahir dari musik maupun tarian, dan itu yang kami ingin dukung.»

Shinta juga menyoroti bahwa dunia usaha memiliki tanggung jawab sosial sebagai penghubung dan katalis dalam menyalurkan manfaat kepada masyarakat. Keberhasilan perusahaan harus diiringi kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

«Perusahaan harus menjadi jembatan dan katalis untuk menyalurkan kembali kebaikan yang kami dapat dari Indonesia kepada masyarakat. Kami tidak hanya menikmati manfaatnya, tetapi juga ingin memberikan yang terbaik untuk Indonesia.»

Gabung diskusi