Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Latest Program: Godzilla El Nino Potensi Picu Krisis Pangan, DPR Minta APBN 2027 Utamakan Pertanian

Patricia Jackson - tajukpublik.com 2 mins read 15 views

Godzilla El Nino Ancaman Pangan, DPR Harapkan APBN 2027 Fokus pada Pertanian Latest Program - Jakarta - Di tengah kenaikan suhu global, El Nino yang

Latest Program: Godzilla El Nino Potensi Picu Krisis Pangan, DPR Minta APBN 2027 Utamakan Pertanian

Godzilla El Nino Ancaman Pangan, DPR Harapkan APBN 2027 Fokus pada Pertanian

Latest Program – Jakarta – Di tengah kenaikan suhu global, El Nino yang diprediksi muncul pada tahun 2026 berpotensi menyebabkan kekeringan yang berlangsung lama dan mengganggu kelancaran produksi bahan pangan nasional. Anggota Komisi IV DPR RI, Slamet, mengusulkan pemerintah menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 dengan memberikan prioritas pada sektor pertanian.

“Dalam kondisi ancaman (Godzilla) El Nino, setiap rupiah yang dialokasikan harus berkontribusi maksimal terhadap peningkatan hasil pertanian. Program Optimalisasi Lahan (Oplah) lebih efisien karena memanfaatkan lahan yang sudah ada,” jelas Slamet dalam siaran persnya, Senin, 6 Juli 2026.

BMKG mengimbau petani untuk menyesuaikan jadwal penanaman terkait antisipasi dampak El Nino 2026. Dalam alokasi anggaran 2026, program Cetak Sawah mendapat dana sebesar Rp8,75 triliun untuk menyelesaikan 250 ribu hektare. Angka ini setara dengan Rp35 juta per hektare. Sementara itu, Oplah hanya memerlukan Rp1,65 triliun untuk target 300 ribu hektare, atau sekitar Rp5,5 juta per hektare.

Slamet menyoroti perbedaan biaya antara kedua program. Dengan perbandingan tersebut, dana Cetak Sawah tercatat sekitar 6,4 kali lebih besar dibandingkan Oplah. Menurutnya, perbedaan ini menjadi dasar penting untuk dievaluasi ulang cara pengalokasian anggaran.

Kebutuhan Anggaran 2027 dan Rekomendasi Slamet

Dalam skenario APBN 2027, Slamet menyebutkan pemerintah menargetkan 200 ribu hektare untuk Oplah dan 100 ribu hektare untuk Cetak Sawah. Diperlukan anggaran sekitar Rp4,6 triliun, terdiri dari Rp1,1 triliun untuk Oplah serta Rp3,5 triliun untuk Cetak Sawah.

“Anggaran Cetak Sawah sebesar Rp3,5 triliun bisa memberikan manfaat lebih besar jika dialihkan ke Oplah. Dana tersebut berpotensi mengoptimalkan sekitar 636 ribu hektare lahan pertanian,” tegas Slamet.

Langkah Strategis untuk Pertanian Indonesia

Slamet juga menekankan pentingnya memperkuat infrastruktur pertanian sebagai antisipasi dampak El Nino. Ia mengusulkan rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan embung, pompanisasi, perpipaan, jalan usaha tani, dan penyediaan alat pertanian harus menjadi fokus.

Menurutnya, langkah-langkah ini bisa menjadi investasi strategis untuk meningkatkan ketahanan sektor pertanian. Meski Cetak Sawah tetap relevan sebagai strategi jangka panjang, Slamet menyarankan program ini dilakukan secara selektif di wilayah yang sudah siap.

Dalam situasi Godzilla El Nino, prioritas utama adalah memastikan produktivitas lahan yang sudah ada melalui Oplah, sebagai langkah untuk mencegah krisis pangan.

Gabung diskusi