Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Latest Program: Cegah Karhutla, KLH Genjot Sekat Kanal di Riau

Daniel Jackson - tajukpublik.com 3 mins read 10 views

Cegah Karhutla, KLH Genjot Sekat Kanal di Riau Latest Program - Dalam upaya mengatasi masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kementerian Lingkungan

Latest Program: Cegah Karhutla, KLH Genjot Sekat Kanal di Riau

Cegah Karhutla, KLH Genjot Sekat Kanal di Riau

Latest Program – Dalam upaya mengatasi masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH) telah meluncurkan strategi baru yang menitikberatkan pada pembangunan sekat kanal di Riau. Langkah ini menjadi bagian dari program pencegahan karhutla terkini, yang dirancang untuk meminimalkan risiko kebakaran pada wilayah rawan seperti Kabupaten Pelalawan. Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat secara aktif terlibat dalam proyek ini, bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Kehutanan, guna memastikan pengelolaan air gambut yang efektif. Area kesatuan hidrologis gambut (KHG) Sungai Kampar–Sungai Gaung menjadi fokus utama karena luasnya lahan gambut dan tingginya potensi kebakaran saat musim kemarau.

Strategi Utama: Pembangunan Sekat Kanal

Program ini mengusung pendekatan 3R—rewetting, revegetasi, dan revitalisasi ekonomi—yang diharapkan dapat menjaga kelembapan lahan gambut dan mencegah kembangnya api. KLH dan mitra kerja sama mempercepat pembangunan sekat kanal sebagai solusi utama, karena ketersediaan sekat-sekat ini terbatas. Saat ini, hanya sekitar 45.430 unit sekat kanal yang sudah dibangun, padahal kebutuhan di tujuh provinsi rawan karhutla mencapai 538.568 unit. Jumlah ini sangat signifikan, mengingat sektor gambut Indonesia secara keseluruhan mencakup 13,36 juta hektare, dari mana 3,31 juta hektare telah terkena kerusakan.

“Kami sependapat bahwa upaya pencegahan merupakan kunci utama dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemda, aparat penegak hukum, dunia usaha, dan masyarakat,” kata Suhendra Wiriadinata, Direktur APP Group, dalam pernyataannya pada Jumat, 18 Juni 2026.

Peran Sektor Swasta dalam Program Terbaru

Dukungan dari sektor swasta memainkan peran penting dalam mempercepat proses pembangunan sekat kanal. APP Group, misalnya, menjadi mitra strategis dalam menyediakan sumber daya dan teknologi yang diperlukan untuk membangun infrastruktur ini. Selain itu, perusahaan-perusahaan lain turut berpartisipasi melalui penyediaan alat berat, bahan baku, dan pelatihan kepada masyarakat sekitar. Program terbaru ini juga menekankan pentingnya partisipasi aktif warga desa, karena mereka adalah pilar utama dalam menjaga konservasi lahan gambut.

KLH melalui Program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) memberikan bantuan berupa pembangunan sekat kanal, yang selain menggenangi air juga memperkuat pertahanan alami lahan. Kebutuhan sekat kanal di Riau terus meningkat, terutama di wilayah perkebunan dan hutan lindung. Dengan adanya program ini, harapan terbesar adalah mencegah kebakaran yang telah menghancurkan hutan dan lahan selama beberapa tahun terakhir. Menurut data dari KLH, ketersediaan sekat kanal saat ini hanya mampu melindungi 269.284 kilometer kanal, sedangkan kebutuhan mencapai 538.568 unit. Perbedaan ini menjadi tantangan utama yang harus diatasi dalam rangka menutup kesenjangan.

Untuk menjaga konsistensi program pencegahan karhutla, KLH terus mendorong pemerintah daerah dan masyarakat setempat untuk berkolaborasi dalam pengelolaan air gambut. Program ini menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat, seperti kegiatan patroli rutin yang dilakukan oleh Masyarakat Peduli Api (MPA) Teluk Meranti. Organisasi ini membantu mendeteksi tanda-tanda kebakaran sejak dini, sehingga dapat mengantisipasi penyebab kebakaran sebelum merambat ke area yang lebih luas. Dukungan dari pihak swasta dan masyarakat menjadi modal penting dalam menjalankan program terbaru ini.

Di samping pembangunan sekat kanal, KLH juga mendorong penerapan praktik pengelolaan air yang lebih baik, seperti water sharing dan pemantauan tinggi muka air tanah. Langkah-langkah ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan ekosistem gambut dan mencegah keringnya lahan saat musim kemarau. Dengan adanya program terbaru ini, KLH mengharapkan pengurangan signifikan terhadap frekuensi dan intensitas kebakaran hutan dan lahan di Riau. Langkah serupa juga dilakukan di provinsi lain, seperti Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, untuk menutup kebutuhan sekat kanal yang masih tinggi.

Program pencegahan karhutla terbaru ini menunjukkan komitmen KLH dalam memperkuat kebijakan lingkungan. Dengan menggabungkan upaya pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, KLH berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan berkelanjutan. Harapan tersebut semakin besar dengan peluncuran program terbaru ini, yang menjadi bagian dari strategi nasional dalam menangani masalah karhutla. Program pencegahan karhutla terbaru juga memperhatikan aspek ekonomi, dengan revitalisasi ekonomi di 2.354 desa yang dilakukan melalui pengelolaan gambut yang lebih baik.

Gabung diskusi