Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Kunjungi Gereja – Wapres Dukung Keberlanjutan Pembangunan Rumah Ibadah di Asmat

Karen Williams - tajukpublik.com 3 mins read 13 views

an Rumah Ibadah Berkelanjutan Kunjungi Gereja - Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Wakil Presiden Gibran Rakabuming

Kunjungi Gereja – Wapres Dukung Keberlanjutan Pembangunan Rumah Ibadah di Asmat

Kunjungi Gereja di Asmat, Wapres Dorong Pembangunan Rumah Ibadah Berkelanjutan

Kunjungi Gereja – Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengunjungi Gereja Katedral Salib Suci Baru di Agats. Tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk meninjau keberlanjutan pembangunan rumah ibadah dan memastikan progres konstruksi berjalan optimal di wilayah yang terkenal dengan keberagaman budaya dan agama. Gereja tersebut menjadi simbol peran penting agama Katolik dalam masyarakat Asmat, serta representasi komitmen pemerintah pusat dalam mendukung infrastruktur keagamaan.

Progres Pembangunan Gereja dan Keterlibatan Pastor

Ketika Wapres Gibran tiba di Gereja Katedral Salib Suci Baru, ia diterima oleh para pastor yang turut serta dalam pengembangan proyek ini. Sebelum memulai inspeksi, salah satu pastor memberikan tas noken tradisional sebagai bentuk sambutan, yang menjadi pengingat akan nilai lokal dan budaya setempat. Ini menunjukkan bahwa pembangunan rumah ibadah tidak hanya sekadar fisik, tetapi juga mencerminkan harmoni antara tradisi dan modernisasi.

Dalam pertemuan dengan Ketua Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Agats, Vallens Aji Sayekti, Wapres mendapatkan penjelasan tentang tahapan pembangunan gereja. Menurut Aji, struktur utama bangunan telah selesai, dan saat ini sedang dalam proses pemasangan atap serta dekorasi interior. Proses konstruksi ini juga melibatkan penggunaan bahan lokal, seperti kayu yang diambil dari hutan sekitar, untuk memastikan keberlanjutan ekologis sejalan dengan nilai-nilai sosial.

“Kayunya semuanya dari sini, Pak. Kayu lokal ini, Pak, prosesnya manual semuanya, Pak,” ujar Aji. Pernyataan ini menekankan upaya masyarakat Asmat untuk menjaga keberlanjutan lingkungan sambil menyelesaikan pembangunan rumah ibadah. Kayu yang digunakan tidak hanya mengurangi biaya transportasi, tetapi juga mendukung ekonomi lokal melalui pemberdayaan pengrajin setempat.

Gotong Royong dan Dukungan Pihak Terkait

Pembangunan Gereja Katedral Salib Suci Baru merupakan hasil kolaborasi antara masyarakat, donatur, pemerintah daerah, dan organisasi keagamaan. Total terdapat 35 pekerja yang terlibat dalam konstruksi bangunan utama, sementara 16 orang bertugas pada pemasangan interior. Keberhasilan proyek ini diakui sebagai bentuk gotong royong yang menjadi kekuatan utama dalam mengatasi tantangan pembangunan di daerah terpencil.

Menurut Aji Sayekti, dukungan dari pegawai negeri sipil beragama Katolik dan umat yang aktif di sekitar gereja menjadi penentu utama kesuksesan proyek. Namun, ia juga mengakui bahwa dana yang tersedia masih kurang untuk menyelesaikan seluruh fasilitas, termasuk penambahan ruang ibadah, ruang pelayanan, dan aksesibilitas untuk jemaat lansia.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres Gibran menekankan pentingnya keberlanjutan dalam pembangunan rumah ibadah. Ia menyoroti bahwa proyek seperti ini tidak hanya memperkuat identitas keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan nasional yang inklusif. “Kita harus menjaga keseimbangan antara kebutuhan spiritual dan kebutuhan infrastruktur,” katanya dalam pembicaraan singkat dengan para pastor.

Usai mendengar penjelasan, Wapres melakukan inspeksi langsung ke lokasi pembangunan dan menanam pohon cemara di sekitar gereja sebagai bagian dari upaya penghijauan. Tindakan ini menunjukkan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung keberlanjutan lingkungan, sambil mengembangkan infrastruktur sosial. Gereja Katedral Salib Suci Baru diharapkan menjadi pusat kegiatan spiritual dan budaya yang bisa diakses oleh seluruh komunitas Asmat.

Kunjungi gereja juga menjadi ajang dialog antara pemimpin negara dengan masyarakat setempat. Dalam sesi diskusi, Wapres menanyakan tentang kendala yang dihadapi selama pembangunan, termasuk keterbatasan sumber daya dan kebijakan daerah. Respons dari para pastor dan pemangku kepentingan menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak hanya dilihat dari selesai tidaknya proyek, tetapi juga dari kesinambungan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

Gabung diskusi