Nasional

KM Virgo Tenggelam 30 Meter di Laut, Basarnas Pertimbangkan Tarik Bangkai Kapal

xl_1789441348462131_4c36e20195_berita_pusat-pemberitaan

Basarnas Kaji Penarikan Bangkai KM Virgo Transport 8 dari Kedalaman 30 Meter

Tajukpublik.com – Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, terus berlangsung setelah kapal tersebut tenggelam hingga berada sekitar 30 meter di bawah permukaan laut. Selain memperluas penyisiran terhadap penumpang yang belum ditemukan, Basarnas sedang mempertimbangkan kemungkinan memindahkan bangkai kapal ke wilayah perairan yang lebih dangkal untuk mendukung penanganan berikutnya.

Langkah terhadap bangkai kapal belum diputuskan karena kondisi kapal di dasar laut menjadi unsur penting dalam perencanaan operasi. Penarikan kapal dapat membantu proses penanganan lanjutan, tetapi stabilitas bangkai kapal serta keselamatan personel penyelamat tetap menjadi perhatian utama di lokasi kejadian.

Posisi kapal menjadi pertimbangan operasi

Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyampaikan bahwa masukan dari TNI Angkatan Laut turut diperhitungkan. Apabila bangkai kapal berada dalam kondisi stabil dan tidak bergerak, keberadaannya di dasar laut dapat menjadi pilihan yang lebih aman dalam konteks penanganan kecelakaan laut.

“Sebenarnya kalau dalam kondisi penanganan kecelakaan seperti ini, dari teman-teman TNI Angkatan Laut. Malah kalau perlu tenggelam di dasar akan lebih baik kalau misalkan kapal itu diam,” kata Syafii dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Selasa, 15 September 2026.

Meski demikian, opsi memindahkan bangkai KM Virgo Transport 8 ke area yang lebih dangkal masih terus dikaji. Keputusan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan operasi di lapangan, termasuk perkembangan pencarian korban dan kemampuan unsur yang dikerahkan untuk pencarian bawah laut.

Penanganan bangkai kapal merupakan bagian yang berbeda dari pencarian di permukaan. Kedalaman sekitar 30 meter membuat operasi bawah air membutuhkan dukungan personel khusus serta kapal yang dapat membantu kegiatan di bawah permukaan laut. Penguatan unsur tersebut telah dilakukan pada hari ketiga operasi.

129 orang masih dalam pencarian

Fokus utama tim SAR saat ini tetap pada pencarian 129 orang yang belum ditemukan. Hingga Senin, 14 September 2026, pukul 22.00 WITA, sebanyak 114 orang telah ditemukan dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes kapal.

Dari jumlah korban yang ditemukan, 108 orang berhasil diselamatkan. Enam orang lainnya ditemukan meninggal dunia. Para korban yang telah dievakuasi sebagian dibawa menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, sementara korban lain masih menjalani proses pemindahan dari lokasi kecelakaan ke titik penanganan yang telah ditetapkan.

“Tentu kita masih sangat berharap agar segera ditemukan korban-korban dalam kondisi selamat,” ucap Syafii.

Data manifes menjadi acuan penting dalam operasi karena menunjukkan jumlah orang yang harus diperhitungkan dalam pencarian. Dalam situasi kecelakaan laut, pencarian tidak hanya dilakukan pada satu titik, sebab korban maupun benda-benda dari kapal dapat terbawa arus dan angin ke arah yang berbeda.

Enam sektor pencarian disiapkan

Pada hari kedua operasi, tim SAR membagi wilayah pencarian ke dalam enam sektor. Pembagian tersebut dirancang agar penyisiran dapat menjangkau area yang lebih luas dan unsur pencarian dapat bekerja dengan pola yang terarah.

Susunan sektor tidak bersifat tetap. Tim dapat menggeser wilayah penyisiran pada operasi berikutnya setelah melihat hasil pencarian, kondisi lapangan, serta pemetaan yang disiapkan melalui Basarnas Command Center. Peta pencarian menjadi dasar untuk menentukan area mana yang perlu diperluas atau diperiksa kembali.

“Kemungkinan kita akan bergeser besok dan nanti akan dikirimkan dari SAR Map yang dihasilkan dari Basarnas Command Center,” kata Syafii.

Perubahan pola pencarian merupakan bagian dari upaya agar operasi berjalan lebih efektif. Dengan pembaruan peta, tim dapat menyesuaikan pergerakan kapal pencari, personel, dan unsur pendukung lainnya terhadap situasi yang berkembang di perairan Masalembo.

Kapal hilang kontak dalam pelayaran Surabaya-Banjarmasin

KM Virgo Transport 8 sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada Minggu, 13 September 2026, sekitar pukul 02.00 WITA. Kapal itu sedang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin setelah bertolak pada Sabtu, 12 September 2026.

Lokasi kejadian berada di perairan Masalembo, bagian dari Laut Jawa. Pencarian melibatkan berbagai unsur untuk membantu penyisiran di sekitar area kecelakaan, termasuk dukungan bagi operasi bawah laut. Upaya tersebut berjalan bersamaan dengan evakuasi korban yang telah ditemukan.

Keputusan terkait bangkai kapal akan menjadi salah satu tahap penting dalam penanganan kecelakaan ini. Namun, selama masih ada 129 orang yang dicari, seluruh perhatian operasi tetap diarahkan pada peluang menemukan korban dan mempercepat proses evakuasi di laut.

Frequently Asked Questions

What is KM Virgo Tenggelam 30 Meter di Laut?

KM Virgo Tenggelam 30 Meter di Laut is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does KM Virgo Tenggelam 30 Meter di Laut matter?

KM Virgo Tenggelam 30 Meter di Laut matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *