Key Strategy: Sambut 5 Abad Jakarta, Pemprov DKI Akan Cetak Seribu Al-Qur’an
tuk Sambut 5 Abad Kota Key Strategy - Sebagai bagian dari Key Strategy menghadapi perayaan kelima abad Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan
Pemprov DKI Jakarta Cetak Seribu Al-Qur’an untuk Sambut 5 Abad Kota
Key Strategy – Sebagai bagian dari Key Strategy menghadapi perayaan kelima abad Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk mencetak seribu naskah Al-Qur’an khusus. Tindakan ini menjadi langkah strategis dalam memperkaya budaya keagamaan dan menumbuhkan rasa kebersamaan masyarakat, terutama menjelang peringatan 500 tahun kota Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa program ini akan menjadi titik awal dari rangkaian acara yang dirancan untuk memeriahkan momen sejarah ini.
Tujuan Kreativitas dalam Penguatan Identitas Budaya
Dalam kesempatan itu, Pramono Anung menyampaikan bahwa cetak Al-Qur’an bukan hanya sekadar simbol, tapi juga menjadi Key Strategy dalam memperkuat identitas budaya dan religius masyarakat DKI Jakarta. “Kami ingin memastikan bahwa Al-Qur’an tetap menjadi bagian integral dalam kehidupan sehari-hari, bahkan di tengah era digital,” jelasnya. Dengan desain unik, naskah-naskah ini diharapkan bisa menarik minat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Program ini melibatkan dua serangkain kegiatan utama, yaitu khataman dan tadarusan. Dari total 1.000 naskah, 500 akan digunakan untuk acara khataman, sementara 500 lainnya untuk tadarusan yang menghadirkan masyarakat dari berbagai wilayah DKI. Kedua kegiatan ini diharapkan membangun kebersamaan sekaligus memperdalam pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai agama.
“Pemprov DKI menargetkan program ini dapat menjadi kenangan kolektif yang akan bertahan lama,” kata Gubernur DKI Jakarta. Ia juga menegaskan bahwa seluruh biaya program akan ditanggung sepenuhnya melalui anggaran resmi. Menurutnya, anggaran tidak terlalu besar sehingga bisa dijalankan secara efektif.
Keberlanjutan dan Keterlibatan Masyarakat
Menurut Muchlis M Hanafi, Kepala Lembaga Penerbitan dan Pengembangan Quran (LPMQ), penerbitan naskah Al-Qur’an fisik tetap diminati meski akses digital semakin mudah. “Digital tidak mengurangi minat terhadap Al-Qur’an, justru memperkaya penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa program ini menjadi Key Strategy dalam memperluas keterlibatan masyarakat dalam kegiatan budaya dan religius.
Kepala LPMQ juga mengungkapkan bahwa naskah-naskah Al-Qur’an yang dicetak akan memiliki desain yang khas, menggabungkan elemen seni lokal dengan makna spiritual. “Desain ini akan menjadi ciri khas Jakarta sebagai kota yang memiliki kekayaan budaya dan religius,” tuturnya. Program ini juga diharapkan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menghiasi perayaan 500 tahun kota.
Dalam acara yang sama, Gubernur DKI Jakarta melepas 65 lulusan Program Pendidikan Kader Mubaligh dari angkatan ke-32. Lulusan ini akan diberdayakan untuk berdakwah di berbagai masjid dan lembaga keagamaan. “Kader mubaligh akan menjadi bagian dari Key Strategy kami dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya nilai-nilai agama dalam kehidupan sosial,” terang Pramono Anung.
Program cetak Al-Qur’an juga menjadi alat untuk memperkuat kemitraan antar-institusi. Pemprov DKI Jakarta akan bekerja sama dengan berbagai organisasi seperti DMI (Dewan Masuk Islam) dan lembaga pendidikan keagamaan. “Kemitraan ini menjadi fondasi dalam Key Strategy kami, karena perayaan 500 tahun Jakarta tidak hanya tentang sejarah, tapi juga tentang keberlanjutan budaya dan identitas,” jelas Muchlis. Ia menambahkan bahwa naskah ini akan disebarkan secara gratis kepada masyarakat.
