Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Key Strategy: Program Gentengisasi, Perajin Genteng Semakin ‘Bergairah’

Mark Jones 4 mins read 2 views

Semakin 'Bergairah' Key Strategy – Program Gentengisasi, yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto, tengah menjadi pendorong utama bagi sektor industri

Key Strategy: Program Gentengisasi, Perajin Genteng Semakin ‘Bergairah’

Program Gentengisasi, Perajin Genteng Semakin ‘Bergairah’

Key Strategy – Program Gentengisasi, yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto, tengah menjadi pendorong utama bagi sektor industri genteng di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan produksi genteng tetapi juga memperkuat daya saing perajin lokal yang sebelumnya kesulitan menembus pasar. Salah satu perajin genteng di Jatiwangi, Hena Gian Hermana, mengungkapkan bahwa kebijakan ini memberikan suntikan semangat bagi usaha kecil menengah (UMKM) yang ada di wilayah tersebut.

Meningkatkan Produksi dan Stabilitas Bisnis

“Sebelum program Gentengisasi diterapkan, industri genteng di Jatiwangi terlihat lesu karena kurangnya permintaan pasar,” ujar Hena Gian Hermana dalam wawancara dengan RRI.CO.ID, Kamis, 18 Juni 2026. “Kini, produksi meningkat drastis, usaha lebih stabil, dan ada jaminan pasokan untuk kebutuhan lokal serta nasional.”

Program ini berdampak signifikan pada peningkatan permintaan genteng, terutama di tengah tantangan pasar yang semakin kompetitif. Sebelumnya, perajin seperti Hena Gian hanya mampu menghasilkan 20 ribu unit genteng per bulan dengan dua siklus pembakaran setiap hari. Dengan dukungan dari pemerintah, kapasitas produksi kini meningkat menjadi 40 ribu unit per bulan, seiring dengan meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk dari perajin lokal.

Salah satu faktor kunci keberhasilan program ini adalah kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan pasokan genteng tetap terjaga. Pemerintah menargetkan 3 juta unit rumah yang direnovasi melalui program Rutilahu, yang menjadi salah satu pendorong utama keberlanjutan industri genteng. Dengan memprioritaskan penggunaan genteng dari perajin lokal, program ini juga membantu mengurangi ketergantungan pada produsen besar dan meningkatkan ekspor genteng ke pasar internasional.

Keberlanjutan Ekonomi dan Pemenuhan Kebutuhan Tenaga Kerja

Program Gentengisasi tidak hanya memperkuat ekonomi lokal tetapi juga membantu mempertahankan tenaga kerja di sektor tersebut. Hena Gian menyebutkan bahwa dengan meningkatnya produksi, jumlah karyawan di pabriknya tidak berkurang, justru bertambah. Saat ini, ia memiliki 32 karyawan, terdiri dari 20 orang perempuan dan 12 laki-laki. Sebagian besar pekerja berasal dari sekitar pabrik, namun ada juga yang berasal dari desa berbeda.

Menurut Hena Gian, program ini memberikan peluang baru bagi perajin yang sebelumnya mengalami kesulitan menjangkau pasar. “Pasar yang sempit membuat kita sulit bertahan, tetapi dengan Key Strategy ini, perajin lokal bisa berkembang dan tetap relevan,” tambahnya. Dukungan dari pemerintah juga membantu memperluas jaringan distribusi genteng, termasuk ke wilayah lain di Jawa Barat dan luar negeri.

Kelancaran program Gentengisasi juga membuka peluang untuk pengembangan teknologi dan metode produksi yang lebih modern. Perajin yang sebelumnya menggunakan metode tradisional kini bisa memperoleh akses ke bahan baku berkualitas tinggi serta pelatihan teknis untuk meningkatkan efisiensi. Dengan adanya Key Strategy ini, industri genteng Majalengka diperkirakan akan menjadi salah satu pusat produksi yang berkelanjutan di Indonesia.

Peluang Ekspor dan Daya Saing Nasional

Salah satu keberhasilan program Gentengisasi adalah meningkatkan daya saing genteng Majalengka di tingkat nasional dan internasional. Pemerintah mendorong penggunaan genteng lokal dalam proyek infrastruktur besar seperti pembangunan jalan raya, perumahan, dan pusat pemerintahan. Dengan kualitas yang terjamin dan harga yang kompetitif, genteng produksi dari Majalengka mulai dikenal di luar daerah tersebut.

Key Strategy ini juga memicu inovasi dalam desain genteng, dengan perajin mencoba menyesuaikan produk mereka untuk kebutuhan pasar modern. Beberapa perajin telah mengembangkan genteng dengan tekstur unik atau warna khusus, yang menjadi daya tarik bagi konsumen. Dukungan pemerintah dalam bentuk subsidi dan insentif berdampak langsung pada peningkatan produksi serta ketersediaan genteng untuk proyek besar.

Menurut data terbaru, produksi genteng di Majalengka meningkat hingga 100% dalam setahun terakhir. Dengan program Gentengisasi, perajin tidak hanya fokus pada pasar lokal tetapi juga berupaya membangun hubungan kerja sama dengan pengembang properti dan perusahaan konstruksi nasional. Ini membuka jalan untuk ekspor genteng ke pasar Asia Tenggara, yang menjadi prioritas dalam upaya meningkatkan ekonomi nasional.

Peran Pemerintah dalam Mendukung Industri Genteng

Pemerintah daerah dan pusat memberikan peran penting dalam menjadikan Key Strategy Gentengisasi sebagai solusi untuk tantangan sektor genteng. Selain menyediakan bantuan finansial, pemerintah juga memastikan ketersediaan bahan baku seperti tanah liat dan pasir, yang menjadi komponen utama dalam produksi genteng. Dukungan ini membuat perajin tidak lagi bergantung sepenuhnya pada harga pasar yang fluktuatif.

Program Gentengisasi juga mendorong transparansi dalam proses produksi dan distribusi. Dengan sistem distribusi yang terstruktur, perajin lokal bisa menjual produknya langsung ke konsumen akhir, mengurangi biaya tengkulak. Selain itu, pemerintah menawarkan pelatihan keterampilan kepada pekerja, yang meningkatkan kualitas tenaga kerja dan mendorong inovasi di sektor ini.

Key Strategy Gentengisasi diperkirakan akan berdampak jangka panjang pada perekonomian Majalengka. Dengan memperkuat industri genteng, kota ini bisa menjadi pusat produksi yang menghasilkan genteng berkualitas tinggi, yang bisa menembus pasar internasional. Dukungan pemerintah juga membantu membangun ekosistem industri yang lebih kuat, sehingga perajin tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang bersama dengan kemajuan teknologi dan pasar global.

Gabung diskusi