Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Key Strategy: Fadli Zon Sebut Animo Gen Z Dapatkan Musuem Paspport, Tinggi

William Martin - tajukpublik.com 3 mins read 12 views

useum Passport Sangat Tinggi Key Strategy – Jakarta – Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengungkapkan bahwa antusiasme generasi Z terhadap Museum Passport

Key Strategy: Fadli Zon Sebut Animo Gen Z Dapatkan Musuem Paspport, Tinggi

Fadli Zon Sebut Animo Gen Z Terhadap Museum Passport Sangat Tinggi

Key Strategy – Jakarta – Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengungkapkan bahwa antusiasme generasi Z terhadap Museum Passport (Paspor Museum) mencapai tingkat yang luar biasa. Hanya dalam beberapa hari setelah peluncuran, 5.000 unit Museum Passport langsung habis terjual. “Fenomena ini menunjukkan bahwa Gen Z sangat tertarik dengan konsep ini, bahkan baru saja kita cetak 5.000 saja, dalam hitungan hari sudah ludes,” ujarnya saat berbicara dengan jurnalis di Istana Kepresidenan, Selasa, 7 Juli 2026. Fadli Zon menekankan bahwa inisiatif ini adalah Key Strategy dalam meningkatkan minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap budaya dan sejarah.

Strategi Membangun Kebiasaan Koleksi Budaya

Menurut Fadli Zon, Museum Passport dirancang untuk menjadi bentuk kegiatan edukasi yang menarik dan interaktif. Kebiasaan Gen Z mengumpulkan cap sebagai bukti perjalanan mereka, kini diadaptasi menjadi alat untuk mengeksplorasi warisan budaya. “Gen Z mencari pengalaman yang unik dan berkesan, dan Museum Passport memberikan kesempatan bagi mereka untuk menyimpan kenangan tentang sejarah dan kekayaan budaya Indonesia,” terangnya. Strategi ini juga bertujuan mengubah persepsi masyarakat bahwa museum hanya tempat untuk memandang koleksi secara pasif.

“Museum di negara maju selalu menghasilkan pendapatan tinggi karena memiliki kafe, restoran, dan merchandise. Kita sedang mencoba meniru konsep ini di Museum Nasional, agar pengunjung merasa lebih terlibat,” tutur Fadli Zon.

Respons Publik Mendorong Peningkatan Produksi

Karena respons positif yang luar biasa, produksi Museum Passport ditingkatkan menjadi 8.000 unit, sebagai upaya memenuhi permintaan dari kalangan Gen Z. “Kecepatan respons ini mengherankan, kita harus mempercepat proses produksi agar tidak ada yang terlewat,” kata Menteri Kebudayaan. Strategi ini tidak hanya fokus pada penjualan, tetapi juga pada inovasi dalam penyampaian pesan budaya. Fadli Zon menyebut, selain cap, Museum Passport bisa menjadi media untuk memperkenalkan berbagai program edukasi yang ada di museum-museum.

“Museum Passport adalah bagian dari Key Strategy kita untuk membangun kembali minat generasi muda terhadap budaya. Dengan konsep ini, mereka bisa merasakan keunikan museum sebagai pusat pembelajaran dan pengalaman,” tambah Indira Estiyanti Nurjadin, Kepala Museum dan Cagar Budaya.

Peningkatan Kunjungan hingga 400% Setelah Revitalisasi

Dalam wawancara terpisah, Fadli Zon menyebutkan bahwa kunjungan ke cagar budaya dan museum telah meningkat hingga 400% setelah revitalisasi. Sebagai contoh, Museum Pusaka di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) kini menarik ribuan pengunjung setiap hari. “Setelah dilakukan perbaikan, pengunjung mencari pengalaman imersif yang menarik. Teknologi seperti digital interaktif dan pameran dinamis memicu rasa ingin tahu mereka,” jelas Fadli Zon. Ini menunjukkan bahwa Key Strategy dalam menyematkan elemen modern ke dalam institusi budaya ternyata efektif dalam menarik perhatian generasi muda.

Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin, menjelaskan bahwa Museum Passport diluncurkan sebagai bagian dari strategi Key Strategy untuk memperkuat ekosistem budaya. “Konsep ini menggabungkan elemen analog seperti cap dengan teknologi digital, sehingga memudahkan pengunjung untuk memantau progres pengenalan budaya mereka,” katanya saat diwawancara di Museum Nasional Indonesia, Senin, 18 Mei 2026. Ia menekankan bahwa tujuan utama adalah mengubah cara Gen Z mengakses dan merespons nilai-nilai sejarah serta budaya.

Kolaborasi untuk Memperluas Cakupan Strategi

Menurut Indira Estiyanti, peluncuran Museum Passport bukan hanya upaya pemerintah, tetapi juga kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas dan institusi pendidikan. “Kita bekerja sama dengan sekolah-sekolah untuk memasukkan Museum Passport ke dalam program pelajaran, sehingga anak-anak bisa mengeksplorasi budaya secara lebih mendalam,” ujarnya. Strategi ini menggambarkan upaya Key Strategy untuk menciptakan keterlibatan yang lebih luas dan berkelanjutan. Selain itu, museum-museum juga diberikan pelatihan teknis agar bisa memanfaatkan alat ini secara optimal.

Museum Passport diterbitkan oleh Museum dan Cagar Budaya (MCB) pada 16 Juni 2026. Peluncuran ini merayakan ulang tahun ke-4 Badan Layanan Umum (BLU) MCB. Cap yang terdapat di halaman Museum Passport diharapkan menjadi pengingat akan kekayaan budaya Indonesia. “Ini bukan sekadar souvenir, tapi alat untuk membangun kesadaran kolektif terhadap warisan budaya kita,” pungkas Indira. Dengan Key Strategy ini, MCB berharap dapat menciptakan generasi muda yang lebih kritis dan peduli terhadap sejarah Indonesia.

Seorang pengunjung menunjukkan halaman Museum Passport. (Foto: RRI/Annisa Ramadhania)

Gabung diskusi