Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Kementerian PPPA Ajak Perkuat Kolaborasi Lawan TPPO di Era Digital

Daniel Jackson - tajukpublik.com 2 mins read 5 views

Jakarta - Perkembangan teknologi informasi yang pesat membuka peluang sekaligus tantangan baru dalam pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)

Kementerian PPPA Ajak Perkuat Kolaborasi Lawan TPPO di Era Digital

Kemen PPPA Dorong Penguatan Sinergi Lintas Sektor Hadapi TPPO di Era Digital

Tajukpublik.com – Jakarta – Perkembangan teknologi informasi yang pesat membuka peluang sekaligus tantangan baru dalam pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengajak semua pihak untuk meningkatkan kerja sama dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kejahatan ini. Langkah tersebut dinilai krusial mengingat dinamika modus operandi pelaku yang terus berkembang.

TPPO sebagai Kejahatan Luar Biasa

Desy Andriani, Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kemen PPPA, menegaskan bahwa TPPO bukan sekadar kejahatan biasa. Ia menjelaskan bahwa tindak pidana ini termasuk kategori luar biasa karena menyangkut pelanggaran terhadap harkat dan martabat manusia. Dalam kasus TPPO, manusia sering kali diperlakukan layaknya komoditas yang dapat diperjualbelikan.

TPPO jelas merupakan bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan yang melanggar harkat, martabat, dan hak asasi manusia. TPPO bukan merupakan kejahatan biasa, namun kejahatan yang sangat luar biasa sehingga memerlukan penanganan serius dan komprehensif.

Menurut Desy, korban TPPO menghadapi berbagai konsekuensi serius. Mulai dari luka fisik, cacat permanen, tekanan psikologis berat, hingga risiko kematian. Oleh karena itu, pendekatan holistik dari hulu hingga hilir menjadi sangat diperlukan.

Kita menyadari setiap dampak yang diakibatkan tindak pidana perdagangan orang akan menimbulkan dampak yang luar biasa terhadap korban. Untuk itu, kita harus senantiasa memperkuat kolaborasi mulai dari hulu sampai ke hilir.

Six Sub-Gugus Tugas dan Pentahelix

Desy menyampaikan apresiasinya terhadap pembentukan enam sub gugus tugas sebagai wujud penguatan sinergi antarlembaga. Kolaborasi ini dipandang sebagai modal penting dalam memerangi TPPO di Indonesia. Selain itu, keterlibatan masyarakat, media massa, dan seluruh unsur pentahelix juga menjadi fokus utama.

Peran serta seluruh masyarakat dan media massa yang tergabung dalam pentahelix. Hal tersebut menjadi sebuah modalitas bagi kita untuk melawan perdagangan orang yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Peran berbagai pihak dinilai semakin vital seiring meningkatnya modus kejahatan yang memanfaatkan teknologi informasi. Perkembangan digital memiliki dua sisi, di satu sisi memberikan kemudahan, namun di sisi lain juga dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk merayu dan membujuk calon korban.

Acara Peringatan Hari Dunia Anti Perdagangan Orang tersebut diselenggarakan di Jakarta Selatan pada Kamis, 30 Juli 2026. Dalam sambutannya, Desy menekankan bahwa penguatan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memberikan perlindungan yang lebih efektif kepada masyarakat sekaligus menekan angka perdagangan orang di Indonesia.

Gabung diskusi